ALLAH MAHA PENGAMPUN DOSA HAMBA-NYA

Dari Anas RA, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapa pun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikit pun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan” (ShahihHR Turmudzi, )Marilah renungkan kalimat-kalimat dalam hadis tersebut. Pernahkah kita menyadari, kita yang sudah banyak berbuat dosa, namun Allah masih saja memberikan kita rezeki berupa makanan dan minuman, tempat tinggal, juga sudah membuat kita tetap bisa merasakan nikmatnya menghirup udara. Subhanallah.
Meski demikian, bukan berarti kita menyepelekan dan selalu merasa aman karena adanya sistem pertobatan yang sudah diatur dalam agama. Jangan sekali-kali merasa aman dari kemarahan Allah SWT. Tetap berhati-hati dan selalu mawas diri.Bertobat dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti memperbanyak shalat, membaca istighfar, mengaji Al Qur’an, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, memperbanyak ibadah-ibadah sunnah seperti puasa sunnah, salat rowatib, salat taubat, dan salat tahajud. Maka, pada bulan Ramadan yang mulia ini, kita dapat menjadikannya sebagai waktu khusus untuk beribadah dan bertobat untuk mendapatkan kasih sayang-Nya.
Putus asa bukanlah pilihan baik saat menyadari betapa banyak dosa-dosa kita. Alih-alih, kita perlu membangkitkan harapan akan luasnya ampunan Allah.  Dalam kehidupan kita, telah banyak kisah dan pengalaman hidup bagaimana rahmat Allah telah menyambut tobat yang tulus. Ingatlah bahwa Allah Maha Pengampun.
Bertobat berarti mengembalikan sikap sopan kita kepada Allah. Saat berbuat maksiat, kita mungkin telah melalaikan-Nya, telah tidak sopan di hadapan pengamatan-Nya yang tak berjeda. Mengulangi maksiat sama saja dengan melanjutkan ketidaksopanan itu. Sementara berpatah harapan dengan tumpukan dosa juga menjadi ketidaksopanan yang lain, karena berhenti berharap kemurahan Allah merupakan sebentuk kesombongan.
Bertobat berarti berhenti berbuat maksiat dan menghapus dosa dengan amal baik. Dua amal baik utama yang dianjurkan adalah mengingat Allah dan menolong orang fakir, karena kita membutuhkan kesalehan ritual dan sekaligus kesalehan sosial untuk menyempurnakan tobat kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s