MIRACLE OF GIVING

Kecintaan manusia kepada harta merupakan fitrah seorang manusia, namun Allah Ta’ala memberikan ganjaran yang begitu besar kepada seorang muslim yang menafkahkan sebagian hartanya fii sabilillaH baik dikala lapang maupun sempit.

Semoga dengan hal-hal yang berikut ini akan dapat membuat kita lebih bersemangat dan lebih banyak lagi untuk menafkahkan sebagian dari apa yang kita miliki :

Pertama, Balasannya adalah surga.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran : 133-134)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan waktu lapang dan waktu sempit adalah dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan bersemangat maupun tidak berdaya, baik dalam kondisi sehat maupun sakit”

Kedua, Allah Ta’ala menyandingkan perintah shalat dengan menafkahkan harta.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya. Dan orang-orang yang dalam bagian hartanya tersedia bagian tertentu. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)” (QS. Al Ma’arij : 19-25)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallaHu ‘anHu, dia berkata, “Kami diperintahkan mendirikan shalat dan membayar zakat. Barangsiapa yang tidak membayar zakat, maka shalatnya sia-sia” (HR. ath Thabrani)

Ketiga, Dekatnya kematian.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata, ‘Yaa Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang shalih’” (QS. Al Munaafiquun : 10)

Keempat, Pahalanya adalah tujuh ratus kali lipat.

Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah : 261)

Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima sedekah, lalu Dia mengambilnya dengan tangan kanan-Nya, kemudian menumbuhkembangkannya untuk salah seorang diantara kalian, seperti kalian menumbuhkembangkan anak kuda, anak sapi ataupun anak unta miliknya, sehingga satu suapan saja bisa menjadi besar seperti gunung Uhud” (HR. at Tirmidzi dan Ahmad)

Kelima, Allah Ta’ala akan menggantinya.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya” (QS. As Saba’ : 39)

Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Allah Subhaana wa Ta’ala berfirman, ‘Hai anak Adam, berikanlah nafkah, niscaya kamu dinafkahi’” (HR. al Bukhari)

Keenam, Harta tidak akan pernah berkurang karena disedekahkan.

Dari Abu Kabsyah bin Sa’ad an Nari radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Aku bersumpah atas tiga hal dan aku menyampaikannya kepada kalian dengan sungguh-sungguh, maka peliharalah : harta seorang hamba tidak akan berkurang karena disedekahkan …” (HR. at Tirmidzi, dia mengatakan, “Hadits hasan shahih”, juga diriwayatkan oleh Ahmad)

Ketujuh, Memberikan pinjaman kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman, “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan” (QS. Al Baqarah : 245)

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaHu ‘anHu, dia berkata, “Ketika ayat di atas turun, Abu Dahdah al Anshari berkata, ‘Yaa Rasulullah, sesungguhnya Allah menginginkan dari kita untuk memberi pinjaman?’, Rasulullah menjawab, ‘Benar, wahai Abu Dahdah’, Lalu Abu Dahdah berkata, ‘Ya Rasulullah, perlihatkan tanganmu kepada saya’, Abu Dahdah menggenggam tangan Rasulullah seraya berkata, ‘Saya ingin meminjamkan kebun dan tanah saya kepada Allah’” (HR. ath Thabrani)

‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaHu ‘anHu meriwayatkan bahwa di kebun Abu Dahdah radhiyallaHu ‘anHu terdapat 600 pohon kurma.

Pada suatu saat ketika sahabat Abu Dahdah meninggal, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Berapa banyak pelepah kurma yang tergantung di Surga, khusus disediakan untuk Abu Dahdah ?” (HR. Muslim, dari jalan Jabir bin Samrah radhiyallaHu ‘anHu)

Kedelapan, Setanlah yang menakut-nakuti manusia akan kemiskinan

Allah Ta’ala berfirman, “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah : 268)

Kesembilan, Terhindar dari ancaman yang pedih.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang – orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam jahannam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan’” (QS. At Taubah 34 – 35)

Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang memiliki emas dan perak lalu tidak dikeluarkan zakatnya maka pada hari Kiamat nanti akan dibentangkan baginya lempengan dari api lalu dipanaskan dalam neraka kemudian dahi – dahi mereka, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya. Setiap kali lempengan itu menjadi dingin, kembali dipanaskan. Demikianlahlah berlaku setiap hari yang panjangnya setara dengan 50.000 tahun di dunia. Hingga diputuskan ketentuan masing – masing hamba apakah ke surga ataukah ke neraka” (HR. Muslim)

Demikianlah 9 hal yang insya Allah dapat memotivasi diri kita untuk menafkahkan dari sebagian harta yang kita miliki. Dan semoga dengan harta yang kita infakan di jalan Allah Ta’ala dapat membantu seluruh kaum muslimin yang sedang mengalami kesulitan terutama saudara-saudara kita di Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya” (QS. Al Zalzalah : 7)

sumber : beberapa tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s