TATAPAN AINUN, TATAPAN IBU NEGARA YANG PENUH KESEJUKAN

Hanya dengan menatap, Almarhumah Ainun Habibie dapat memotivasi seseorang. Hal itu dirasakan Isye Latif, teman dekat istri Presiden Ketiga Indonesia itu. Isye masih ingat peristiwa itu terjadi saat Habibie merayakan ulang tahunnya, dan ketika itu masih menjabat sebagai presiden.

Isye sudah mempersiapkan teks yang akan dituturkan saat berdiri sebagai protokol. Tak disangka, teks itu tiba-tiba saja tidak dapat dilihatnya. Sekujur tubuhnya gemetar karena grogi berhadapan dengan tamu-tamu Habibie. Mereka adalah pejabat kedutaan asing dan menteri-menteri di zaman kepresidenan Habibie.

Di saat itu Hasri Ainun Habibie menatap Isye. Dia tidak menuturkan sepatah katapun. “Dia hanya tersenyum menatap saya,” tutur Isye setelah tahlilan di kediaman Habibie Jl Patra XIII, Kompleks Perumahan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Setelah itu Isye merasakan getaran yang berbeda di dalam dirinya. Rasa groginya hilang seketika.

Teks yang sudah dibuatnya tidak dibaca. Dia berbicara dengan spontan di hadapan ratusan hadirin. “Banyak orang tidak percaya saya bisa berbicara tanpa teks,” tuturnya mengisahkan pengalamannya.

Dimatanya, almarhumah Ainun adalah sosok ibu yang peduli anak-anak. Isye masih ingat saat membuka pesantren kilat di Pondok Pesantren Darun Najah Kebayoran Lama. Protokol Istana sudah mempersiapkan tempat duduk khusus untuk istri Habibie itu. Namun demikian, saat acara berlangsung, Ainun justru memilih duduk bersama anak-anak peserta pesantren kilat.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Emotional Spiritual Quotion (ESQ), Ary Ginanjar. Baginya, almarhumah Ainun sangat bersifat rahman (pengasih) dan rahim (penyayang). Dia mengatakan, Ainun akan terus tersenyum karena banyak orang mendoakannya.

Sungguh kita merindukan Tatapan penuh dengan kesejukan, kelembutan dan kasih sayang dari seorang Ibu Negara, the 1st Lady. Yang tanpa membedakan derajat, dan dengan penuh keikhlasan menyentuh raga dan jiwa kita….Tatapan kesejukan dari sepasang Bola Mata yang sesuai dengan arti namanya  Mata yang Indah…..

didedikasikan bagi Ibu Hasri Ainun Besari Habibie (lahir di Semarang11 Agustus1937 – meninggal di MünchenJerman22 Mei 2010 pada umur 72 tahun) adalah Istri dariPresiden Indonesia Ketiga BJ. Habibie. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia ketiga dari tahun1998 hingga tahun 1999

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s