Makna sebenarnya Al Fitnah (Bahasa Arab) dan Fitnah (Bahasa Indonesia)

Al-fitnah dalam bahasa arab memiliki banyak arti tergantung konteks kalimatnya. Al-fitnah bisa berarti kekufuran, keelokan/kecantikan (yang memikat hati), batu ujian/cobaan, aib/noda, kegilaan, siksaan, penyakit, harta/anak-anak, dan kegaduhan/kerusuhan/huru-hara.

Adapun firman Allah subhanahu wata’ala surah al-baqarah ayat 191:

وَالْفِتْنَةُ أَكبَرُ مِنَ الْقَتْلِ

“dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan”

Para ulama menafsirkan dalam tafsir muyassar dan lainnya bahwa al-fitnah dalam ayat ini bermakna kekafiran, kesyirikan dan perbuatan mereka yang menghalang-halangi manusia dari islam.

Dan kita dapati pula bahwasanya al-fitnah berarti cobaan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فٍي النَّاسِ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku sebuah fitnah (cobaan) dikalangan manusia sebuah fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki melainkan fitnah (cobaan/daya tarik) wanita”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Adapun makna fitnah yang kita orang indonesia pahami dengan: membuat kebohongan atau menuduh orang dengan sesuatu yang tidak dia lakukan, itu bukanlah makna fitnah akan tetapi makna dari Al-buhtan (البُهْتَان)mashdar dari bahata(بَهَتَ) sebagaimana kita dapatkan dalam sebuah hadits yang shahih:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ.قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ »

Dari Abu HurairAh radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “apakah kalian tahu apa itu ghibah?” mereka (para sahabat) menjawab: Allah dan rasulul-Nya lebih mengetahui. Rasul bersabda: “kamu membicarakan saudaramu tentang sesuatu yang dia tidak senang bila mendengarnya” mereka bertanya lagi: bagaimana jika yang dibicarakan itu benar adanya? Beliau menjawab: kalau yang kamu bicarakan itu benar itulah ghibah, dan jikalau tidak benar, berati kamu telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Wallahu ta’ala a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s