BERSABARLAH DAN KEMBALILAH PADA-NYA KARENA ALLAH MAHA PENGAMPUN

Sahabatku, sesungguhnya, Rabb Alam semesta Allah Arrahman telah berfirman dalam Al Quran Al Kareem

أَفَلا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Tidakkah mereka bertaubat kepada Allah dan beristighfar kepadaNya, dan Allah adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S al-Maidah:74)

Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

QS Azzumar : 53

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

QS Ali Imran 135

Dosa, kata ini memang cukup unik berperan dalam kehidupan. Kadang kita takut mendengarnya, namun juga tak jarang mengakrabinya. Dosa dapat terjadi ketika seseorang melakukan sesuatu yang dilarang oleh agama. Dan seperti yang sering disampaikan oleh para ulama, bahwa tidak ada seorang pun manusia yang lepas dari berbuat dosa. Semenjak zaman Nabi Adam hingga manusia akhir zaman nanti, dia pasti akan pernah melakukan dosa, baik besar maupun kecil.

Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur kehidupan, telah membuat aturan yang mudah bagi hambanya. Ketika salah seorang hamba berbuat dosa, maka Dia telah membuat sistem pelepasan yang bernama taubat. Taubat artinya, memohon ampun atas kesalahan dan berjanji untuk sekuat tenaga tidak mengulanginya. Allah SWT adalah Maha Pengasih, dan karena cinta kasih-Nya yang sangat besar terhadap hamba-hambaNya, Dia senantiasa akan selalu mengampuni seluruh kesalahan hamba-Nya, kecuali syirik (menyekutukan Allah).

Ketika kita pernah bersalah kepada seseorang, mungkin masih tersisa perasaan ‘tidak enak’ dalam diri kita, meski orang itu telah memaafkan kita. Masih ada yang mengganjal dalam hatinya. Kalau sebelumnya orang itu sangat mencintai kita, maka setelah itu cintanya bisa berkurang, meski hanya beberapa persen. Sulit untuk utuh kembali seperti sedia kala.
Berbeda dengan Allah. Jika seorang pernah berdosa kepada Allah, kemudian ia bertaubat dengan sebenar-benarnya. Maka, Allah akan mengampuni dosanya dan kembali mencintainya seperti sedia kala, bahkan bisa lebih dari itu. Itulah makna firman Allah:

…وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ

Dan Dialah Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mencintai (Q.S al-Buruuj:14)

ayat lainnya kembali Allah menegaskan sifat Maha Pengampun-Nya : Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

salah satu dari sekian banyak nama Allah Yang Maha Terpuji (Asmaul Husna) adalah Al ‘Afuwwu (Maha Pengampun). Arti nama ini menyerupai arti Al Ghafur (Maha Pengampun). Tapi perbedaannya adalah Al Ghafur bermakna menutupi dosa dan Al ‘Afuwwu bermakna melebur dosa. Sehingga Al Ghafur terkadang bermakna menutupi dosa seseorang dan tiadalah siksa baginya, tapi Allah SWT tidak meridhai apa yang dilakukannya. Adapun Al Afuwwu berarti melebur dosa dan Allah SWT juga meridhainya, sehingga seakan-akan dosa itu tidak pernah ada.
Kata Al ‘Afuwwu merupakan bentuk yang lebih tinggi (mubalaghah) dari kata ‘afwu dan ‘aafiy. Karena Al ‘Afwwu berarti mengampuni setiap saat, setiap waktu. Jika kita sedang membaca Alquran dan mendapati kata Al ‘Afuwwu, perhatikanlah bahwa kata ini selalu beriringan dengan menyebutkan dosa-dosa besar.
Mungkin karena makna inilah, rasul mengajarkan kepada umatnya agar selalu berdoa di malam lailatul qadar dengan menyebut nama Al ‘Afuwwu ini.

Diriwayatkan dari Aisyah RA: “ Aku bertanya, Ya rasul, bagaimana pendapatmu ketika aku mengetahui bahwa suatu malam itu adalah malam lailatul qadar? Doa apa yang mesti kupanjatkan?” Rasul pun mengucapkan doa: “Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau jualah yang mencintai ampunan, maka ampunilah hamba-Mu.” (HR. Tirmidzi).

Tiada ada yang dapat mengampuni dosa-dosa apalagi dosa besar kecuali Al ‘Afuwwu (ampunan) dari Allah SWT. Allah SWT selalu menerima taubat para hambaNya. Karena itu, Dia mengutus para rasul untuk memberikan pengajaran, dan menganugerahi manusia dengan bermacam-macam ketaatan/ibadah. Dialah Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dari Anas RA, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapa pun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikit pun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan” (HR Turmudzi, dinyatakan: shahih)

Marilah renungkan kalimat-kalimat dalam hadis tersebut. Pernahkah kita menyadari, kita yang sudah banyak berbuat dosa, namun Allah masih saja memberikan kita rezeki berupa makanan dan minuman, tempat tinggal, juga sudah membuat kita tetap bisa merasakan nikmatnya menghirup udara. Subhanallah. Meski demikian, bukan berarti kita menyepelekan dan selalu merasa aman karena adanya sistem pertobatan yang sudah diatur dalam agama. Jangan sekali-kali merasa aman dari kemarahan Allah SWT. Tetap berhati-hati dan selalu mawas diri. Putus asa bukanlah pilihan baik saat menyadari betapa banyak dosa Anda. Alih-alih, Anda perlu membangkitkan harapan akan luasnya ampunan Allah.  Ingatlah rahmat Allah telah menyambut tobat yang tulus, yang disertai prasangka-baik bahwa Allah Maha Pengampun.

Bertaubat berarti mengembalikan sikap sopan kepada Allah. Saat berbuat maksiat, Anda telah melalaikan-Nya, telah tidak sopan di hadapan pengamatan-Nya yang tak berjeda. Mengulangi maksiat sama saja dengan melanjutkan ketidaksopanan itu. Sementara berpatah harapan dengan tumpukan dosa juga menjadi ketidaksopan an yang lain, karena berhenti berharap kemurahan Allah merupakan sebentuk kesombongan. Bertobat berarti berhenti berbuat maksiat dan menghapus dosa dengan amal baik. Dua amal baik utama yang dianjurkan untuk bertaubat adalah mengingat Allah dan menolong orang fakir, karena Anda membutuhkan kesalehan ritual dan sekaligus kesalehan sosial untuk menyempurnakan taubat Anda.

Bertaubat dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti memperbanyak shalat, membaca istighfar, mengaji Al Qur’an, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, memperbanyak ibadah-ibadah sunnah seperti puasa sunnah, salat rowatib, salat taubat, dan salat tahajud. Maka, pada bulan Ramadan yang mulia ini, kita dapat menjadikannya sebagai waktu khusus untuk beribadah dan bertobat untuk mendapatkan kasih sayang-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s