Fatimah Azzahra, Putri Rasulullah Yang Bersahaja

Beliaulah puteri kesayangan Rasululah, Fatimah Az-zahrah yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Kecintaan Rasulullah SAW kepada Fatimah Zahra  merupakan satu hal khusus yang layak untuk dipelajari dari kehidupan beliau. Di saat bangsa Arab menganggap anak perempuan sebagai pembawa sial dan kehinaan, Rasul memuliakan dan menghormati putrinya sedemikian besar. Selain itu, Rasulullah SAW biasa memuji seseorang yang memiliki keutamaan. Dengan kata lain, pujian Rasul kepada Fatimah adalah karena beliau menyaksikan kemuliaan pada diri putrinya itu. Nabi SAW tahu akan apa yang bakal terjadi sepeninggalnya kelak. Karena itu, sejak dini beliau telah mengenalkan kemuliaan dan keagungan Fatimah kepada umatnya, supaya kelak mereka tidak bisa beralasan tidak mengenal keutamaan wanita mulia ini.

Semua orang beriman pastilah pernah mendengar Kisah Agung pengabdian seorang anak kepada Ayahnya yang begitu mulia. Yaitu  ketika Nabi Muhammad Shallahu Alayhi Wassalam di lempar dengan kotoran Unta. Suatu saat ketika Rasulullah sedang bersyujud dalam salatnya diddepan ka’bah. Kaum quraisy berniat menghina beliau kemudia mereka menumpahkan kotoran untake wajah dan tubuh Nabi, sehingga Rasul sesak napas dan tidak bisa bangkit. Ketika Fatimah yang waktu itu masih beliau mendengar kabar segera berlari mencari ayahnya. Tanpa gentar Fatimah Az-Zahra menghampiri mereka dan menghardiknya. Ajaib, mereka merasa malu dan perlahan menyingkir. Fatimah segera membersihkan kotoran unta pada tubuh ayahnya sambil menangis. Rasulullahpun menghiburnya ” Jangan menangis wahai anakku. Susungguhnya Allah melindungi ayahmu. ”

Demikian salahsatu fragmen yang menggambarkan keagungan dan ketabahan Fatimah Az-Zahra. Dengan setia Fatimah mendampingi Rasul dalam masa-masa gelap ia menghibur saat nabi kehilangan khadijah. Ia yang menyongsong nabi setelah kecapaian penduduk tha’if yang menolak da’wah beliau. Fatimahlah yang menyeka darah dari wajah nabi yang terluka diperang uhud

Fatimah Azzahra adalah peribadi yang mulia. Beliau memilih hidup sederhana daripada bergelimang harta dunia meskipun beliau termasuk dalam golongan yang mampu. Beliau melakukan itu semua demi menghindari sifat mendewakan dunia.ayaklah Fatimah ” dijamin masuk surga “, bukan karena Ia putri Nabi atau Istri Ali Bin Abi Thalib Radiyyalahu Anhu Sahabat Utama dan Sepupu Rasullah, Ia lebih dari sekedar keturunan atau pendamping orang saleh. Ia adalah lambang yang diungkapkan oleh Allah untuk contoh wanita tauladan umat Islam. Ia adalah teladan dalam semua ragam dimensi sosok perempuan. Teladan seorang anak perempuan ketika berhadapan dengan ayahnya. teladan seorang istri ketuka berhadapan dengan Suaminya. Teladan seorang Ibu ketika berhadapan dengan anak-anaknya. Teladan seorang perempuan yang berjuang dan bertanggung jawab atas takdirnya sendiri dan masyarakatnya.
Dalam sebuah hadits ada yang meriwayatkan bahwa Fatimah Azzahrah adalah bagian dari Rasulullah SAW, dari itu siapa saja yang menyakitinya berarti dia telah menyakiti juga Rasulullah SAW.

Begitu juga sebaliknya,bagi siapa saja yang membuatnya gembira, maka ia telah emmbahagiakan Rasululah SAW. Begitu sangat sayangnya Rasulullah SAW kepada puterinya yang satu ini.

Fatimah Azzahrah dikenal sebagai seorang wanita teladan, fasih dan pintar. Ia banyak sekali meriwayatkan hadits dari ayahnya kepada putranya Hasan dan Husein. Dan mungkin ini merupakan salah satu alasan kenapa Rasululah SAW menyayangi Fatimah Azzahrah, karena di kemudian hari Fatimah Azzahrah telah banyak membantu umat islam dalam hal hadits yang shahih.

Bukan saja hanya menularkan haditsnya kepada anak-anaknya, namun Fatimah Azzahrah ini juga banyak memberikan hadits dan disampaikan kepada suaminya, Aisyah, Ummu Salamah, Salma Ummu Rafi’ dan Anas bin Malik. Beliaulah salah satu wanita teladan umat islam karena beliau yang paling dekat dan paling lama bersama Nabi.
Hidup Sederhana.
Fatimah dilahrikan di Makkah pada 20 Jumadil Akhir, 18 tahun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah atau di tahun ke lima dari kerasulannya. Dia adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW setelah Zainab, Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Saudara laki-lakinya yang tertua adalah Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada saat usia muda.

Setahun setelah hijrah, Fatimah dinikahkan dengan Ali bin Abi Thalib. Banyak yang ingin menikahinya waktu itu, maklum saja beliau ini adalah seorang wanita yang rupawan, cantik jelita lagi terhormat, puteri Rasulullah SAW lagi.
Dia pernah hendak dilamar oleh Abu Bakar dan Umar, keduanya sahabat Nabi Muhammad SAW, namun ditolak dengan halus oleh Rasulullah SAW.

Sementara itu, Ali bin Abi Thalib tidak berani melamar Fatimah karena kemiskinannya. Namun, Nabi Muhammad SAW mendorongnya dengan memberi bantuan sekedarnya untuk persiapan rumah tangga mereka.
Mas kawinnya sebesar 500 dirham (setara dengan 10 gram emas), sebagian diperolehnya dengan menjual baju besinya.

Nabi Muhammad SAW memilih Ali sebagai sumai Fatimah karena ia anggota keluarga yang sangat arif dan terpelajar, di samping merupakan orang pertama yang memeluk islam.

Ketika sudah menjadi istri Ali bin Abi Thalib, Fatimah Az-Zahra hidup sederhana bahkan sering kekurangan. Telah beberapa kali beliau harus menggadaikan barang keperluan rumah tangga, bahkan hingga kerudung beliau juga ikut terjual hanya untuk memperoleh makanan.

Namun, mereka tetap bahagia dan lestari sebagai suami istri hingga akhir hayat. Semasa hidupnya, Fatimah Az-Zahra dapat saja hidup dengan mudah bahkan dengan harta melimpah karena beliau adalah puteri Nabi Muhammad SAW.Namun hal itu tidak beliau lakukan.

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra . Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, “apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”. Fathimah  berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah. melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”. Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan”.

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam surga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, “jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do’akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakratul maut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat..

Allahumma Shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala Ali sayyidina Muhammad

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s