KEMATIAN

Allah memegang jiwa ketika matinya dan memegang jiwa orang yg belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa orang yg telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yg lain sampai waktu yg ditentukan. Sesungguhnya pada yg demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yg mau berfikir.
----------------------------------------------------------------
 
 
 
Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun" (QS Al-Mulk ,67: 1-2)

Umar bin Khaththab pernah berpesan

“Kafal mawtu waaidzan (cukuplah kematian sebagai penasihatmu)”. Pesan ini sangat penting, terutama di zaman yang serba-materialistis ini. Banyak orang mengira bahwa dengan menumpuk harta, usia akan diperpanjang. Padahal, telah terbukti bahwa para raja sepanjang sejarah meninggal dunia, sekalipun harta mereka masih banyak, istana mereka masih kokoh, dan pasukan mereka masih gagah. Pun, telah terbukti bahwa tidak ada orang kaya yang terus hidup. Satu per satu dari mereka meninggalkan dunia untuk selamanya. Karena itu, tidak ada pilihan, kecuali bersiap-siap untuk mati.

 "Bagaimana kamu mengingkari (Allah) sedang kamu tadinya mati, kemudian dihidupkan (oleh-Nya), kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya."
QS Al Baqarah : 28

Dalam Alquran, Allah SWT berulang-ulang berpesan bahwa kematian pasti akan dilalui. Allah berfirman, “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan, sesungguhnya, pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.  Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali Imran [3]:185).

Kemudian, Allah menegaskan lagi, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.” (QS Annisa’ [4]: 78). Begitu juga surah berikut, “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan, hanya kepada Kami-lah, kamu dikembalikan.” (QS Al Anbiya’ [21]: 35).

Pengalaman menarik diceritakan oleh Imam Ibn Qayyim Al Jauziyah tentang seorang yang hanya sibuk berdagang dan lupa kepada Allah. Begitu menjelang kematiannya, mulutnya sibuk berucap, “Barang ini murah, ayo beli. Ini bagus,” dan seterusnya. Padahal, istri dan anaknya mengingatkannya agar berucap Allah. Tetapi, karena tidak familiar di lidahnya, ia tidak bisa mengucapkannya.

Inilah salah satu sisi pemandangan dari pengalaman tentang kematian yang pasti dialami setiap manusia. Semua tergantung amalnya. Bila amalnya baik, Allah akan membalas dengan kebaikan. Sebaliknya, bila amalnya buruk, akan dibalas dengan keburukan. Allah berfirman, “Setiap yang bernyawa tidak akan mati, melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu. Dan, barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran [3]: 145).

Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s