G4UL Menurut Pandangan Islam

kata gaul dalam kamus besar bahasa indonesia berarti “hidup berteman (bersahabat)”.

Hidup berteman dengan islam adalah kewajiban bagi setiap muslim,

Kalo disimak kalimat diatas kedengarannya aneh, tapi itulah kenyataan saat ini, banyak orang islam justru tidak berteman dengan islam itu sendiri, (tanya kenapa?)

Sebagai sahabat tentunya akan mengalami susah dan senang bersama, sesuai dengan sifat dan makna sahabat itu sendiri, disini kamu akan menemui islam dari sisi yang mudah dipahami hingga ke hal-hal yang memerlukan perenungan yang mendalam, namun demikian kami akan selalu berusaha untuk mengajak para sahabat-sahabat islam bergaul dengan islam dengan bahasa yang mudah dipahami.

Banyak anak muda berusaha tampil gaul dengan berorientasi ke Barat. Padahal begitu banyak penyimpangan, nilai-nilai negatif, dan disintegrasi moral yang tidak cocok diadaptasi oleh masyarakat Timur. Pergaulan yang buruk dan teman-teman yang tidak membawa perubahan positif membuat begitu banyak anak muda terjerumus. Mereka takut dianggap cupu, culun, dan banci. Akibatnya, tren gaul ini membudaya hingga berbuah petaka.

Setelah kasus pencurian Blackberry yang memicu kematian Christopher Melky Tanujaya, juara olimpiade matematika yang sedang liburan dari sekolahnya di Singapura, juga kematian Livia Pavita Sulistio akibat aksi pencurian, pembunuhan, dan pemerkosaan di angkot, dan rentetan kasus lainnya, kini Jakarta kembali diguncang kabar tewasnya sembilan orang di Tugu Tani, Jakarta.

Sang penabrak, Afriyani Susanti, 29, sebelumnya mengonsumsi narkoba jenis sabu. Peristiwa ini menjadi sebuah peringatan, narkoba bukan hanya merusak diri sendiri, melainkan juga merugikan orang lain.

Begitu banyak anak muda lain yang terjerat dalam kungkungan narkoba karena pengaruh teman-teman mereka. Sungguh memprihatinkan memang. Dewasa ini, banyak anak muda yang harus kehilangan masa depan hanya karena narkoba. Intan, bukan nama sebenarnya, seorang mahasiswa di perguruan tinggi negeri, mengatakan, “Aku pakai drugs kalo aku lagi banyak masalah. Aku lahir di keluarga yang broken home. Drugs bisa bikin aku tenang.”

Takut ditinggalkan teman, melarikan diri dari masalah, pengakuan kejantanan, dan keinginan diakui menjadi pemicu mereka terperosok dalam jurang narkoba. Narkoba justru bukan menyelesaikan masalah, melainkan menambah dan menjadikannya lebih runyam.

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan acuan dalam pergaulan, Sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa kehormatan kita harus dijaga dan dirawat, terlebih ketika berkomunikasi atau bergaul dengan lawan jenis agar tidak ada mudharat (bahaya) atau bahkan fitnah atau terjerumus kedalam perbuatan zina.

فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah :

1. Menutup Aurat

Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurot demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.

Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang.

2. Menjauhi perbuatan zina 

Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”

Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan dalam pergaulan antara lain :

Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di tempat sepi maka yang ketiga adalah syetan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan, dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu syetan.

Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)

Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dilarang dalam islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi bersentuhan yang tidak disengaja tanpa disertai nafsu birahi tidaklah dilarang.

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi, shahih

Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :…


  • Mengucapkan Salam
  •  Meminta Izin
  • Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
  • Bersikap santun dan tidak sombong
  • Berbicara dengan perkataan yang sopan
  • Tidak boleh saling menghina
  • Tak boleh saling membenci dan iri hati
  • Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
  • Selalu mengajak untuk berbuat kebaikan.

semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita dalam kehidupan ini, terutama beratnya kehidupan pergaulan remaja saat ini yang sudah sangat riskan secara sosial dan sudah jauh dari tuntunan Agama dan budaya kita…Aamin Ya Allah Ya Mujeeb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s