KAYA KARENA SEDEKAH ALA RASULULLAH DAN PARA SAHABAT NYA

Tahukah Anda kalau Rasulullah Muhammad Shalallahu Alayhi Wassalam  itu sebenarnya kaya? Hanya kehidupan beliau sangat sederhana karena semua kekayaan beliau hanya untuk dakwah. Itu suatu pilihan. Jika Anda kaya, Anda masih bisa tetap hidup sederhana, tetapi jika Anda miskin Anda tidak bisa hidup seperti orang kaya.  Nabi Muhammad adalah orang yang sangat kaya. Buktinya, sebanyak 20 unta merah menjadi mahar pernikahannya terhadap Siti Khadijah. Unta merah adalah alat transportasi yang mahal ketika itu. Kalau sekarang, unta dapat diibaratkan sebagai bus atau semacamnya. Bila diuangkandengan perbandingan uang kita saat ini nominalnya mencapai miliaran. Jika Nabi bersikap sederhana itu adalah pilihan, Nabi Muhammad adalah manusia yang pandai di bidang manajemen keuangan. Kemajuan usaha pedagang kaya di Kota Makkah, Khadijah tidak lepas dari peran Muhammad sebagai manajer. Menurutnya, keahlian tersebut menjadi salah satu alasan Khadijah meminta Muhammad untuk menikahinya.

———————————————————-


“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”
 (QS. al-Baqarah [2]: 245)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 261)

Betapa Allah Swt. adalah Dzat Yang Mahakaya dan Mahakuasa atas segala sesuatu. Bagi setiap hamba yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, betapa berlipat ganda balasan yang diberikan oleh-Nya. Menjadilah beriman untuk meyakini kebenaran firman-Nya ini dan segera menyongsong kehidupan yang penuh dengan limpahan kebaikan dalam kehidupan karena kita dengan senang hati menafkahkan harta di jalan Allah Subhanahu Watta’alla.

Sahabatku….tahukah Anda bahwa Para Sahabat Rasulullah adalah adalah orang-orang Kaya, Tetapi Sederhana dan Rajin berinfaq ?

Kekayaan Umar bin Khattab raSederhana bukan berarti miskin.Umar RA, ketika meninggal, mewariskan puluhan ribu ladang.Dia menguasai harta, namun tidak dikuasai oleh harta.
Dia kaya, namun tetap sederhana.

• Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp 11,2 Triliun)
• Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun atau 233 Miliar/bulan.
• Simpanan = hutang dalam bentuk cash

Kekayaan Utsman bin ‘Affan ra
• Simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham
• Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar
• Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M)

Kekayaan Zubair bin Awwam ra
• 50 ribu dinar
• 1000 ekor kuda perang
• 1000 orang budak

Kekayaan Amr bin Al-Ash ra
• 300 ribu dinar

Kekayaan Abdurrahman bin Auf ra
• Melebihi seluruh kekayaan sahabat!!
• Dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf berinfaq sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar)

Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup berkecukupan

Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas),
• Mu’adz bin Jabal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Amwal, hal 596)
• Mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau +/- 18 juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006)

Pada masa Umar bin Abdul Azis ra (3 tahun bertugas)
• Yahya bin Sa’id (petugas zakat) berkata, “Ketika hendak membagikan zakat, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Azis telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan”. (Ibnu Abdil Hakam, siroh Umar bin Abdul Azis, hal 59)
• Surat Gubernur Bashrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al-Amwal, hal 256)

Kita juga bisa kaya seperti mereka, karena sumber kekayaan kita -umat Islam- telah ada, hanya tinggal digali!

Ternyata penyumbang terbesar dari kekayaan mereka adalah dari sektor Properti…

Ternyata Faktanya strategi “kaya ala Para Sahabat” ini diadopsi oleh perusahaan sekaliber McD, dimana kekayaan mereka besar bukan karena jualan Hamburger yang harganya tidak seberapa, tapi karena investasi Property dari sekian Puluh ribu outlet mereka yang tersebar diseluruh dunia, jika satu outlet seharga 500 jt (bahkan lebih) silahkan dikali 10 ribu (bahkan lebih) !

Sahabatku sesungguhnya kita HARUS SEPENUHNYA MEYAKINI keutamaan sedekah, dan terus meningkatkan amalan dan ibadah pribadi adalah salah satu langkah percepatan dalam meraih rezeki.
Seberapa banyak Ilmu yang didapat namun tidak diamalkan tentunya akan percuma juga.
Setidaknya dengan BANYAKNYA JAMINAN ALLAH dan RASULULLAH akan balasan SEDEKAH memberikan motivasi bagi kita mendapatkan rezeki yang diridhoi Allah SWT.

Mulailah perbanyak sedekah terutama sedekah harta, shalat dhuha minimal 8 rakaat tiap hari, dan jangan lewatkan berkomunikasi langsung dengan Allah dengan Tahajud.

Umat Islam Indonesia perlu meniru semangat kaya yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad. Pasalnya, Indonesia sebagai negeri kaya akan hasil alam dengan mayoritas penduduk beragama Islam, namun mayoritas penduduknya terbelit masalah miskin.

“Mengapa tidak kaya? Ya sebab bahasa tubuh yang dimiliki bangsa kita adalah bahasa tubuh orang miskin

Sahabat Fillah… 
Kembali kami mengundang Sahabat Darul Aytam untuk menghadiri Majelis Darul Aytam yang Insya Allah akan di laksanakan pada setiap Kamis Malam Jumat
Jam 17.00-20.30,
Tempat : Alhambra Room, lantai I , Menara 165
Jalan Tb.Simatupang Kav I , Cilandak Timur Jakarta Selatan

——————————————
Ayo ulurkan tanganmu membantu Rumah Yatim Darul Aytam salurkan
Zakat, Infaq dan Shadaqah Anda ke :
Rekening Rekening Bank Mandiri 1570003191518 an Drs.SETIAWAN S. BACKRIE Q.q Yayasan Darul Aytam,Rekening BCA : 7650412197an Drs.SETIAWAN S.BACKRIE Q.q Yayasan Darul Aytam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s