BBM NAIK LAGI, MASYARAKAT MENJERIT

galang rambu anarki anakku
lahir awal januari menjelang pemilu
galang rambu anarki dengarlah
terompet tahun baru menyambutmu
galang rambu anarki ingatlah
tangisan pertamamu ditandai bbm
membumbung tinggi (melambung)
Reff:
maafkan kedua orangtuamu
kalau tak mampu beli susu
bbm naik tinggi
susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi

mungkin bayi kurang gizi (anak kami)
galang rambu anarki anakku
cepatlah besar matahariku
menangis yang keras, janganlah ragu
tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
doa kami di nadimu

————————–

Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan mulai April 2012 mendatang akan langsung memberi dampak terhadap masyarakat miskin atau kelompok masyarakat menengah ke bawah. Sebab, harga angkutan transportasi dan sembilan kebutuhan pokok akan naik dan bakal mengurangi daya beli masyarakat miskin. Kenaikan harga BBM, yang repot pasti dari keluarga pas-pasan dan penghasilannya tak menentu setiap harinya. Belum lagi, kebutuhan sehari-hari sembilan bahan makanan pokok yang harganya naik,

Wahai Para Penguasa Ingatlah Peringatan Allah dan Rasul-Nya

“Di dalam harta mereka, terdapat hak bagi orang miskin yang meminta-minta yang tidak mendapatkan bahagian.” (Qs. adz-Dzariyat [51]: 19).

Rasulullah Saw juga bersabda:

“Siapa saja yang menjadi penduduk suatu daerah, di mana di antara mereka terdapat seseorang yang kelaparan, maka perlindungan Allah Tabaraka Wata’ala terlepas dari mereka.” [HR. Imam Ahmad].

“Tidaklah beriman kepada-Ku, siapa saja yang tidur kekenyangan, sedangkan tetangganya kelaparan, sementara dia mengetahuinya.” [HR. al-Bazzar].

Islam telah mengatur cara mengatasi maslah ini yaitu dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, kaum Muslim secara individu membantu orang-orang yang miskin. Kedua, negara mewajibkan dharibah, pajak kepada orang-orang kaya, hingga mencukupi kebutuhan untuk membantu orang miskin. Jika, dalam jangka waktu tertentu, pajak tersebut tidak diperlukan lagi, maka pemungutannya oleh negara harus dihentikan. Demikian juga dengan BBM seharusnya ada pembedaan bagi Masyarakat Kaya dan Miskin.,. agar tercapai keadilan sosial yang sebenarnya..

Kenaikan harga BBM menurut sama sekali tak mempengaruhi masyarakat menengah ke atas. Sebab, mereka masih punya daya beli terhadap kebutuhan makanan maupun transportasi. “Kalau masyarakat menengah ke atas bempernya (daya beli) masih kuat, tapi yang miskin tak bisa apa-apa dan menjerit kalau harga BBM naik. Kenaikan harga BBM ini juga bisa mempengaruhi jumlah angka kemiskinan nantinya.
Selain berdampak terhadap masyarakat menengah ke bawah, kenaikan harga BBM dapat juga menghambat pertumbuhan perekonomian bila terjadi lonjakan angka inflasi.  Kalau tidak dicegah lonjakan inflasi , akan terjadi kontraksi dan menghambat pertumbuhan perekenomian.

“Kenaikan BBM hanya akan menambah jumlah rakyat yang masuk dalam kategori miskin dan mereka yang masuk kategori miskin akan jatuh pada kategori sangat miskin Kebijakan kenaikan BBM, hanya jalan pintas yang diambil pemerintah dari sekian banyak pilihan kebijakan. Terlebih lagi, survei terbaru yang dilaksanakan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI), penolakan terhadap kebijakan BBM sangat besar mencapai 86,6 persen. Ini angka yang cukup besar atas penolakan suatu kebijakan. Pemerintah harus berani cari solusi lain, jangan hanya berpikir jalan pintas.

Fakta memperlihatkan bahwa 40 persen keluarga Indonesia berpenghasilan di bawah rata-rata dan 20 persennyagolongan yang rentan terhadap kemiskinan. Maka jika BBM naik, menurutnya, hanya 18,5 juta Kepala Keluarga (KK) atau 74 juta jiwa saja yang dapat BLSM. Jumlah ini hanya sekitar 30 persen dari masyarakat berpenghasilan di bawah rata-rata. Lalu bagaimana dengan 10 persen lagi masyarakat Indonesia yang berpenghasilan di bawah rata-rata dan 20 persen (12,4juta) masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan. Pasti mereka semakin terpuruk.

Karena itu, jika pemerintah serius menggunakan BLSM sebagai kompensasi atas kenaikan BBM, maka berdasarkan data tersebut, jumlah yang mendapatkan BLSM seharusnya mencapai 40 persen masyarakat Indonesia, atau sekitar 24, 7 juta KK. Pun dengan nominal rupiahnya mencapai Rp 33,3 triliun untuk BLSM sebesar Rp 150.000 selama 9 bulan.

Jumlah ini ditambah BLSM untuk golongan rentan dengan jumlah Rp 11,16 triliun untuk BLSM sebesar Rp. 100.000 selama 9 bulan. “Totalnya mencapai 44,46 triliun. Artinya, jumlah ini tidak telampau jauh dengan penghematan APBN dari kenaikan BBM yang dicanangkan pemerintah sebesar Rp 51 triliun. Karena itu, pemerintah harus cari jalan lain, karena kompensasi BLSM yang dihitung pemerintah masih jauh dari sasaran.

Alasannya lain, janji pemerintah yang tidak kunjung terealisasi untuk membangun infrastruktur sebagai kompensasi kenaikan BBM. Padahal, tegasnya, infrastruktur berperan penting dalam menciptakan sistem transportasi massal yang murah dan nyaman bagi masyarakat sehingga konsumsi BBM bisa dihemat. Kebijakan kenaikan BBM tahun ini adalah bukti bahwa pemerintah gagal membangun infrastruktur dan transportasi publik yang nyaman dan menarik masyarakat.

Selama 7 tahun ini, pemerintah selalu berdalih bahwa kenaikan BBM akan dikompensasi dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Nyatanya jauh panggang dari api. Padahal, infrastruktur berperan penting dalam pembangunan transportasi umum yang nyaman sehingga masyarakat beralih dari mobil pribadi ke transportasi umum dan bisa menghemat konsumsi BBM..

Selamat Menikmati BBM Naik Tinggi..                                          Mudah-MUdahan susu tetap terbeli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s