KISAH KALUNG FATHIMAH AZZAHRA

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang DIA kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah 261)

 

Suatu ketika setelah menunaikan shalat berjamaah dan berkumpul dalam majelis ilmunya Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam kedatangan tamu seorang musafir yang telah kehabisan bekal. karena di rumah beliau tidak ada sesuatu yang layak diberikan, maka beliau minta tolong sahabat Bilal agar mengantar tamu itu kerumah putri Beliau, yaitu Fathimah Azzahra Radiyallahu Anha.

Dirumah  Fathimah Azzahra Radiyallahu Anha, rupanya juga tidak ada sesuatu yang layak dimakan. Tetapi dengan keimanan dan keyakinan yang penuh kepada Allah Azza Wa Jalla dan ketaatannya kepada Ayahandanya Muhammad  Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam Maka dengan senang hati, tulus dan ikhlas, Fathimah memberinya kalung warisan dari sang Ibunda Khadijah Ummul Mukminin,  Fathimah berkata: “Ambillah kalung ini dan juallah, mudah-mudahan harganya cukup untuk memenuhi keperluanmu”.

Oleh si tamu, kalung itu dijual ke Ammar bin Yasir, salah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam….                        Berapa hendak kamu jual kalung itu?” tanya Ammar bin Yasir. “aku akan menjualnya dengan roti dan daging, sekedar untuk mengenyangkan perutku, sebuah baju penutup tubuhku dan uang satu dinar untuk menemui istriku” kata si tamu tadi.

Ammar berkata: “Baiklah, aku membeli kalung itu dengan harga 20 dinar, ditambah 200 dirham, ditambah sebuah baju, serta seekor unta agar engkau dapat menemui istrimu”.

Setelah itu Ammar berkata pada budaknya, Asham: “Wahai Asham, pergilah sekarang menghadap Rasulullah , katakan bahwa aku menghadiahkan kalung ini dan juga engkau kepadanya. jadi mulai hari ini kamu bukan budakku lagi tetapi budak Rasulullah . Ternyata, Rasulullah pun berbuat sebagaimana  Ammar. Beliau menghadiahkan kalung itu dan juga Asham kepada putri kesayangannya Sayyidah Fathimah Azzahra.

Fathimah Azzhra begitu berbahagia menerima hadiah dari ayahandanya, sekalipun dia tahu bahwa kalung ini semula memang miliknya. Dia sadar, ternyata kebaikannya yang hanya sekedar memberi kalung mendapat balasan berlebih dari ALLAH Arrazaq sang Maha Pemberi Rizqi. Lalu dia berkata kepada Asham: “Wahai Asham, engkau sekarang bebas dari perbudakan dan menjadi manusia merdeka, aku melakukan semua ini karena ALLAH Azza Wa Jalla semata”.

Mendengar perkataan Fathimah Azzahra, Asham tertawa gembira.  Fathimah pun menjadi heran dan bertanya; ” Wahai Asham, mengapa engkau tertawa seperti itu?”, Aku tertawa karena kagum dan takjub akan berkah dari sedekahmu dengan kalung itu. Ia telah mengenyangkan orang yang lapar, Ia telah menutup tubuh orang yang telanjang, Ia telah memenuhi hajat seorang yang fakir dan akhirnya ia telah membebaskan seorang budak”, jawab Asham.

Mudah-mudahan kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua, bahwa kedermawanan adalah akhlaq yang mulia, seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah dan Putrinya Fathimah Azzahra yang begitu mulia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s