TIADA MANUSIA YANG SEMPURNA

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-Tin : 4) lalu disempurnakan penciptaannya dengan diberikannya ruh pada manusia. Kemudian manusia diberikan fasilitas-fasilitas yang membuat ia lebih sempurna dan istimewa dari makhluk-makhluk lainnya. Selain itu manusia juga diberi kemampuan untuk menaklukkan alam.

Bangga? Sudah tentulah kalau kita berbangga diri, mana ada sih makhluk yang diberi keistimewaan seperti manusia. Setan aja iri! Tapi tunggu dulu, jangan terlalu bangga, karena sebagai makhluk Allah kita juga ternyata dikaruniai potensi kelemahan-kelemahan dalam diri kita. No body perfect, tidak ada seorang pun manusia yang sempurna.

Kelemahan-kelemahan manusia yang diabadikan dalam Al-Qur’an antara lain : suka membantah “Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (QS. Al-Kahfi : 54) bersifat lemah. “dan manusia dijadikan bersifat lemah” (QS. An-Nisa : 28) zalim dan bodoh. “Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (QS. Al-Ahzab : 72) senang bermaksiat. “Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus” (QS. Al-Qiyamah : 5) mencintai kehidupan dunia. “Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia” (QS. Al-Qiyamah : 20) melampaui batas.

“Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (QS. Al-Alaq : 6) malas berbuat baik. “dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir” (QS. Al-Ma’arij : 21) senang berkeluh kesah dan gelisah. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir” (QS. Al-Ma’arij : 19) tergesa-gesa. “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa” (QS. Al-Anbiya : 37) Pelit. “Dan adalah manusia itu sangat kikir” (QS. Al-Isra : 100) Tuh kan … ternyata berderet banget sifat-sifat jelek yang sudah berpotensi melekat dalam diri kita.

Jadi jangan sombong, mentang-mentang kita dikasih wajah yang cantik lalu merasa kitalah makhluk yang super segalanya. Nggak ada gunanya wajah yang cantik kalau tidak mampu memanfaatkan potensi positif yang ada dalam diri kita untuk menekan potensi negatifnya
“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan” (QS. As-Syams : 8)

Setiap manusia diberi dua potensi, yakni baik dan buruk atau fujur dan takwa. Terserah kita ingin jadi baik atau buruk tak ada yang melarang. Asal kamu tahu aja, Allah menciptakan manusia tidak asal jadi saja alias iseng seperti kita melempari batu dari atas bukit. Tapi Allah mempunyai tujuan khusus yaitu untuk beribadah kepada-Nya dan untuk menjadi pemimpin di muka bumi.

Jadi jangan main-main. Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya terhadap apa yang dipimpinnya.

Dibalik itu semua, sebetulnya Allah telah memberikan kebebasan pada kita. Jadi, mau Beriman atau mau kafir  silahkan saja! Allah Yang Maha BesarLagi Maha Kaya, Pemilik Alam semesta ini tidak  akan rugi, hanya saja kamu harus siap menanggung segala konsekuensinya dari pilihan kamu tersebut. Namun demikian, sebenarnya potensi buruk kita itu bisa kita tekan dan kita kembangkan potensi baiknya. Karena konsekuensi yang akan kita terima adalah konsekuensi yang berat, abadi dan kekal. Surga atau neraka.

Yang harus kita ingat, hidup bukan hanya sekarang aja, tapi kehidupan akhirat lebih abadi. Makanya ayo gali potensi positif dala dirimu untuk menyempurnakan ibadah kita kepada Allah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s