KISAH TENGGELAMNYA KAPAL TITANIC DALAM ALQUR’AN

 

لَقَدۡ كَانَ فِى قَصَصِہِمۡ عِبۡرَةٌ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ‌ۗ مَا كَانَ حَدِيثً۬ا يُفۡتَرَىٰ وَلَـٰڪِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِى بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يُؤۡمِنُونَ . سُوۡرَةُ یُوسُف ١١١

Firman Allah Yang bermaksud:
“Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) ia bukanlah cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab agama yang terdahulu daripadanya dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mau) beriman”.

Dua puluh lima tahun pula sejak ditemukan lokasi karamnya kapal pesiar mewah asal Southhampton ini, belum ada satu penelitian pun yang menelaah secara ilmiah. Tim History Channel, didukung para ilmuwan, arkeolog, dan ahli pencitraan sonar menengok ulang lokasi tenggelamnya Titanic di hamparan Samudera Atlantik. Tak disangka, mereka menemukan puing-puing yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Tentu saja penemuan baru tersebut dapat membantu menguak misteri tenggelamnya kapal yang dijuluki ‘unsinkable’ (tak bisa tenggelam) ini.

Yang menakjubkan lagi, lewat bantuan teknologi sonar yang canggih, seluruh serpihan tersebut direkonstruksi dan dicitrakan ulang hingga membentuk Titanic hologram, sesuai ukuran aslinya, di dalam sebuah hanggar besar.

Penemuan tersebut didokumentasikan History Channel secara apik dalam ‘Titanic: Mystery Solved’.

“Cerita tenggelamnya kapal Titanic telah memukau jutaan orang di seluruh dunia dan diabadikan dalam film tersukses sepanjang sejarah. Masalahnya adalah film tersebut hanya menceritakan kejadian dari sisi kemanusiaan saja. Apa yang mau kami lakukan adalah menengok ulang tragedi ini dari sudut pandang ilmiah dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada malam 14-15 April 1912,Image

 

 

Kejadian tenggelamnya kapal Titanic adalah sebuah catatan sejarah manusia yang akan terus melegenda. Hingga manusia juga melegendakannya dalam film Titanic. Kapal ini telah diklaim sebagai kapal yang tidak akan tenggelam. Akan tetapi ternyata sang pengatur alam semesta berkehendak lain hingga akhirnya menenggelamkan kapal ini beserta kesombongan manusia.

Apakah kejadian ini ada di dalam Al-Quran? mungkin ya, mungkin juga tidak.

Ada beberapa ayat yang sepertinya berhubungan dan menggambarkan kisah kapal Titanic ini.

Pada halaman itu dikisahkan juga detik-detik kejadian pada saat kapal Titanic itu menabrak gunung es terapung yang akhirnya mengakibatkan kapal Titanic tenggelam.

Berikut saya kutip pada saat artikel ini ditulis dari wiki berbahasa Indonesia:

Pada pukul 23:40 waktu setempat ketika berlayar di selatan Grand Banks di Newfoundland, pengawas Fredrick Fleet dan Reginald Lee melihat bongkahan gunung es yang besar tepat di depan kapal. Fleet membunyikan loceng kapal sebanyak tiga kali dan menelepon dek pengawal memberitahu, “Gunung es, tepat di depan!” Opsir Pertama Murdoch langsung mengarahkan kemudi ke sisi kiri dan mengurangi kecepatan, kemudian mundurkan mesin kapal.

Perhatikan cetak tebal yaitu menit yang menunjukkan waktu kapal tepat pada saat pengawas melihat bongkahan gunung es terapung.

Maka pada menit-menit berikutnya:

Tabrakan ternyata tidak dapat terelakkan, dan gunung es terapung tersebut bergesekan dengan bagian lambung kanan kapal, dan merobek badan kapal di empat bagian pertama dan mematahkan paku baja di bagian bawah kapal yang tertutup permukaan air sepanjang sekitar 91 m (300 kaki). Pintu kedap air baru berhasil menutup rapat saat air sudah keburu memasuki lima bagian kedap air pertama, lebih satu bagian dari apa yang dapat ditahan Titanic agar tidak tenggelam. Berat lima bagian kedap air yang dimasuki air menarik kapal ke bawah melebihi ketinggian dinding kedap air, kemudian air memasuki bagian lain. Kapten Smith, merasakan guncangan hantaman itu, sesampainya ke dek pengawal dan memerintahkan berhenti sepenuhnya. Setelah pemeriksaan oleh pegawai kapten dan Thomas Andrews, sadar bahwa Titanic akan tenggelam, dan setelah tengah malam pada 15 April, perahu penyelamat untuk disiapkan dan panggilan darurat diberitahukan.

Pada menit-menit berikutnya itulah yaitu saat tertabraknya Kapal RMS Titanic dengan gunung es terapung hingga mengakibatkan kapal Titanic tenggelam dan kematian lebih dari 1500 orang. Hal inilah yang sepertinya digambarkan dalam Al-Quran:

QS. Yaasiin (36) : 41-44
41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

Kapal ini digambarkan penuh muatan mungkin seperti kapalnya Nabi Nuh A.S.
Untuk Kapal Titanic, Allah SWT ternyata berkehendak, “Kami tenggelamkan mereka”, maka tenggelamlah kapal Titanic beserta sebagian besar penumpangnya. Tetapi Allah juga berkehendak, “Kami selamatkan mereka”, sehingga ada juga penumpang yang selamat yaitu sebagian besar wanita dan anak-anak:

Hampir dua jam setelah Titanic tenggelam, RMS Carpathia tiba di tempat kejadian dan mengambil perahu penyelamat pertama. Dalam beberapa jam kemudian, mereka yang masih hidup diselamatkan. Di geladak Carpathia, doa khusyuk yang singkat untuk yang mereka yang terselamatkan dan untuk memperingati mereka yang tewas diadakan, dan pada pukul 08:50 AM, Carpathia menuju ke New York, dan sampai pada tanggal 18 April.

Artinya: “Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya; dan awan yang mengandung hujan; dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah; dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan”. (QS: 051: 3)

 
 
Tepatnya pada tanggal 14 april, tanggal ini merupakan tanggal berkabungnya sebagian anak manusia khusunya manusia yang ada di negeri eropa sana. Sebab pada bulan dan tanggal inilah kapal pesiar yang masyhur dengan sebutan “TITANIC”. Nah sehubungan dengan peristiwa ini, adak hikmah yang besar dibalik semua ini bahkan jauh sebelumnya Al-qur’an telah menjelaskan hal-hal yang berkaitan peristiwa semacam ini, namun sangat sedikit manuisa yang menyadari akan hal ini.
 

KISAH KAPAL-KAPAL YANG MENJADI IKHTIBAR

Sebelum melangka lebih lanjut , hayatilah ayat di atas, umat muslim telah yakin bahwa semua telah diatur oleh sang  pencipta  (Allah) sampai hal sekecil dzarrahpun telah diatur oleh Allah SWT.” kapal-kapal yang berlayar dengan mudah” Itulah sepenggal ayat yang terdapat In the Holy quran. Ayat ini sebagai bukti bahwa kapal-kapal yang berlayar semuanya sudah diatur oleh Allah. Yah kapal lah yang menenggalamnya kurang lebih 1517 jiwa penumpang kapal yang diberi nama Titanic dan kapal pulah lah yang menyelamatkan umat Nabi Nuh, serta Allah menenggalamkan umat Nabi Nuh, saat mereka menuduh Nabi Nuh sebagai orang gila dikarenakan mebuat kapal di atas bukit tinggi. Dalam sastra Allah disebutkan Juga Tuhanmu adalah yang menjalankan kapal-kapal di lautan untukmu…” (QS: 17:  66), masih banyak lagi ayat yang menerangkan hal ini dan sekaligus bukti bahwa Allah yang mengatur segala sesuatu. Masih banyak ayat yang menjelaskan bahwa Allah lah yang memperjalankan kapal-kapal di laut. 

 
Kapal Nabi Nuh, Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera (Kapal) di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. QS.Al-mukminun Ayat 27).
 
Begitulah Allah  menggambarkan sejarah kisah Nabu Nuh melalui al-Qur’an sebagai bukti bahwa kitab suci ini bukanlah buatan tangan manusia dan benar-benar wahyu dari Allah SWT sehingga kisah masa lampau dan akan datang telah tergambar dalam al-quran. Dengan kapal yang dibuat Nabi Nuh mampu mengangkut pengikut-pengikut Nuh dan sepasang dari tiap-tiap jenis binatang yang ada pada zaman itu termasuk jenis-jenis dinosaur raksasa, menunjukkan betapa besarnya bahtera itu.
 “Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal (QS: 26: 119-120)
 
Sebungan dengan kapal “TITANIC” pada tanggal: 14 April 1912, kapal pesiar kebanggaan industri perkapalan dunia itu bertolak dari pelabuhan international Southampton – Inggris dalam pelayaran eksklusif perdananya membawa kaum-kaum bangsawan dan tokoh-tokoh elit dunia serta bourjois lainnya, setidaknya demikian menurut pengakuan mereka. Dengan kapal raksasa ini yang penuh dengan berbagai fasilitas mewah bahkan kapal pesiar ini bagaikan hamparan bumi yang dilengkapi dengan bioskop, pesta pora, dan lain sebagainya. Maka wajarlah jika para awak kapal pesiar ini merasa sombong dikarenakan sudah dirancang sedemikian rupa sehingga ombak apapun yang datang tak akan pernah menenggalamkan ‘’TITANIC’. Sesuai dengan namanya titanic berarti raksasa. Bahkan sejarah mencatat bahwa salah satu dari awak kapal mengatakan tuhan pun tak akan mampu menenggelamkan kapal ini. Hati mereka telah dibutakan oleh ketakaburan bahwa segala hal yang ada di bumi ini tak ada kekuasaan satupun yang paling kuat kecuali kekuasaan Allah SWT. Maka Allah menenggalamkan kapal “TITANIC” beserta ribuan penumpangnya akibat kesombongan mereka, Titanic tenggelam karena menabrak gunung es hingga terbelah menjadi dua dan menewaskan kurang lebih 1517 jiwa.. Nah begitu pula dengan kisah Nabi Nuh saat mengajak Qon’an anak Nabi Nuh untuk ikut naik ke kapal, namun qon’an mengatakan saya akan naik ke bukit tinggi. Padahal Nabi Nuh telah menjelaskan bahwa bumi akan banjir dan semuanya akan rata dengan air, qon’an tak percaya hal itu maka sebagai buah ketakaburanya ahirnya nyawanya melayang seperti melayangnya  ribuan nyawa penumpang kapal titanic.
 

Hiingga 1 abad genap peristiwa titanic mengingatkanku untuk mengolah menjadi tulisan dikarenakan disampingku terlihat hamparan laut athlantik tempat kapal tersebut tenggelam. Apapun profesi kita dan agama kita jauhkanlah sifat takabur baik saat menjawab soal-soal UN dan lain sebagainya.

 

Allah memberikan kesenangan hidup kepada mereka yang diselamatkan sampai waktu kematian mereka yang ditentukan.

Untuk kita semua terutama untuk penulis diingatkan: Hanya dengan rahmat yang besar dari Allah lah kita bisa diselamatkan di darat, di udara maupun di lautan. Mintalah pertolongan dan perlindungan hanya kepada-Nya dalam setiap perjalanan hidup, jangan lalai dari pada-Nya, jangan sombong dan bertawakal lah hanya kepada Allah SWT.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Iklan

AYAT-AYAT ALKITAB YANG BERTENTANGAN

    1. Kejadian 19:30-38 Lot mabuk dan menghamili dua orang putri kandungnya sendiri, dan memiliki anak hasil incest; VERSUS
      2Petrus 2:7 Lot adalah orang yang benar, tidak mengenal hawa nafsu setan, dan taat pada Hukum.
    1. Kejadian 35:10 Tuhan berfirman “Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel”
      Kejadian 46:2 Tuhan masih menyebut Yakub bin Ishaq sebagai Yakub, bukan Israel.
    1. Matius 2:1, Yesus dilahirkan pada rejim Herodes, jadi Yesus lahir paling telat tahun 4 SM).
      Lukas 1:36 dan Lukas pasal 3, Yesus berumur 30 tahun pada tahun ke 15 rejim Tiberius. Artinya Yesus lahir tahun 2 SM.Penjelasan lebih detail http://datakristen.blogspot.com/2007/08/kelahiran-yesus-dan-sensus-quirinius.html
    1. Kisah 9:7 (mendengar suara, tidak melihat) Versus Kisah 22:9 (tidak mendengar suara, melihat cahaya).
    1. Matius 11:13-14, 17:13 (Elias adalah Yohanes si Pembaptis) VERSUS Yohanes 1:21 (Elias adalah bukan Yohanes si Pembaptis).
    1. Lukas 3:21-31 + Roma 1:3 (ada 41 orang antara Yesus hingga Daud) VERSUS Matius 1:6-16 + Roma 1:3 (ada 26 orang antara Yesus dan Daud).
    1. Matius 21:12-18 Yesus pergi ke kuil sebelum melihat pohon Ara
      Markus 11:12-15 Yesus ke kuil setelah melewati pohon Ara.
    1. Matius 27:32, Lukas 23:26, Markus 15:21 (Simon lah yang membawa Salib) VERSUS Yohanes 19:17 (Yesus lah yang membawa salib).
    1. Markus 15:23 (memberi anggur bercampur mur untuk diminum) VERSUS Matius 27:34 (memberi anggur bercampur empedu untuk diminum).
    1. 1 Korintus 15:5 (Yesus menampakkan diri kepada 12 orang) VERSUS Matius 28:16 (Yesus menampakkan diri kepada 11 orang).
    1. 1 Tawarikh 7:6 (3 anak) VERSUS 1 Tawarikh 8:1 (lima anak) VERSUS Kejadian 46:21 (10 anak).
    1. Kisah 9:6-7 Paulus rebah dan teman-temannya masih berdiri lalu Paulus menerima perintah yang sangat sederhana. VERSUS Kisah 26:14-18 Paulus dan teman-temannya rebah lalu Paulus menerima khotbah panjang dan perintah yang mendetail.
    1. Matius 20:20-21 (ibu anak-anak Zebedeus membuat permohonan) VERSUS Markus 10:35-37 (anak-anak Zebeduslah yang membuat permohonan ).
    1. Yohanes 5:31 (kesaksianku tidak benar) VERSUS Yohanes 8:14 (rekamanku adalah benar).
    1. Matius 27:11-14 Markus 15:1-5, Lukas 23:1-4 (Yesus hanya berkata “kamu yang mengatakan hal tsb” setelah itu Yesus diam tak berkata apapun). VERSUS Yohanes 18:33-38 (Yesus mengatakan banyak hal dan menjawab banyak pertanyaan secara mendetail).
    1. Tiga riwayat berbeda mengenai ucapan terakhir Yesus.Lukas 23:46: “And when Jesus had cried with a loud voice, he said, “Father, unto thy hands I commend my spirit:” and having said thus, he gave up the ghost.”

      Yohanes 19:30: “When Jesus therefore had received the vinegar, he said, “It is finished:” and he bowed his head, and gave up the ghost.”

      Matius 27:46,50: “And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, “Eli, Eli, lama sabachthani?” that is to say, “My God, my God, why hast thou forsaken me?” …Jesus, when he cried again with a loud voice, yielded up the ghost.”

    1. Diatas bukit atau dibawah bukit?“Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya…” (Matius 5:1-2)

      “Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon….Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Lukas 6:17-20)

    1. Manusia dapat melihat Tuhan (Amos 9:1; Kejadian 26:2; Keluaran 23:33, Keluaran 33:11, Kejadian 32:30,
      Kejadian 12:7, Kejadian 17:1, Kejadian 18:1, Keluaran 3:16, Keluaran 6:2-3, Bilangan 12:7-8, 14:14, Job 42:5, Amos 7:7-8); VERSUS manusia tidak dapat melihat Tuhan (Yohanes 1:18, Keluaran 33:20; 1 Yohanes 4:12; 1 Timotius 6:16)
    1. Bani Israel akan selalu hidup (Maleakhi 3:6) VERSUS Bani Israel akan musnah (Yeremia 6:9-30, Yehezkiel 6:11).
    1. “Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel”. (Matius 27:9)*Jadi Berdasarkan Matius itu adalah penggenapan firman untuk Nabi Yeremia, bukan Zakharia. Kontradiksi dengan Zakharia 11:12-13 yang menyatakan bahwa peristiwa itu adalah untuk Zakharia, bukan Nabi Yeremia!

      “Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serahkanlah itu kepada penuang logam!” —nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN. (Zakharia 11:12-13)

    1. Siapakah pewaris tahta Yosia : Yoahas (2 Tawarikh 36:1) atau Salum (Yeremia 22:11)??
    1. Warna : merah tua atau ungu?“And they stripped him, and put on him a scarlet (MERAH TUA) robe.” (Matius 27:28 KJV)

      “And the soldiers platted a crown of thorns, and put it on his head, and they put on him a purple (UNGU) robe.” (Yohanes 19:2 KJV)

      Dalam mengatasi kontradiksi ini Lembaga Alkitab Indonesia telah mengedit Matius 27:28 menjadi warna ungu, lihat BIS, TB.

    1. Selain Yesus tidak ada orang yang pernah diangkat dari bumi oleh Tuhan (Yohanes 3:13) VERSUS Enoch dan Elijah diangkat oleh Tuhan (Kejadian 5:22-24 + 2 Kings 2:11)
    1. Tuhan tidak pernah menguji manusia (Yakobus 1:13-14) VERSUS Tuhan menguji Abraham (Kejadian 22:1).
    1. Anak menanggung kesalahan nenek moyangnya (Yesaya 14:21) VERSUS Anak tidak menanggung kesalahan nenek moyangnya (Ulangan 24:16)
    1. Seorang perwira berkata langsung kepada Yesus untuk memohon (Matius 8:5) VERSUS Seorang perwira menyuruh tetua Yahudi untuk berkata dan memohon kepada Yesus (Lukas 7:3)
    1. Perhatikan tiga kontradiksi dibawah ini:Matius 26:6-9
      6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
      7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
      8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?
      9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”

      Lukas 7
      36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
      37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
      38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
      39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

      Yohanes 12
      1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
      2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
      3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
      4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
      5 “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

      Beberapa poin kontradiksi diatas adalah sbb:

        1. Di rumah Simon Si Kusta (Matius 26:6-9) VERSUS dirumah seorang Farisi (Lukas 7:36-39) VERSUS dirumah Lazarus (Yohanes 12:1-5)?
        1. Tamu perempuan menemui Yesus lalu membasuhi kepala Yesus (Matius 26:6-9) VERSUS Tamu perempuan menemui Yesus lalu membasuhi kaki dan mencium kaki Yesus (Lukas 7:36-39) VERSUS Tidak ada tamu dan yang membasuhi kaki Yesus itu adalah Maria (Yohanes 12:1-5)?
        1. Pasca pembasuhan maka murid-murid Yesus menegur perempuan (Matius 26:6-9) VERSUS pasca pembasuhan tidak ada orang yang menegur kecuali orang Farisi yang hanya bergumam dalam hati VERSUS Yudas Iskariot lah satu-satunya murid Yesus yang menegur orang yang membasuhi Yesus (Yohanes 12:1-5)?
      1. Kalimat komentar pasca pembasuhan dalam Matius 26:6-9 kontradiksi dengan Lukas 7:36 dan kontradiksi dengan Yohanes 12:5
    1. Dosa Warisan bersumber dari dosa Adam (Roma 5:12) VERSUS Dosa Warisan bersumber dari Hawa, karena Adam tidak berdosa (1 Timotius 2:14).
    1. Matius 28:7,10,16:20, Markus 16:7 Yesus tampak di Galilea VERSUS Kisah 1:4 yang memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan Yerusalem Lukas 24:13-52, Kisah 1:1-12. Yesus tampak di Yerusalem.
    1. Matius 2 (Yesus dilahirkan di Bethlehem. Maria dan Yosep membawa beliau ke Mesir hingga Herodes mati. Kemudian mereka pergi ke Nazareth) VERSUS Lukas 2 (Yesus dilahirkan di Bethelehem. Setelah Maria melahirkan Yesus dan ketika hari penyucian berdasarkan hukum Taurat, mereka membawanya ke Yerusalem. Setelah korban mereka kembali ke Galilea, ke kota Nazareth).
    1. Markus 11 (Yesus berbicara kepada Ahli Taurat pada hari ketiga setelah ia tiba di Yerusalem) VERSUS Matius 21 (Yesus berbicara kepada Ahli Taurat pada hari kedua setelah ia tiba di Yerusalem).
    1. Matius 8 (Yesus mengobat seorang penderita penyakit kusta, kemudian menolong perwira, kemudian mengobati ibu dari istrinya Simon) VERSUS Markus 4,5,7 (mengobati ibu dari istrinya Simon, kemudian mengobati seorang penderita kusta, kemudian barulah menolong perwira).
    1. Matius 20:34 (Yesus mengobati dua orang buta setelah meninggalkan Jericho) VERSUS Markus 10:46-52 (Yesus mengobati satu orang buta yang bernama Bartimaeus setelah meninggalkan Jericho).
    1. Matius 9:18 (Kepala rumah ibadat datang dan berkata bahwa putrinya baru saja mati) VERSUS Markus 5:22-23 (Kepala rumah ibadat datang dan berkata bahwa putrinya hampir mati).
    1. Matius 8:28 (ada dua orang kerasukan setan) VERSUS Markus 5:22 & Lukas 8:27 (ada satu orang kerasukan setan).
    1. Matius 21:2 (“Jesus sent two disciples “Saying unto them, Go into the village over against you, and straightway ye shall find an ass tied, and a colt with her: loose them, and bring them unto me”) VERSUS Markus 11:2 (Jesus said: “…ye shall find a colt tied,…; loose him, and bring him”).
    1. Matius 4 + Markus 1 + Yohanes 1 Ketika Yesus berjalan menyusuri Laut Galilea, ia melihat Simon dan Andrew. Akhirnya mereka menjadi pengikut Yesus. Kemudian Yesus mendapati James bin Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, mereka juga akhirnya menjadi pengikut Yesus. Semua orang tsb sedang memegang jala ketika ditemui oleh Yesus; VERSUSYohanes 1: Di tepi Yordan, Yohanes Si Pembaptis menyatakan Yesus kepada dua orang muridnya, dan mereka akhirnya menjadi pengikut Yesus. Satu dari orang yang mendengar perkataan Yohanes, dan menjadi pengikut Yesus, adalah Andrew, saudaranya Simon Petrus. Andrew menemukan saudaranya Simon, dan membawanya ke Yesus. Yesus menamainya Cephas. Hari berikutnya Yesus pergi ke Galilea, dan menemukan Philip. Lalu Philip menemukan Nathanael. Tak ada seorang pun dari murid-murid Yesus sedang memegang jala ketika ditemui oleh Yesus.
    1. Matius 3:13-16 (Yesus dibaptis oleh Yohanes kemudian langit terbuka dan seekor merpati turun) VERSUS Yohanes 1:32-34 (Langit terbuka dan seekor merpati turun kemudian Yesus dibaptis oleh Yohanes)?
    1. Markus 7:32-33 (Masyarakat membawa satu orang tuli kepada Yesus untuk disembuhkan, lalu Yesus dan satu orang tuli tsb memisahkan dari masyarakat, akhirnya satu orang tuli itu pun sembuh) VERSUS Matius 15:29-31 (Masyarakat membawa banyak pesakitan, seperti orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu, dan pesakitan lainnya kepada Yesus agar diobati, kemudian mereka yang berpenyakit tsb akhirnya sembuh).
    1. Matius 27:38-44 + Markus 15:32 (Dua orang pencuri yang disalib mengejek) VERSUS Lukas 23:39-43 (Hanya satu orang pencuri yang disalib yang mengejek, sedangkan satu orang pencuri yang disalib justru menegur si pengejek, akhirnya si penegur dijanjikan surga oleh Yesus).
    1. Matius 4:5-8 (Iblis membawa Yesus ke puncak kuil, kemudian barulah ke gunung yang tinggi) VERSUS Lukas 4:5-9 (Iblis justru membawa Yesus ke gunung yang tinggi, kemudian barulah ke puncak kuil).
    1. Yohanes 2:18-19 (Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”) VERSUS Matius 26:59-63 (“Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: “Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tetap diam.”)
    1. Matius 15:22 (perempuan Kanaan) VERSUS Markus 7:26 (Perempuan Yunani dari bangsa Syrophenician).
    1. Detik-detik penangkapan Yesus berbeda dalam Matius 26:48-50 VERSUS Yohanes 18-3-12
    1. Roma 3:28 (“Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”) VERSUS Yakobus 2:14,20 (“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?…..bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”)
    1. Roma 4:2, Roma 5:12, Roma 5:14, 1 Korintus 15:20 (Semua manusia mewarisi dosa Adam) VERSUS Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Yeremia 31:29-30, Yehezkiel 18:1-9 (Anak tidak mewarisi dosa Ayah, Tidak ada dosa warisan yang dibebankan kepada anak cucu).
    1. Kejadian 6:7 + 1 Samuel 15:11 + 1 Samuel 15:35 (Allah menyesali atas tindakan-Nya) VERSUS Bilangan 23:19 (menyesal itu bukanlah sifat Allah).
    1. Pada Kejadian 2:17 + Kejadian 3:3 diceritakan bahwa Allah berdusta kepada Adam untuk tidak memakan buah tsb karena nanti Adam akan mati, padahal Kejadian 3:22 menyatakan bahwa yang memakan buah tsb akan beroleh hidup kekal. Kesimpulannya dalam Kejadian 2:17 + Kejadian 3:3 itu Allah telah berdusta. VERSUS Bilangan 23:19 yang menyatakan bahwa Allah tidak pernah berdusta.
    1. 2 Samuel 8:4 (700 kavaleri) VERSUS 1 Tawarikh 18:4 (7000 kavaleri).
    1. 1 Tawarikh 21:12 (3 tahun kelaparan) 2 Samuel 24:13 (tujuh tahun kelaparan)
    1. Ulangan 2:19 + Ulangan 2:37 (Musa melarang orang Yahudi memasuki tanah Ammon) VERSUS Yoshua 13:24-25 (Musa memberikan tanah Ammon kepada orang Yahudi sebagai warisan).
    1. 2 Samuel 24:9 (800.000+500,000) 1 Tawarikh 21:5 (1.100.000+470.000)
    1. 2 Tawarikh 36:9 (8 tahun 3 bulan 10 hari) VERSUS 2 Raja-raja 24:8 (18 tahun 3 bulan)
    1. 2 Samuel 10:18 (700 kereta kuda & 40.000 kavaleri) VERSUS 1 Tawarikh 19:18 (7000 kereta kuda & 40.000 infanteri)
    1. 1 Raja-raja 7:26 (2000 bath) VERSUS 2 Chronicles 4:5 (3000 bath)
    1. 2 Samuel 6:23 (Michal tidak mempunyai anak) 2 Samuel 21:8 (Michal memiliki lima orang anak)
    1. Kejadian 6:3 (manusia diberi umur maksimal 120 tahun oleh Tuhan) VERSUS Kejadian 5:5 (Adam dianugerahi umur 930 tahun).
    1. 2 Tawarikh 9:25 (4.000 kandang) 1 Raja-raja 4:26 (40,000 kandang)
    1. Yesaya 40:28 (Allah tidak mengenal lelah) VERSUS Keluaran 31:17 (Allah perlu istrahat setelah bekerja)
    1. Genesis 1: (Tuhan menciptakan tanaman, kemudian hewan, kemudian Adam dan Hawa) Genesis 2: (Tuhan menciptakan Adam, kemudian tanaman, kemudian hewan, kemudian Hawa).
    1. 2 Samuel 5 + 2 Samuel 6 (Daud membawa peti setelah memerangi Filistin) VERSUS 1 Samuel 13 + 1 Samuel 14 (Daud membawa peti sebelum memerangi Filistin).
    1. Kejadian 6:19-20 (Nuh membawa semua spesies hewan masing-masing hanya satu pasang jantan betina dan membawa burung dan hewan melata) VERSUS Kejadian 7:2-3 (Nuh membawa tujuh pasang jantan betina hewan yang tidak haram dan membawa tujuh pasang jantan betin burung
    1. 2 Samuel 8:1 (Daud mengambil alih Methegammah dari tangan Filistin) VERSUS 1 Tawarikh 18:1 (Daud mengambil alih Gath dari tangan Filistin)
    1. 2 Samuel 8:8 (“And from Betah, and from Berothai, cities of Hadadezer, king David took exceeding much brass”) VERSUS 1 Chronicles 18:8 (“Likewise from Tibhath, and from Chun, cities of Hadarezer, brought David very much brass”).
    1. 2 Samuel 8:12 (“Of Syria, and of Moab, and of the children of Ammon, and of the Philistines, and of Amalek”) VERSUS 1 Tawarikh 18:11 (“from Edom, and from Moab, and from the children of Ammon, and from the Philistines, and from Amalek.
    1. 2 Samuel 8:13 (“And David gat him a name when he returned from smiting of the Syrians in the valley of salt, being eighteen thousand men”). 1 Tawarikh 18:13 (“And he put garrisons in Edom; and all the Edomites became David’s servants”).
    1. 2 Samuel 8:17 (“and Seraiah was the scribe”) VERSUS 1 Tawarikh 18:16 (“and Shavsha was scribe”)
    1. Kejadian 11:12 Arpachshad (Arphaxad) mempunyai anak kandung bernama Salah (Sala) VERSUS Lukas 3:35-36 Cainan adalah bapaknya Shelah. Arpachshad (Arphaxad) adalah kakeknya Salah (Sala).
    1. Yesaya 40:26 (Tuhan Maha Kuasa dan Maha Kuat) VERSUS Hakim-hakim 1:19 (Tuhan tidak kuasa mengalahkan penduduk yang ada di lembah karena mereka memiliki kereta besi).
    1. Imamat 21:7,14 (Tuhan melarang pria menikahi wanita pezina) VERSUS Hosea 1:2 (Tuhan memerintahkan kepada Hosea agar menikahi wanita pezina)
    1. Bilangan 33:38-42 (Harun meninggal di Gunung Hor. Setelah Harun meninggal, bani Israel melanjutkan perjalanan dari Gunung Hor, ke Zalmonah, ke Punon) VERSUS Bilangan 10:6-7 Harun meninggal di Mosera. Setelah Harun meninggal, bani Israel melanjutkan perjalanan dari Mosera, ke Gudgodah ke Jotbath).
    1. Judges 4:21 (Sisera sedang tidur ketika dibunuh) VERSUS Judges 5:24-27 Sisera sedang berdiri ketika dibunuh)
    1. Yosua 10:38-40 (Yosua sendirilah yang menaklukkan Debir) VERSUS Judges 1:11-15 (Othniel lah yang menaklukkan Debir)
    1. 2 Samuel 24:24 (Daud membayar 50 shekel perak) VERSUS 1 Tawarikh 21:22-25 (Daud membayar 600 shekel emas).
    1. 1 Kings 5:16 Supervisornya Sulaiman berjumlah 3300) VERSUS 2 Tawarikh 2:2 (Supervisornya Sulaiman berjumlah 3600).
    1. 1Kings 7:15 (18 hasta tingginya) VERSUS 2 Tawarikh 3:15-17 (35 hasta tingginya).
    1. Bilangan 25:9 (24.000) VERSUS 1 Korintus 10:8 (23.000)
    1. Ezra 2:6 (2.812) VERSUS Nehemiah 7:11 (2.818)
    1. Ezra 2:8 (945) VERSUS Nehemia 7:13 (845)
    1. Ezra 2:12 (1222) VERSUS Nehemia 7:17 (2322)
    1. Ezra 2:15 (454) VERSUS Nehemia 7:20 (655)
    1. Ezra 2:19 (223) VERSUS Nehemia 7:22 (328)
    1. Ezra 2:28 (223) VERSUS Nehemia 7:32 (123)
    1. Kisah 9:19-20 (Pasca masuk menjadi agama Kristen, pertama kali Paulus langsung berdakwah di kota Damaskus) VERSUS Galatia 1:16-17 (Pasca masuk menjadi agama Kristen, pertama kali Paulus berdakwah pergi ke tanah Arab dari tanah Arab kembali lagi ke kota Damaskus).
    1. Kisah 9:23-26 (Beberapa hari setelah Paulus memeluk agama Kristen, Paulus hendak dibunuh orang Yahudi di Damaskus, Paulus tahu akan rencana jahat ini, para pengikut Paulus menyelundupkan Paulus dari Damaskus pergi ke Yerusalem. Setelah ia tiba di Yerusalem, Paulus mencoba bergabung dengan murid-murid Yesus) VERSUS Galatia 1:18 (Paulus berkunjung ke Yerusalem setelah tiga tahun ia memeluk agama Kristen)
    1. Roma 3:20 (Mematuhi Hukum Taurat tidak disebut sebagai orang yang benar) VERSUS Galatia 6:2 (orang yang mematuhi Hukum Taurat adalah orang yang benar).
    1. Ibrani 13:4 (Pernikahan adalah suatu kehormatan) VERSUS 1 Korintus 7:28 (Pernikahan adalah sesuatu yang mestinya dihindari sebab akan menyusahkan).
    1. 1 Timotius 2:5 (Yesus adalah perantara antara Tuhan dengan manusia) VERSUS Galatia 3:20 (Tidak ada perantara)
    1. Ayub 9:6 (Tuhan mengguncangkan bumi) VERSUS Mazmur 104:5 (Bumi tetap pada posisi dan tidak dapat bergerak)
    1. 2 Samuel 17:25 (Amasa orang Israel) VERSUS 1 Tawarikh 2:17 (Amasa orang Ismael).
    1. Kejadian 20 (Raja Filistin Abimelekh merampas Sarah istrinya Abraham) VERSUS Kejadian 26 (Raja Filistin Abimelekh merampas Ribka istrinya Ishaq) VERSUS kenyataan sejarah bahwa bangsa Filistin belum ada di Palestina di zaman Abraham dan Ishaq. Yang ada di Palestina adalah bangsa Kanaan, bukan bangsa Filistin. Bangsa Filistin baru ada di Palestina pasca eksodus Nabi Musa.
    1. 2 Samuel 24:1 (Tuhan menyuruh Daud memerangi Israel) VERSUS 1 Tawarikh 21:1 (Iblis menyuruh Daud memerangi Israel).
    1. Kejadian 46:21 (anak Benyamin berjumlah 10 orang) VERSUS I Tawarikh 7:6 (anak Benyamin berjumlah 3 orang) VERSUS Bilangan 26:38-39 + 1 Tawarikh 8:1-5 (anak Benyamin berjumlah 5 orang)
    1. Anak Bela berjumlah 5 orang (I Tawarikh 7:7) VERSUS 9 orang (I Tawarikh 8:3-5) VERSUS 2 orang (Bilangan 26:40).
    1. Daud membunuh Goliat (1 Samuel 17:23,50) VERSUS Elhanan lah yang membunuh Goliat (2 Samuel 21:19)
    1. Saul sendiri yang menghunus pedang untuk membunuh dirinya sendiri (1 Samuel 31:4-6) VERSUS orang Amalek yang membunuh Saul? (2 Samuel 1:1-16)
    1. Saul mengenali Daud saat melawan Goliat (I Samuel 16: 19-23) VERSUS Saul tidak mengenali Daud saat melawan Goliat (1 Samuel 17:55-58)
    1. Daud membayar 50 Shekel Perak (2 Samuel 24:24) VERSUS Daud membayar 600 Shekel Emas (1 Tawarikh 21:22-25)
    1. Kisah 9:1-6 + Kisah 26:12-18 (Paulus baru mendapat perintah mengenai apa yang mesti ia lakukan setelah ia tiba di Damaskus) VERSUS Kisah 26:12-18 (Paulus mendapat perintah mengenai apa yang mesti ia lakukan ketika berada dalam perjalanan ke Damaskus).
    1. Kisah 9 (teman-teman Paulus tidak rebah ke tanah, tetapi hanya speechless) VERSUS Kisah 26 (Paulus dkk rebah ke tanah).
    1. Kejadian 2:4, 4:26, 12:8, 22:14-16, 26:25 (Tuhan telah dikenal sebagai “the Lord” [Yahweh atau Jehovah] sebelum kelahiran Nabi Musa) VERSUS (Keluaran 6:2-3 Tuhan pertama kali disebut “the Lord” (Yahweh atau Jehovah) pada saat kenabian Musa)
    1. Kejadian 6:4 Ada manusia raksasa sebelum banjir VERSUS Kejadian 7:21 Semua makhluk hidup dihanyutkan oleh banjir, kecuali yang menumpang di kapal Nabi Nuh VERSUS Bilangan 13:33 Ada manusia raksasa setelah banjir.
    1. Kejadian 7:1+ Ayub 1:1,8 + Ayub 2:3 + Lukas 1:6 (Nuh, Ayub, Zakaria, dan Elisabeth adalah orang yang benar) VERSUS Roma 3:10 Tidak ada orang benar.
    1. Kejadian 11:26 Terah berusia 70 tahun ketika anaknya yang bernama Abraham lahir.
      Kejadian 11:32 Terah berusia 205 tahun ketika ia mati (artinya usia Abraham 135 tahun).
      Kejadian 12:4, AC 7:4 Abraham berusia 75 tahun ketika meninggalkan Haran, ketika Terah baru saja mati. Padahal seharusnya Terah berusia lebih dari 145 tahun ketika ia mati atau Abraham hanya berusia 75 tahun setelah ia hidup selama 135 tahun.
    1. Kejadian 10:5, 20, 31 Ada banyak bahasa sebelum Menara Babel; VERSUS
      Kejadian 11:1 Hanya ada satu bahasa sebelum Menara Babel.
    1. Kejadian 17:7, 10-11 Pentingnya Perjanjian Khitanan untuk selama-lamanya; VERSUS
      Galatia 6:15 Khitanan tidak ada artinya.
    1. Kejadian 36:11 Anak Eliphaz adalah Teman, Omar, Zepho, Gatam, Kenaz; VERSUS
      Kejadian 36:15-16 Teman, Omar, Zepho, Kenaz; VERSUS
      1 Tawarikh 1:35-36 Teman, Omar, Zephi, Gatam, Kenaz, Timna, Amalek.
    1. Keluaran 20:1-17 Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa secara langsung; VERSUS
      Galatia 3:19 Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa, melalui perantara malaikat.
    1. Keluaran 20:4 Tuhan melarang umat-Nya membuat patung dalam bentuk apapun juga; VERSUS
      Keluaran 24:18 Tuhan memerintahkan Nabi Musa membuat dua buah patung cherubim dengan bahan baku emas.
    1. Keluaran 23:7 Tuhan melarang umat-Nya untuk membunuh jiwa yang tak berdosa; VERSUS
      BIlangan 31:17-18, Ulangan 7:2, Yosua 6:21-27, 7:19-26, 8:22-25, 10:20, 40, 11:8-15, 20, Hakim-hakim 11:30-39, 21:10-12, 1 Samuel 15:3 Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk membunuh anak kecil, wanita.
    1. 1 Samuel 17:50 Daud membunuh Goliath tanpa pedang, melainkan dengan ketepel dan batu.
      1 Samuel 17:51 Daud membuh Goliath (lagi?) dengan sebuah pedang.
    1. 1 Samuel 21:1-6 Ahimalech adalah pendeta tertinggi ketika Daud makan roti; VERSUS
      Markus 2:26 Abiathar adalah pendeta tertinggi ketika Daud makan roti.
    1. 1 Raja-raja 3:12 Tuhan menganugerahi Sulaiman sebagai orang bijak dari pada manusia yang pernah ada; VERSUS
      1 Raja-raja 11:1-13 Sulaiman menikahi ratusan wanita asing pagan, menjadi pengikut Dewa pagan, membangun tempat pengorbanan untuk pagan.
    1. 1Raja-raja 9:28 (420 talenta emas); VERSUS
      2 Tawarikh 8:18 (450 talenta emas)
    1. 1 Raja-raja 15:14 Asa did not remove the high places.
      2 Tawarikh 14:2-3 He did remove them.
    1. 1 Raja-raja 16:6-8 Baasha mati di tahun ke 26 pemerintahan Raja Asa.
      2 Tawarikh 16 Baasha mati di tahun ke 36 pemerintahan Raja Asa.
    1. 1 Raja-raja 22:42-43 Jehoshaphat did not remove the high places.
      2 Tawarikh 17:5-6 He did remove them.
    1. 2 Raja-raja 8:25-26 Ahaziah berusia 22 tahun ketika naik tahta; VERSUS
      2 Tawarikh 22:2 Ahaziah berusia 42 tahun ketika naik tahta.
    1. 2 Raja-raja 9:27 Jehu memanah Ahaziah dekat Ibleam. Ahaziah kabur ke Meggido dan mati di Megiddo.
      2 Tawarikh 22:9 Ahaziah bersembunyi di Samaria, kemudian dibawa ke Jehu, dan dibunuh.
    1. 2 Raja-raja 16:5 Raja Syria dan anak Raja Israel tidak dapat menaklukkan Ahaz;
      2 Tawarikh 28:5-6 Mereka menaklukkan Ahaz.
    1. 2 Raja-raja 24:17 Jehoiachin diganti oleh pamannya.
      2 Tawarikh 36:10 Jehoiachin diganti oleh saudaranya.
    1. 1 Tawarikh 3:11-13: Joram, Ahaziah, Joash, Amaziah, Azariah, Jotham.
      Matius 1:8-9: Joram, Uzziah, Jotham, dst.
    1. 1 Tawarikh 3:19 Pedaiah adalah ayahnya Zerubbabel.
      Ezra 3:2 Shealtiel adalah ayahnya Zerubbabel.
    1. Keluaran 12:37 +Bilangan 1:45-46 (Jumlah Lelaki dari sebelas suku Bani Israel berusia dua puluh tahun ke atas adalah 603.550, jadi jika jumlah lelaki segala umur dari suku Lewi + perempuan segala usia dari dua belas suku bani Israel + jumlah pria sebelas suku bani Israel dibawah usia dua puluh tahun dimasukkan kedalam populasi bani Israel pada zaman Nabi Musa, menurut Kristen diperkirakan setidak-tidaknya berjumlah 2.000.000)VERSUS

      1Raja-raja 20:15 Populasi bani Israel seluruhnya berjumlah 7000 orang.

      VERSUS
      Ezra 2:3-64 (Populasi bani Israel pada zaman Raja Nebukadnezer adalah 42.360)
      **Perhatikanlah Populasi bani Israel makin sini makin berkurang. Jadi benarkah kitab Keluaran dan Kitab Bilangan yang menyatakan bahwa eksodus melibatkan setidaknya 2.000.000 orang bani Israel, sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Kristen?
    1. Mazmur 78:69, Pengkhotbah 1:4, 3:14 bumi akan tetap untuk selama-lamanya.
      Mazmur 102:25-26, Matius 24:35, Markus 13:31, Lukas 21:33, Ibrani 1:10-11, 2 Petrus 3:10 Bumi akan hancur.
    1. Yesaya 44:24 Tuhan menciptakan langit dan bumi sendirian.
      Yohanes 1:1-3 Yesus ambil bagian dalam penciptaan.
    1. Yeremia 34:4-5 Zedekia mati secara damai.
      Yeremia 52:10-11 anak-anak Zedekia dibunuh didepan Zedekia, kedua mata Zedekia dicungkil, lalu Zedekia dipenjara hingga mati.
    1. Yehezkiel 26:15-21 Tuhan mengatakan bahwa Tyre akan dihancurkan, tanahnya tidak akan didiami lagi. VERSUS
      Fakta sejarah bahwa Raja Nebukadnezer gagal menaklukkan Tyre. Artinya Tyre masih dihuni.
    1. Daniel 5:2 (Nebukadnezer adalah bapaknya Belshazzar; VERSUS
      Fakta sejarah bahwa Nebonidus lah yang menjadi bapaknya Belshazzar.
    1. Matius 1:20 Malaikat berkata kepada Joseph; VERSUS
      Lukas 1:28 Malaikat berkata kepada Maria.
    1. Matius 2:23 : “And he came and dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, He shall be called a Nazarene.”(Note: Nubuat ini tidak ditemukan di Perjanjian Lama).
    1. Matius 3:11-14, Yohanes 1:31-34 Yohanes tahu benar identitas Yesus sebagai seorang mesias.
      Matius 11:2-3 Setelah pembaptisan, Yohanes mengirim murid-muridnya untuk menanyakan apakah Yesus adalah seorang mesias.
    1. Matius 3:17 Suara dari langit berkata: “This is my beloved Son, in whom I am well pleased.”
      Markus 1:11, Lukas 3:22 Suara dari langit berkata: “Thou art my beloved Son, in whom I am well pleased.”
    1. Matius 4:1-11, Markus 1:12-13 Setelah pembaptisan secara tiba-tiba Yesus digiring oleh ruh menuju gurun untuk diuji selama 40 hari 40 malam dan selama itu pula Yesus tidak makan dan merasa lapar;
      Yohanes 2:1-11 Tiga hari setelah pembaptisan, Yesus, ibunya, dan murid-muridnya menghadiri pesta perkawinan di kota Kana, Galilea, dst.
    1. Matius 5:17-19, Lukas 16:17 Jesus tidak datang untuk menghapus Hukum Taurat.
      Efesus 2:13-15, Ibrani 7:18-19 Jesus menghapus Hukum Taurat.
    1. Matius 7:21, Lukas 10:36-37, Roma 2:6, 13, Yakobus 2:24 Kita dibenarkan oleh perbuatan, bukan oleh iman; VERSUS
      Yohanes 3:16, Roma 3:20-26, Efesus 2:8-9, Galatia 2:16 Kita dibenarkan oleh iman, bukan oleh perbuatan.
    1. Matius 8:28-33 Dua orang yang kemasukan roh diobati Yesus.
      Markus 5:2-16, Lukas 8:26-36 Satu orang yang kemasukan roh diobati Yesus.
    1. Matius 10:2, Markus 3:16-19 Nama 12 murid Yesus adalah: Simon (Petrus), Andrew saudaranya, James (Yakibus) bin Zebedee, John saudaranya, Philip, Bartholemew, Thomas, Matius Si Penarik Pajak, James (Yakobus) bin Alphaeus, Thaddaeus (Labbaeus), Simon Canaanite, and Yudas Iskariot.Lukas 6:13-16 Semua yang tercantum diatas, kecuali Thaddaeus (Labbaeus) yang diganti oleh Yudas bin James (Yakobus).
    1. Bawa tongkat atau tidak: Matius 10:10 (Tidak, jangan bawa tongkat) VERSUS Markus 6:8-9 (Ya, Bawa tongkat).
    1. Matius 10:34 : Yesus tidak membawa damai.
      Yohanes 16:33: Yesus membawa damai.
    1. Matius 11:7-15, 17:12-13 Yesus mengatakan bahwa Yohanes adalah Nabi itu.
      Yohanes 1:21 Yohanes berkata bahwa ia bukanlah Nabi itu.
    1. Matius 12:5 Yesus berkata bahwa dalam Taurat terdapat ayat yang berbunyi : “how that on the sabbath days the priests in the temple profane the sabbath, and are blameless?”(Note: 5 kitab Musa yang dianggap oleh orang Kristen sebagai Taurat tidak menyebut kalimat yang diucapkan Yesus diatas. Jadi yang manakah yang benar: Matius atau 5 kitab Musa?
    1. Matius 13:58, Markus 6:5 Meskipun imannya tinggi, Jesus tidak dapat mengeluarkan mukjizat apapun, kecuali mengobati orang sakit.Matius 17:20, 19:26, Markus 9:23, 10:27, Lukas 17:6, 18:27 Yesus berkata bahwa jika orang memiliki iman meskipun sebesat biji sawi, maka mukjizat apapun menjadi mudah.
    1. Matius 16:6, 11 Berhati-hatilah terhadap ragi dari Pharisees and Sadducees.
      Markus 8:15 Berhati-hatilah terhadap ragi dari Pharisees and Herod.
    1. Matius 16:9 Yesus menyatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Petrus adalah sama dengan kebenaran Tuhan.Matius 16:23 Yesus menyebut Petrus sebagai setan!

      (Note:Dalam Alkitab edisi BIS, LAI telah mengedit kata “setan” menjadi “penggoda”)

    1. Matius 17:1-2 (enam hari) VERSUS Lukas 9:28-29 (sekitar delapan hari).(Note: Dalam Alkitab edisi BIS, LAI telah mengedit kata “delapan hari” menjadi “seminggu”) dengan maksud agar tidak terlihat kontradiksi.
    1. Matius 20:23, Markus 10:40 Yesus berkata bahwa tempat tsb bukanlah untuknya, karena Tuhan Bapa telah menentukan siapa yang berhak.Matius 28:18, Yohanes 3:35 Semua kekuasaan sudah diberikan kepada Yesus.

      (Note: Matius 20:23 adalah dalil bukti tambahan bahwa Yesus bukanlah inkarnasi Tuhan Bapa).

    1. Matius 21:2-6, Markus 11:2-7, Lukas 19:30-35 Murid-murid Yesus mengikuti perintah Yesus dengan membawa seekor keledai muda untuk dibawa kepada Yesus.Yohanes 12:14 Yesus sendirilah yang menemukan seekor keledai muda tsb.
    1. Matius 21:7 Yesus menunggangi dua ekor keledai sekaligus.
      Markus 11:7, Lukas 19:35, Yohanes 12:14 Yesus menunggangi seekor keledai.
    1. Matius 21:1-17 Urutannya adalah: memasuki kuil, membersihkan kuil, Bethany.
      Markus 11:1-19 memasuki kuil, membersihkan kuil.
      Lukas 19:28-48 memasuki kuil, membersihkan kuil, mengajar setiap hari di kuil
      Yohanes 2:1-18 membersihkan kuil (awal dari karirnya), makan malam dengan Lazarus, memasuki kuil, tidak ada acara membersihkan kuil.
    1. Matius 21:12-13 Membersihkan kuil terjadi pada saat akhir karir Yesus.
      Yohanes 2:13-16 Membersihkan kuil terjadi pada awal karir Yesus.
    1. Matius 21:19-20 Pohon Ara dikutuk Yesus sehingga Pohon Ara tsb mati.Markus 11:13-14, 20-21 Pohon Ara dikutuk Yesus sehingga Pohon Ara tidak berbuah lagi.
    1. Matius 24:29-33, Markus 13:24-29 Kerajaan Tuhan akan datang disertai tanda dan keajaiban.Lukas 17:20-21 Kerajaan Tuhan tidak akan disertai tanda dan keajaiban. Karena Kerajaan Tuhan sudah hadir.
    1. Matius 26:14-25, Markus 14:10-11, Lukas 22:3-23 Yudas membuat penawarannya dengan kepala pendeta Yahudi sebelum makan makanan PaskahYohanes 13:21-30 Setelah makan makanan Paskah.
    1. Matius 26:20-29, Markus 14:17-28, Yohanes 13:21-30 Yesus menyebut pengkhianatan sebelum Yesus makan.Lukas 22:14-23 Setelah Yesus makan.
    1. Matius 26:26-29, Markus 14:22-25 Urutan makan: roti lalu anggur.
      Lukas 22:17-20 anggur lalu roti.
    1. Matius 26:40-45, Markus 14:37-41 Murid-murid Yesus tertidur sebanyak tiga kali.
      Lukas 22:45 Satu kali.
    1. Matius 26:57, Markus 14:53, Lukas 22:54 Setelah Yesus ditangkap, ia diserahkan ke Caiphas.
      Yohanes 18:13-24 ke Annas lalu ke Caiphas.
    1. Matius 26:18-20, 57-68, 27:1-2, Markus 14:16-18, 53-72, 15:1 Awal Yesus diinterogasi pada malam hari paskah. Kemudian besok paginya diserahkan ke Pilatus.
      Lukas 22:13-15, 22:54-60 Awal interogasi terjadi pada pagi hari paskah.
      Yohanes 18:28, 19:14 Awal intergorasi terjadi pada hari sebelum paskah, yaitu pada hari persiapan.
    1. Matius 26:59-66, Markus 14:55-64 Yesus diuji oleh semua kepala pendeta.
      Yohanes 18:13-24 Yesus tidaklah diuji oleh kepala pendeta dan majelis, tetapi hanya diinterogasi secara pribadi oleh Annas kemudian oleh Caiphas.
    1. Matius 26:63, Lukas 22:70 Kepala pendeta Yahudi bertanya kepada Yesus apakah ia Anak Tuhan?
      Markus 14:61 Ia bertanya kepada Yesus apakah ia Anak yang diBerkati?
    1. Matius 26:64, Lukas 22:70 Yesus menjawab: “Thou hast said”.
      Markus 14:62 Yesus menjawab: “I am.”
    1. Matius 26:69-70 Petrus menyangkal kepada kepada perempuan tsb dan kepada semua orang.Markus 14:66-68, Lukas 22:56-57, Yohanes 18:17 Hanya menyangkal kepada perempuan tsb.
    1. Matius 26:71-72 Penyangkalan Petrus yang kedua kalinya adalah untuk perempuan yang kedua.
      Markus 14:69-70 (tampaknya) untuk perempuan yang pertama.
      Lukas 22:58 untuk seorang laki-laki.
      Yohanes 18:25 Kepada lebih dari satu orang.
    1. Matius 26:73-74, Markus 14:70-71 Penyangkalan Petrus yang ketiga kalinya adalah untuk orang-orang yang berdiri disitu (dua orang atau lebih).
      Lukas 22:59-60 ke orang lain.
      Yohanes 18:26-27 ke pelayan pendeta agung yahudi.
    1. Matius 26:74 Ayam berkokok sekali.
      Markus 14:72 Ayam berkokok dua kali.
    1. Matius 27:3-7 Kepala pendeta Yahudi lah yang membeli tanah.
      Kisah 1:16-19 Yudas Iskariot lah yang membeli tanah.
    1. Matius 27:5 Yudas melempar 30 Perak, kemudian pergi.
      Kisah 1:18 Yudas menggunakan 30 Perak untuk membeli tanah.
    1. Matius 27:5 Yudas gantung diri.
      Kisah 1:18 Yudas jatuh headlong, usus terburai.Pembahasan mengenai Yudas di http://datakristen.blogspot.com/2007/07/kontradiksi-kematian-yudas-iskariot.html
    1. Matius 27:11, Markus 15:2, Lukas 23:3 Ketika ditanya apakah benar ia adalah Raja Yahudi, Yesus menjawab: “You have said so,” (atau “Thou sayest”).
      Yohanes 18:33-34 Yesus menjawab: “Do you say this of your own accord?”
    1. Matius 27:11-14 Yesus hanya menjawab satu pertanyaan interogasi sebelum Pilatus.
      Yohanes 18:33-37 Yesus menjawab semua pertanyaan interogasi sebelum Pilatus.
    1. Matius 27:20 Kepala pendeta dan Tetua Yahudi membujuk orang-orang Yahudi agar mengatakan Babarabas saja lah yang dibebaskan.
      Markus 15:11 Hanya kepala pendeta.
      Lukas 23:18-23 Tidak diceritakan mengenai dibujuknya orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi sendirilah yang meminta kepada Pilatus agar Barabas dibebaskan.
    1. Matius 27:32, Markus 15:21, Lukas 23:26 Simon Cyrene lah yang membawa salib Yesus.
      Yohanes 19:17 Yesus sendirilah yang membawa salib.
    1. Kalimat apakah yang tertulis disalib Yesus?
      Matius 27:37 “This is Jesus the King of the Jews.”
      Markus 15:26 “The King of the Jews.”
      Lukas 23:38 “This is the King of the Jews.”
      Yohanes 19:19 “Jesus of Nazareth, the King of the Jews.”
    1. Matius 27:46 Yesus berkata kepada Tuhan Bapa, mengapa Engkau meninggalkanku.
      Yohanes 10:30 Yesus berkata bahwa ia dan Tuhan Bapa adalah satu.
    1. Matius 27:46-50, MK 15:34-37 Kalimat terakhir Yesus: “My God, my God, why hast thou forsaken me?”
      Lukas 23:46 “Father, into thy hands I commit my spirit.”
      Yohanes 19:30 “It is finished.”(Note: Meskipun Matius dan Markus diterjemahkan sama, secara aktual bahasa Yunani menyalin kalimat tsb berbebeda untuk menyebut Tuhan (God). Matius mengatakan “Eli” and Markus menyatakan “Eloi.”)
    1. Matius 27:48, Lukas 23:36, Yohanes 19:29 Yesus diberi cuka (vinegar) untuk minum.
      Markus 15:23 Yesus diberi anggur (wine) dan mur (myrrh), tetapi Yesus tidak meminumnya.
      Yohanes 19:29-30 Apapun itu, Yesus meminumnya.
    1. Matius 27:54 Tentara Romawi berkata: “Truly this was the son of God.”
      Markus 15:39 Tentara Romawi berkata: “Truly this man was the son of God!”
      Lukas 23:47 Tentara Romawi: “Truly this man was innocent” (or “righteous”).
    1. Matius 27:55, Markus 15:40, Lukas 23:49 Wanita-wanita melihat Yesus dari jauh.
      Yohanes 19:25-26 Wanita-wanita berdiri dekat dengan Yesus.
    1. Matius 27:62-66 Seorang tentara ditugaskan untuk menjaga kuburan Yesus (the day following the burial).Markus 15:42- 16:8, Lukas 23:50-56, Yohanes 19:38-42 (Tidak ada tentara penjaga kubur Yesus. Ini menjadi penting karena ada rumor bahwa tubuh Yesus dicuri dan “Kebangkitan Yesus dari Kematian” [Resurrection] adalah cerita yang dibuat-buat)

      Markus 16:1-3, Lukas 24:1 (Tidak ada tentara yang menjaga kubur).

    1. Matius 24:9 Beberapa pengikut Yesus akan dibunuh.
      Yohanes 8:51 Jika mengikuti Yesus maka orang tsb tidak akan mati.
    1. Matius 28:1 Pengunjung pertama kuburan adalah Maria Magdalena dan Maria yang lain (minimal 2 orang).
      Markus 16:1 Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome (3 orang).
      Lukas 23:55 – 24:1, 24:10 Maria Magdalena, Joanna, Maria ibu Yakobus, dan “perempuan lainnya” (minimal lima orang).
      Yohanes 20:1 Maria Magdalena (hanya 1 orang).
    1. Matius 28:1 Pagi-pagi sekali.
      Markus 16:2 Pagi-pagi sekali Setelah matahari terbit.
      Lukas 24:1 Sangat pagi-pagi sekali.
      Yohanes 20:1 Saat masih gelap.
    1. Matius 28:1-2 Batu masih ada ditempat tsb ketika mereka datang, kemudian batu itu dipindahkan oleh malaikat.
      Lukas 24:2, Yohanes 20:1 Batu telah dipindahkan ketika mereka datang.
    1. Matius 28:2 Ketika gempa bumi, satu malaikat turun dari langit kemudian memindahkan batu tsb, kemudian duduk diatasnya.
      Markus 16:5 Tidak ada gempa bumi, hanya ada seorang pemuda yang duduk disebelah kanannya.
      Lukas 24:2-4 Tidak ada gempa bumi. Dua pria berdiri didekat mereka.
      Yohanes 20:12 Tidak ada gempa bumi. Dua malaikat sedang duduk.
    1. Matius 28:8 Para wanita lari menemui para pengikut Yesus.
      Markus 16:8 Para wanita tidak mengatakan apa pun dan kepada siapapun.
      Lukas 24:9 Para wanita menemui 11 murid Yesus dan para pengikut Yesus.
      Yohanes 20:10-11Murid-murid Yesus pulang. Maria menangis diluar.
    1. Matius 28:8-9 Kebangkitan Yesus pertama kali terjadi didekat kubur.
      Lukas 24:13-15 terjadi di Emmaus (sebelas mil dari Yerusalem).
      Yohanes 20:13-14 terjadi di dekat kubur.
    1. Matius 28:9 Pada penampakkan pertama, Maria menyentuh kaki Yesus.Yohanes 20:17 Pada penampakkan pertama kepada Maria, Yesus melarang Maria menyentuhnya karena ia belum diangkat ke langit.

      Yohanes 20:27 Seminggu kemudian, meskipun Yesus belum diangkat ke langit, Yesus ingin agar Thomas menyentuhnya.

    1. Markus 1:14 Yesus mulai mengajar injil setelah penahanan Yohanes Pembaptis
      Yohanes 3:22-24 Sebelum penahanan Yohanes Pembaptis.
    1. Lukas 14:26 Tak ada seorangpun yang bisa menjadi murid Yesus jika ia tidak membenci kedua orang tuanya, istri, anak-anak, saudara, dan adiknya.
      1John 3:15 Siapa yang membenci saudaranya ia dikategorikan sebagai pembunuh.
      1John 4:20 Jika seorang mengklaim mencintai Tuhan tapi membenci saudaranya, ia adalah seorang pendusta.
    1. Lukas 18:9-14 Jangan membanggakan kebaikan.
      Roma 11:20, 1 Petrus 5:5 Jangan sombong.
      2 Korintus 12:11-14 Paus menyombongkan keimanannya dan mengatakan agar orang-orang memuji dia lebih banyak daripada rasul-rasul lainnya.
    1. Lukas 22:3-23 Setan merasuki Yudas sebelum makan Paskah.
      Yohanes 13:27 Terjadi pada saat makan paskah.
    1. Matius 1:22-23 Yesus adalah nubuat Yesaya 7:14. Yesus adalah Imanuel.
      Yesaya 7:14 dan Yesaya 8:1-8 Imanuel telah lahir, tetapi bukan dari rahim Maria. Imanuel bukan Yesus
    1. Job 26:11 Langit memiliki pilar.
      Pengetahuan/IPTEK menyatakan langit tanpa ada pilar.
    1. 1 Samuel 2 Bumi memiliki pilar.
      Pengetahuan/Iptek menyatakan bumi tanpa memiliki pilar. Bumi berbentuk hampir bulat.
    1. 1 Kings 15:33 Raja Baesa memerintah selama 24 tahun.
      2 Tawarikh 16:1 Raja Baesa berperang di tahun ke 36 masa pemerintahannya.
    1. Yeremia 36:30 Ramalan Tidak akan ada keturunan Yoyakim yang akan berhasil duduk di tahta Daud.
      2 Kings 24:6 Keturunan Yoyakim menjadi raja diatas tahta Daud.
    1. Yehezkiel 26:1-21 Ramalan bahwa Raja Babylonia Nebukadnezar akan menghancurkan Tyrus
      Fakta Sejarah mencatat bahwa yang menghancurkan Tyrus adalah Alexander Yang Agung
    1. Psalm 104:5 Bumi tidak pernah bergerak.
      Pengetahuan/IPTEK Bumi berputar pada porosnya. Artinya bumi bergerak.
    1. Yesaya 40:22 Bumi berbentuk lingkaran (circle).
      Pengetahuan/IPTEK Bumi bukan lingkaran.
    1. Melakukan hukum Taurat itu benar atau tidak?“ Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Roma 3:20 TB)

      Kontradiksi dengan:

      “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.” (Roma 2:13 TB)

  1. Keselamatan itu ditentukan oleh syahadat (pengakuan) atau perilaku?“ Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9 TB)

    Kontradiksi dengan:

    “ Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,” (Roma 2:6 TB)Image

ANTARA PERNYATAAN JESUS KRISTUS DAN PERYATAAN ALKITAB

PERNYATATAN JESUS KRISTUSImage

AJARAN KRISTEN:

 1. Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak meminta dirinya untuk disembah dan dipuja).

1. Yesus adalah Tuhan sesuai pernyataan Paulus. 
 

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6)

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

Aku (Yesus) tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11:42)

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3) 

Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)

Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6) 

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9) 

NB:
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan.

Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan dibandingkan dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa.

 

 

 

 

2. Yesus tidak membatalkan hukum Taurat. 
 

2.Kristen mengutuk hukum Taurat sesuai pernyataan Paulus.

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19)

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:20) 

Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16) 

NB:
Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya (Matius 5:19).

 

3. Penggenapan (nasakh) Yesus terhadap beberapa hukum Taurat. 

3. Kristen membangkang penggenapan (nasakh) Yesus dan menggantinya dengan ajaran baru dari Paulus.

Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Matius 5:29)

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. (Matius 5:30)

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, (Matius 5:34) 

Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Roma 10:4) 

NB:
Kristen sama sekali menolak hukum cungkil mata dan potong tangan sebagaimana diperintahkan Yesus (Matius 5:29-30).

 

4. Yesus disunat pada usia delapan hari sesuai perintah Tuhan. 

4. Kristen tidak mewajibkan sunat sesuai pernyataan Paulus. 

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; (Kejadian 17:10)

haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:11)

Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12)

Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (Kejadian 17:13)

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” (Kejadian 17:14)

Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. (Kejadian 21:4) 
 

Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6) 

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19) 

NB:
Sunat adalah manifestasi perjanjian yang kekal antara Allah dengan Abraham dan keturunannya, yang tidak bisa dibantah oleh siapapun!

 

5. Tidak ada dosa waris dalam ajaran Yesus.
 

5. Kristen mengajarkan adanya dosa warisan dari Adam sesuai pernyataan Paulus.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20) 


Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12) 

 

6. Yesus memerintahkan banyak berwudlu apabila sedang berpuasa dan mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud. 6. Kristen mengajarkan bernyanyi di gereja sesuai perintah Paulus. 
 

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17) 

Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39) 

Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)      

Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. (Bilangan 20:6) 

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: (Kejadian 17:2-3)
 

dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19) 

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16) 

NB:
Menyanyi di gereja bukanlah ajaran Yesus, tetapi ajaran Paulus (Efesus 5:19).

 

7. Yesus melarang hidup mewah di dunia. 
 
7. Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen sesuai pernyataan Paulus. 
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20)  “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28) 
 
8. Yesus meninggal dunia dibungkus kain kafan.
 
8. Umat Kristen meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati. 
Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)

Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40) 

Misalnya, meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur. 

 

9. Yesus tidak membatalkan hukum rajam.  9. Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen. 
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?” (Yohanes 8:5)

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7) 

Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas). 

NB:
Kristen sama sekali menolak hukum rajam kepada para pelaku zinah, yang tentu saja ini bertentangan dengan perintah Yesus kepada umatnya (Yohanes 8:7).

10. Yesus tidak membuat agama baru. 
 
10. Kristen adalah agama baru yang lahir pada masa Paulus (setelah masa Yesus).
Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas).

 

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26)

KELEMAHAN KONSEP TRINITAS

Pemahaman Kathryn Bouchard Menjadi seorang Mua’laf
Image

Kathryn Bouchard dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik yang moderat. Kedua orangtuanya adalah guru sekolah Katolik. Hubungan antar keluarg mereka terbilang akrab satu sama lain.

Kathryn yang asal Kanada menghabiskan masa remajanya di London dan Ontario. Seperti penganut Katolik lainnya, ia pergi ke gereja setiap hari minggu, sekolah di sekolah Katolik hingga ke jenjang universitas. Kathyrn kuliah di Brescia University College, sebuah perguruan tinggi Kristen khusus perempuan yang berafiliasi dengan Universitas Western Ontario.

“Meski saya dibesarkan dalam lingkungan Katolik, orangtua mendorong saya untuk berteman dengan beragam orang dari berbagai latar belakang dan boleh menanyakan apa saja berkaitan dengan kehidupan dan agama,” kata Kathryn.

Konsep Trinitas Yang Tak Masuk Akal
Ia mulai mempelajari agama-agama dalam usia yang relatif masih mudah ketika ia berusia 16 atau 17 tahun dan masih duduk di sekolah menengah. Kathryn mengatakan, ia tidak mau menjadi bagian dari sebuah agama hanya karena ia sudah menganut agama itu sejak ia dilahirkan. Itulah sebabnya, Kathryn tidak sungkan mempelajari beragam agama mulai dari Hindu, Budha sampai Yudaisme. Ketika itu, ia hanya sedikt saja mengeksplorasi agama Islam.

Alasan Kathryn mempelajari beragam agama, salah satunya karena banyak hal dalam ajaran Katolik yang tidak dipahami Kathryn. “Kami sering kedatangan pendeta di sekolah dan kami melakukan pengakuan dosa. Saya pernah bertanya pada seorang pendeta,’Saya betul-betul tidak paham dengan konsep Trinitas. Bisakah Anda menjelaskannya?‘ Tapi pendeta itu menjawab ‘Yakini saja‘. Mereka tidak memberikan jawabannya,” tutur Kathryn.

Ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang konsep Trinitas dalam agama Kristen, hingga ia di bangku kuliah dan mempelajari berbagai ilmu di seminari dan mempelajari teologi agama Katolik.

Jika saya menanyakan tentang Trinitas, mereka akan menjawab ‘ayah dan ibumu saling mencintai, ketika mereka memiliki anak, itu seperti tiga dalam satu dengan identitas berbeda‘.

Jadi, banyak sekali analogi yang diberikan untuk menjelaskan bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan dan menjadi anak Tuhan dan menjadi dirinya sendiri. Saya pikir banyak penganut Kristen yang menerima konsep ini tanpa memahaminya, ” ujar Kathryn.

Ia lalu menanyakan konsep Trinitas ke beberapa temannya dan ia mendapat jawaban bahwa konsep Trinitas ada dan ditetapkan sebagai dasar kepercayaan dalam agama Kristen setelah Yesus wafat.

Sebuah jawaban yang mengejutkan Kathryn, karena itu artinya semua dasar dalam ajaran Kristen adalah ciptaan manusia. Yesus semasa hidupnya tidak pernah bilang dirinya adalah anak Tuhan dan tidak pernah mengatakan bahwa dirinya Tuhan.

“Saya membaca Gospel Mathias pertama dan dalam Gospel itu Yesus tidak direferensikan sebagai anak Tuhan, tapi anak seorang manusia. Tapi dalam Gospel yang ditulis setelah Yesus wafat, banyak sekali disebutkan bahwa Yesus adalah anak Tuhan. Dan disebutkan pula bahwa ada alasan politis dibalik argumen konsep Trinitas,” papar Kathryn.


Yesus & Tuhan (Allah), 2 oknum yang berbeda

Ia melanjutkan,”Saya juga menemukan bahwa Yesus berdoa dan memohon pertolongan pada Tuhan. Jika Yesus minta pertolongan pada Tuhan, lalu bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan. Ini tidak masuk akal buat saya.

Mengenal Islam

Setelah menyelesaikan studinya di Ontario, Kathryn pindah ke Montreal dan di kota ini ia bertemu dengan banyak Muslim dari berbagai latar belakang mulai dari Eropa, Afrika dan Karibia. Keberagaman ini membuka mata Kathryn bahwa pemeluk Islam ternyata berasal dari berbagai latar belakang kebangsaaan. Fakta ini mendorongnya untuk lebih banyak belajar tentang Muslim dan latar belakang mereka.

Kathryn mulai membaca banyak referensi tentang Islam. Tapi ia menemukan bahwa contoh-contoh ekstrim tentang Islam di internet sehingga ia sempat berkomentar “Saya tidak mau menjadi bagian dari agama ini (Islam).” Oleh sang ayah, Kathryn disuruh terus membaca karena menurut sang ayah, dalam banyak hal sering terjadi salah penafsiran.

Kathryn pun melanjutkan pencariannya tentang Islam. Ia bergabung dengan situs “Muslimahs”, sebuah situs internasional yang beranggotakan para Muslimah maupun para mualaf dari berbagai negara. Dari situs inilah ia banyak belajar dan bertanya tentang Islam.

Kathryn mengatakan banyak hal yang ingin ia ketahui tentang ajaran Islam. Misalnya, apa saja persamaan dan perbedaan ajaran Islam dan Kristen, bagaimana posisi Yesus dalam Islam, siapa Nabi Muhammad, masalah poligami dan berbagai isu Islam yang muncul pasca serangan 11 September 2001 di AS.

Selama kuliah di Montreal, Kathryn belajar banyak hal tentang Islam. Ketika ia pulang ke London, orangtuanya mengira bahwa Kathryn hanya rindu kembali ke rumah dan bukan untuk memperdalam minatnya pada Islam. Kathryn lalu membeli al-Quran dan buku-buku hadist. Pada ayahnya, ia bilang bahwa al-Quran bukan buatan manusia, ketika membaca al-Quran sepertinya Tuhan sedang bicara pada kita.

“Anda merasa bahwa ada juga kebenaran yang ditulis dalam alkitab, tapi Anda tidak akan merasa bahwa itu semua tidak ditulis langsung oleh Tuhan. Sedangkan al-Quran, Anda akan merasakan kebenaran yang sesungguhnya,” ujar Kathryn.

“Saya juga menemukan banyak ilmu pengetahuan yang sudah lebih dulu diungkap oleh al-Quran dan baru muncul kemudian dalam kehidupan manusia. Saya pikir, al-Quran diturunkan pada manusia dengan tingkat emosional dan logis. Islam mendorong umatnya untuk berpikir dan mencari ilmu,” sambung Kathryn.

Kathryn pun mulai belajar salat, datang ke ceramah-ceramah agama dan mengontak masjid terdekat untuk mencari informasi apakah masjid itu punya program untuk orang-orang sepertinya dirinya, yang berminat pada agama Islam.

“Pertama kali saya masuk ke masjid, saya menangis. Saya merasakan ada energi yang begitu besar yang tidak saya rasakan ketika saya ke gerejat,” kisah Kathryn yang kemudian belajar membaca al-Quran di masjid itu. Ia terus belajar dan bergaul dengan para warga Muslim. Sedikit demi sedikit, Kathryn bisa mengubah gaya hidupnya.

Ditanya apakah orangtuanya keberatan dengan perubahan dirinya. Kathryn mengaku butuh waktu cukup panjang untuk meyakinkan orangtuanya bahwa ia tidak menjauh dari keluarganya jika memeluk Islam.

Mengucap Dua Kalimat Syahadat


pengajian di Islamic Center bimbingan Dr Munir El-Kassem

Kathryn mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak pernah menyangka akhirnya memutuskan masuk Islam dan itu semua terjadi begitu saja. Saat itu, di bulan Juni tahun 2008, seperti biasanya ia datang ke pengajian mingguan di sebuah Islamic Center. Ia sama sekali berniat mengucapkan dua kalimat syahadat hari itu. Tapi ketika ia tiba di gedung Islamic Center, banyak sekali orang-orang yang telah ia kenal hadir.

Hari itu, tema pengajian adalah umrah. Banyak anak-anak muda Muslim yang datang dan menceritakan pengalaman mereka ikut umrah serta bagaimana hidup mereka berubah setelah umrah. Pengajian dibimbing oleh Dr Munir El-Kassem. Saat Dr El-Kassem bertanya apakah ada diantara para hadirin yang ingin mengajukan pertanyaan, Kathryn dengan spontan mengangkat tangan dan berkata,”Bisakah saya mengucapkan syahadat?” Kathryn sempat kaget sendiri dengan pertanyaan itu karena ia merasa tidak merencanakannya. Semua terjadi begitu saja, spontan.

“Seketika ruangan menjadi sunyi dan saya pikir Dr El-Kassem juga terkejut. Saya memang mengenakan kerudung setiap kali datang pengajian sebagai bentuk penghormatan saya pada Islam. Dr El-Kassem lalu meminta saya maju ke depan dan menceritakan di depan hadirin bagaimana saya bisa sampai pada Islam,” tutur Kathryn.

Kathryn mengaku gemetar ketika mengucapkan dua kalimat syahadat. “Tapi saya merasa hati saya begitu lapang, penuh dengan cahaya ibarat sebuah pintu hati yang terbuka. Saya mereka sudah mengambil jalan yang benar,” ungkap Kathryn.

Itulah hari bersejarah bagi Kathryn, hari dimana ia memulai kehidupan sebagai seorang Muslimah. Tahun pertama menjalankan puasa di bulan Ramadhan, diakui Kathryn sangat berat. Namun ia merasa bahagia setelah menjadi seorang Muslim. Kathryn mengaku hidupnyan lebih teratur, disiplin dan sehat karena ia tidak lagi makan daging babi dan minum minuman beralkohol. Kathryn juga mengatakan bahwa ia kini tahu apa sebenarnya tujuan dan mau kemana arah hidupnya

ANTARA KATA AHAD DAN WAHID, JAWABAN ATAS PERTANYAAN PARA MISIONARIST TERHADAP MAKNA SURAH AL IKHLAS

Hanya ada dua surat dalam Al-Qur’an yang judul atau namanya justru sama sekali tidak disebut di dalam suratnya. Kedua surat tersebut adalah Al-Fatihah (surat pertama) dan Al-Ikhlas (surat ke 112). Selain keunikan tersebut, Surat Al-Ikhlas mengandung penjelasan pandangan Islam tentang ketuhanan, yaitu tauhid, yang juga unik atau berbeda dibandingkan pandangan agama-agama lain.

Karena itu, Surat Al-Ikhlas menjadi bahasan dalam Diskusi Tafsir Salman pada Senin (01/10) lalu. Drs. Irfan Anshory hadir sebagai pemakalah utama. Sebagai penanggap hadir antara lain Dr. Suparno Satira (Fisika ITB) dan Ust. Andri Mulyadi (DPD Salman ITB).

Menurut Andri, berdasarkan keterangan Imam Qatadah, Dhahak dan Muqatil, surat ini turun atas pertanyaan beberapa orang Yahudi kepada Rasulullah Saw. Mereka berkata, “Terangkan kepada kami wujud Tuhan-mu, karena di dalam Taurat Dia hanya menerangkan sifat-Nya. Jelaskan kepada kami terbuat dari apa Dia? Dari jenis apa? Apakah dari emas atau perak? Apakah Dia makan dan minum? Dari siapa Dia mewarisi dunia dan kepada siapa Dia mewariskannya?” (Asbab Al-Nuzul lil Wahidi Al-Naisaburi).

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, melalui riwayat Imam Ahmad, disebutkan bahwa kaum musyrikin datang kepada Rasulullah Saw dan bertanya kepada Beliau, “ Terangkan kepada kami bagaimana wujud Tuhanmu.” Lalu turunlah Surat Al-Ikhlas di Makkah untuk menjawab pertanyaan mereka. Masih banyak lagi riwayat yang secara redaksi hampir sama, berkisar pertanyaan orang-orang musyrik akan wujud Tuhannya Muhammad Saw.

Kata ikhlas sendiri menurut Irfan berasal dari akar kata khalasho dalam bahasa Arab, yang berarti murni, atau pemurnian. Surat Al-Ikhlas ini lanjut Irfan, memang berbicara soal pemurnian tauhid, pemurnian ketaatan kepada Allah Swt.

Ayat pertama dalam Surat Al-Ikhlas adalah Qul huwa l-laahu a?ad. Terjemahan harfiahnya: “Katakanlah: Dia ALLAH Yang Esa.”

Menurut Irfan, untuk menelusuri asal-usul istilah ALLAH sebagai nama Tuhan, kita harus menggali bahasa Mesopotamia purba, sebab bangsa Arab merupakan keturunan Nabi Ibrahim a.s. yang berasal dari Mesopotamia.

Tuhan dalam bahasa Mesopotamia disebut El atau Il (nama negeri Babilonia dari Bab-El atau Bab-Il berarti ‘Pintu Tuhan’). Anak cucu Nabi Ibrahim a.s. kelak, yaitu bangsa Ibrani dan bangsa Arab, memodifikasi nama ini dengan penambahan huruf Ha (‘Dia’), masing-masing menjadi Eloh dan Ilah. Ibrahim sendiri bukan bangsa Ibrani ataupun Arab, namun ia adalah bapak dari dua bangsa tersebut.

Nama yang terakhir ini kemudian diberi kata sandang (isim makrifat/artikel definitif) Al-, menjadi Al-Ilah atau Allah. Kata Allah ini dalam konsensus bahasa Arab merupakan isim mudzakar (menunjukkan maskulinitis), sedangkan ciptaannya  yaitu langit dan Bumi, juga ruh menggunakan isim muannats (menunjukkan feminitas). Istilah El dan Il sebagai nama Tuhan masih dijumpai dalam bahasa Ibrani dan Arab pada nama-nama Gabriel (Jibril), Michael (Mikail), Yishma`el (Isma`il), Yisrael (Israil), dan sebagainya.

Jadi, simpul Irfan, orang-orang Arab sebelum Islam sudah menggunakan istilah ALLAH untuk menamai Sang Khaliq yang menciptakan langit dan Bumi. Hal ini diterangkan dalam Surat al-Ankabut 61: Wa laïn saältahum man khalaqa s-samaawaati wa l-ardha wa sakhkhara sy-syamsa wa l-qamar, la yaquulunna l-laah, fa annaa yu’fakuun (“Dan sekiranya engkau menanyai mereka: siapa yang menciptakan langit dan Bumi serta menyediakan Matahari dan Bulan, mereka pasti mengatakan ‘Allah’, maka betapa mereka dipalingkan”). Akan tetapi orang-orang Arab itu mempersekutukan Allah dengan berbagai ilah yang lain.

Itulah sebabnya ayat pertama ini menggunakan kata ahad. “Esa”, yang betul-betul satu, yang harus di’satu’ kan, yang merupakan ‘satu-satunya’, bukan urutan bilangan. Bukan sekadar wahid  atau “satu” sebagai nama bilangan. Maksud bahwa “Ahad bukan bilangan” artinya Allah bukan merupakan hasil dari ½  + ½ atau dengan kata lain bukan hasil koalisi. Bukan pula bermakna 2 – 1 yang merupakan hasil dari perebutan kekuasaan. Jadi “Allahu Ahad” berarti Allah itu satu secara mutlak dalam segala hal: Esa dalam wujud-Nya, Esa dalam sifat-Nya, dan Esa dalam karya-Nya.

Andri menambahkan perbedaan kata ahad dengan wahid. Kata ahad sendiri merupakan istilah untuk menegasikan keberadaan yang lain. Ahad juga bisa berarti tidak ada yang sebanding. Sedangkan kata wahid merupakan bilangan pertama dalam hitungan yang artinya “satu”. Tatkala disebutkan wahid (satu), ada kemungkinan berbilang menjadi dua atau tiga. Sehingga dari ayat ini kita dapat memahami bahwa Allah itu tunggal, tidak berbilang sebagaimana keyakinan orang-orang di luar Islam.

Kata Allah dalam Al-Qur’an, lanjut Andri, selalu disandingkan dengan kata ahad. Berbeda tatkala Allah mewakilkan diri-Nya dengan kata ilah (Tuhan) yang selalu bersandingan dengan kata wahid. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan manusia di dunia ini akan adanya Tuhan tidak hanya satu, tetapi berbilang tergantung keyakinan masing-masing orang.Image

TAFSIR SURAH AL IKHLAS

 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan; tidak pula ada seorang pun yang setara dengan-Nya.” (QS al-Ikhlas [112]: 1-4).

Sabab an-Nuzûl

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu ‘Aliyah, dari Ubay bin Kaab ra., bahwa kaum musyrik pernah berkata kepada Nabi saw, “Wahai Muhammad, sebutkanlah nasab Tuhanmu kepada kami!” Lalu Allah SWT menurunkan surat ini. Riwayat senada juga disampaikan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Jarir. Abu Ya’la meriwayatkannya dari Jabir ra.1

Keutamaan Surat al-Ikhlas

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwa ada seorang laki-laki yang dikirim dalam sebuah sariyah (ekspedisi perang). Dia membaca al-Quran dalam shalat dengan teman-temannya, lalu dia menutupnya dengan surat ini. Setelah kembali, mereka menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Tanyakanlah kepadanya, mengapa dia mengerjakan itu.” Mereka pun bertanya kepada orang itu, lalu dia menjawab, “Karena itu sifat Ar-Rahmân dan aku senang membacanya.” Kemudian beliau bersabda, “Kabarkanlah kepadanya bahwa Allah SWT mencintainya.”

Dari Imam Ahmad dan at-Tirmidzi, dari Anas ra., pernah ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Sesungguhnya saya mencintai surat ini (Qul huwal-Lâh Ahad dst).” Rasulullah saw. bersabda, “Kecintaanmu terhadapnya memasukkanmu ke dalam surga (lafal hadis dari Imam Ahmad).”

Imam al-Bukhari dan Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya (surat al-Ikhlas) itu setara dengan sepertiga al-Quran.”


Tafsir Ayat

Allah SWT berfirman: Qul huwal-Lâh Ahad (Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”). Perintah Qul dalam ayat ini ditujukan kepada Rasulullah saw. Apabila dikaitkan dengan sabab nuzûl-nya, perkataan itu merupakan jawaban atas pertanyaan kaum musyrik mengenai sifat Tuhan yang beliau dakwahkan. Perintah itu juga berlaku bagi seluruh umatnya, sebab khithâb al-Rasûl khithâb li ummatihi (seruan kepada Rasul, juga seruan kepada umatnya).

Dalam ayat ini, beliau dan umatnya diperintahkan untuk mengatakan: Huwal-Lâh Ahad; bahwa Tuhan yang mereka tanyakan itu adalah Allah dan Allah itu hanya satu. Sebab, kata ahad bermakna wâhid (satu).2 Bahkan ditegaskan al-Baghawi, tidak ada perbedaan makna antara ahad dengan wâhid.3

Kendati sama-sama menunjuk pada jumlah satu, menurut sebagian mufassir ada perbedaan di antara keduanya. Dinyatakan oleh al-Azhari bahwa sifat ahadiyyah hanya digunakan untuk Allah. Sebagai buktinya, tidak dikatakan rajul ahad wa dirhâm ahad, tetapi dikatakan rajul wâhid wa dirhâm wâhid.4 Pendapat senada juga dikemukakan Tsa’lab.5

Mengenai pengertian ayat ini secara keseluruhan, Ibnu Katsir memaparkan, “Dialah al-Wâhid al-Ahad; tidak ada yang setara dan pembantu; tidak ada sekutu, yang serupa dan sepadan dengan-Nya. Ungkapan ini tidak diucapkan kepada siapa pun kecuali Allah Azza wa Jalla. Sebab, Dia Mahasempurna dalam semua sifat dan perbuatan-Nya.”6

Dalam ayat berikutnya kemudian ditegaskan: Allâh ash-Shamad (Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu). Dijelaskan az-Zamkhsyari dan asy-Syaukani, kata ash-shamad merupakan fi’l yang bermakna maf’ûl.7 Menurut asy-Syaukani, kata tersebut seperti halnya kata al-qabdh yang bermakna al-maqbûdh (yang digenggam). Kata ash-shamad pun demikian, bermakna al-mashmûd ilayhi, yakni al-maqshûd ilayhi (yang dituju). Jadi, makna ash-shamad adalah al-ladzî yushmadu ilayhi fî al-hâjat (pihak yang dituju atau dijadikan sebagai sandaran dalam berbagai kebutuhan). Hal itu disebabkan karena keberadaan-Nya yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan.8 Penjelasan yang sama dikemukakan al-Qurthubi, al-Sa’di, dan al-Zuhaili.9

Ibnu ‘Abbas, sebagaimana dikutip al-Qurthubi, juga berpendapat demikian. Menurutnya, pengertian ini sejalan dengan QS an-Nahl [16]: 53. 10

Selain makna itu, ada beberapa makna ash-shamad yang disampaikan oleh para mufassir. Menurut Ibnu ‘Abbas dalam riwayat lain, Said bin Jubair, Mujahid, al-Dhahhak, ‘Ikrimah, dan al-Hasan, kata ash-shamad berarti Zat yang tidak lapar. asy-Sya’bi juga memaknainya sebagai Zat yang tidak makan dan tidak minum.11

Abu Aliyah memaknai ash-shamad sebagai Zat yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Sebab, tidak ada yang beranak kecuali dia diwarisi; dan tidak ada yang diperanakkan kecuali dia akan mati. Allah SWT pun memberitakan kepada kita bahwa Dia tidak diwarisi dan tidak beranak.12 Ubay bin Kaab juga berpendapat bahwa makna ash-shamad dijelaskan oleh ayat sesudahnya: Lam yalid walam yûlad; walam yakun lahu kufuw[an] ahad.13 Penafsiran lain diberikan Qatadah dan al-Hasan. Keduanya mengatakan bahwa ash-shamad bermakna al-bâqi (yang kekal).

Kendati demikian, sebagaimana ditegaskan Ibnu Jarir ath-Thabari, penafsiran yang lebih tepat adalah yang sesuai dengan makna yang telah dikenal oleh orang yang bahasanya digunakan al-Quran. Menurut orang Arab, makna ash-shamad adalah as-sayyid yang dituju atau dijadikan sebagai sandaran; dan tidak ada seorang pun yang di atasnya.14

Dikatakan juga oleh Ibnu Anbari bahwa tidak terdapat perbedaan di kalangan ahli bahasa bahwa ash-shamad adalah as-sayyid yang tidak ada lagi seorang pun di atasnya, yang semua manusia bersandar kepada-Nya dalam semua urusan dan kebutuhan mereka.15

Selanjutnya Allah SWT berfirman: Lam yalid walam yûlad (Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan). Ayat ini memberikan pengertian bahwa tidak lahir dari-Nya anak; Dia juga tidak lahir dari sesuatu apa pun.16 Az-Zamakhsyari mengatakan bahwa disebutkan lam yalid karena tidak ada yang sejenis dengan-Nya sehingga bisa dijadikan oleh-Nya sebagai istri, kemudian dari mereka lahirlah anak. Makna ini juga ditunjukkan oleh QS al-An’am [6]: 101.17

Meskipun dalam ayat ini digunakan kata lam, bukan berarti hanya menafikan masa lampau. Sebab, ayat tersebut berlaku abadi. Demikian pula nafiy dalam ayat ini. Menurut Fakhruddin ar-Razi, digunakannya kata lam karena merupakan jawaban atas ucapan mereka mengenai anak Allah SWT (QS ash-Shaffat [37]: 151-152).

Kemudian surat ini diakhiri dengan firman-Nya: walam yakun lahu kufuw[an] ahad (dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya). Maknanya, Allah Yang Maha Esa itu tidak ada yang menandingi atau menyamai-Nya. Menurut Ibnu Jarir ath-Thabari, kata al-kufu’ wa al-kufâ wa al-kifâ’ dalam bahasa Arab memiliki satu makna, yakni al-mitsl wa asy-syibh (semisal dan serupa).18 Itu berarti, tidak ada satu pun yang setara, sepadan, semisal atau sebanding dengan-Nya.

Gambaran tentang Tauhid

Dari segi jumlah ayat, surat ini tergolong singkat, hanya terdiri empat ayat. Kendati begitu, kandungan isinya amat padat. Keimanan kepada Allah SWT yang menjadi perkara mendasar dalam Islam dijelaskan amat gamblang. Tidak mengherankan jika Rasulullah saw. menyebut surat ini setara dengan tsuluts al-Quran (sepertiga al-Quran).

Dalam surat ini terdapat pelajaran penting. Setidaknya ada tiga perkara penting yang perlu ditandaskan kembali. Pertama: asmâ’ (nama) Tuhan yang patut disembah. Sebagaimana telah diungkap, surat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrik mengenai Tuhan yang disembah Rasulullah saw. Ditegaskan dalam surat ini bahwa Huwal-Lâh (Dia adalah Allah). Allah adalah nama Zat Pencipta alam semesta ini. Menurut al-Biqa’, nama ini—yakni Allah—menunjuk semua sifat kesempurnaan: al-Jalâl wa al-Jamâl. Nama ini juga mencakup seluruh makna al-asmâ’ al-husnâ.19 Bahwa nama Rabb al-‘âlamîn adalah Allah, amat banyak disebut dalam al-Quran. Dengan nama itu pula manusia diperintahkan untuk memanggil dan berdoa kepada-Nya (QS al-Isra’ [17]: 110).

Oleh karena itu, manusia hanya boleh menyebut-Nya dengan nama yang telah diberitakan-Nya, yakni: Allah, Ar-Rahmân, atau al-asmâ’ al-husnâ lainnya. Manusia tidak boleh memanggil-Nya dengan nama lain yang dibuat sendiri (QS Yusuf [12]: 40).

Kedua: tawhîdul-Lâh atau (pengesaan terhadap Allah). Secara tegas dalam surat ini disebutkan bahwa Allah SWT itu Ahad. Dia hanya satu, bukan dua, tiga, atau lebih sebagaimana yang lazim diklaim oleh kaum kafir. Perkara ini amat banyak diberitakan dalam ayat al-Quran. Bahkan perkara ini didakwahkan oleh semua nabi dan rasul yang diutus Allah SWT. Tidak ada seorang pun di antara mereka kecuali mengajak pada tauhid (lihat QS al-Anbiya’ [21]: 25; asy-Syura [42]: 13).

Keesaan Allah juga ditegaskan dalam ayat: lam yalid walam yûlad; bahwa Allah tidak memiliki anak; tidak pula menjadi anak bagi selain-Nya; tidak ada pula yang diangkat dan dijadikan sebagai anak-Nya (lihat QS al-Isra’ [17]: 111; Yunus [10]: 68).

Keesaan Allah disebutkan dalam firman-Nya: walam yakun lahu kuffuw[an] ahad; bahwa tidak ada yang sama, serupa, sejenis, setara atau sebanding dengan-Nya. Dia berbeda dengan semua makhluk-Nya (QS al-Syura [42]: 11).

Perkara tauhid ini merupakan perkara paling mendasar yang harus diimani oleh setiap manusia. Siapa pun yang menganggap tuhan lebih dari satu, memiliki anak atau ada yang setara dengan-Nya, maka dia telah terjatuh dalam kekufuran dan kesyirikan. Jika dicermati, semua agama selain Islam dalam konsep ketuhanannya telah terjatuh dalam kesalahan mendasar ini. Di antara agama itu ada yang menganggap selain Allah sebagai tuhan, tuhan lebih dari satu, atau ada makhluk yang setara dengan-Nya; tidak terkecuali agama yang sebelumnya dibawa oleh para nabi, seperti Yahudi dan Nasrani. Kedua agama itu pun dikotori hawa nafsu manusia sehingga terjatuh dalam kesyirikan. Yahudi menyebut Uzair sebagai anak Allah. Nasrani menyebut Isa sebagai anak Allah (lihat QS at-Taubah [9]: 30; al-Maidah [5]: 72). Isa sendiri tidak pernah mengatakan perkataan batil itu (lihat QS al-Maidah [5]: 116).

Dalam al-Quran cukup banyak ayat memberikan bantahan atas kebatilan anggapan Tuhan lebih dari satu. Dalam QS al-Anbiya’ [21]: 22 ditegaskan, seandainya ada banyak tuhan selain Allah, maka langit dan bumi akan binasa.

Orang-orang yang menganggap tuhan lebih dari satu, memiliki anak, atau menyekutukan-Nya dengan yang lain telah diancam dengan hukuman yang amat keras. Apabila mati dalam keadaan demikian maka dosanya tidak akan diampuni (lihat QS al-Nisa [4]: 48, 111). Surga diharamkan atas mereka. Neraka adalah tempat kembali mereka di akhirat; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya (lihat QS al-Maidah [5]: 72-73).

Ketiga: kesempurnaan sifât Allah. Dalam surat ini disebutkan bahwa Allah itu ash-shamad. Dalam al-Quran, kata ini hanya disebut dalam surat ini. Jika dicermati, sifat ini memiliki cakupan makna yang amat luas sekaligus meniscayakan adanya sifat-sifat lainnya. Sebagaimana telah dipaparkan, kata ini mengandung pengertian bahwa Dia adalah as-sayyid tertinggi dan tidak ada yang lebih tinggi lagi. Artinya, Dia memang Mahatinggi (Al-‘Aliyy), Mahaagung (Al-‘Azhîm) dan semua sifat lainnya yang menunjukkan ketinggian-Nya.

Kata ash-shamad juga mengandung makna bahwa Dia tidak memerlukan yang lain. Itu berarti, sebagaimana diterangkan az-Zamakhsyari, Dia adalah Al-Ghaniyy (Mahakaya, tidak butuh terhadap yang lain).20 Karena tidak membutuhkan yang lain, berarti Dia juga Al-Qadîr (Mahakuasa), Al-Qawiyy (Mahakuat), Al-‘Azîz (Mahaperkasa), Al-Hayy (Mahahidup) dan semua sifat yang menunjukkan kekuatan-Nya.

Allah juga menjadi sandaran dan tempat bergantung bagi semua makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan semua makhluk-Nya (Al-Khâliq), menghidupkan mereka (Al-Muhyî), memberikan rezeki kepada mereka (Ar-Razzâq, Ar-Razîq) dan menolong hamba-Nya (An-Nâshir) serta semua semua sifat lainnya yang menunjukkan bahwa Dia menjadi sandaran dan tempat bergantung bagi seluruh hamba-Nya. Dengan demikian, hanya kepada-Nyalah manusia beribadah dan bermohon.

Walhasil, surat ini memberikan gambaran amat jelas mengenai keimanan kepada Allah SWT. Sebagaimana disimpulkan Abdurrahman as-Sa’di, surat ini mencakup tawhîd al-asmâ’ wa al-shifât.21 Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Catatan kaki:

1 Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, VIII/527 (Riyadh: Dar Thayyibah, 1997).

2 Az-Zamakhsyari, al-Kasysyâf, VI/460 (Riyad: Maktabah Abikan, 1998); al-Qurthubi, al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’an, XX/244 (Riyad: Dar ‘Alam al-Kutub, 2003); Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsî r al-Bahr al-Muhîth, VIII/529 (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1993); az-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, XXX//464 (Beirut: Dar al-Fikr, 1998).

3 Al-Baghawi, Ma’âlim at-Tafsîr, VIII/588 (Riyad: Dar Thayyibah, 1992).

4 Asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, V/515-516 (Beirut: Dar al-Fikr, tt).

5 Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsî r al-Bahr al-Muhîth, VIII/529.

6 Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, VIII/527-528.

7 Az-Zamakhsyari, Al-Kasysyâf, VI/460; asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, V/516.

8 Asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, V/516

19 Al-Qurthubi, al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’an, XX/245, al-Sa’di, Taysîr al-Karîm al-Rahmân (Riyad: Muassasah al-Risalah, 2000), 504; az-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, XXX/465 (Beirut: Dar al-Fikr, 1998).

10 Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’an, XX/245

11 Ath-Thabari, Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân, vol. 24 (Makkah: al-Risalah, 2000), 691; al-Baghawi, Ma’âlim at-Tafsîr, VIII/588.

12 Ath-Thabari, Jâmi’ al-Bayân, XXIV/691.

13 Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsî r al-Bahr al-Muhîth, VIII/530.

14 Ath-Thabari, Jâmi’ al-Bayân, vol. 24, 692

15 Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsî r al-Bahr al-Muhîth, VIII/530.

16 Asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, V/516.

17 Az-Zamakhsyari, Al-Kasysyâf, VI/ 461.

18 Ath-Thabari, Jâmi’ al-Bayân, XXIV/694.

19 Al-Biqai, Nazhm ad-Durar.

20 Az-Zamakhsyari, Al-Kasysyâf, VI/461.

21 Az-Sa’di, Taysîr al-Karîm ar-Rahmân, 504Image

PENTINGNYA PENERAPAN HUKUM WARIS

Allah Subhanahu Wata’ala TELAH MENSYARIATKAN tentang pembagian waris kepada ahli waris. Ilmu waris merupakan ilmu yang diturunkan AllahSubhanahu Wata’ala yang secara rinci tertuang dalam Al-Quran sehingga tidak perlu banyak penafsiran lebih lanjut. Ini menunjukkan bahwa ilmu faraid (ilmu hukum waris) menjadi ilmu yang sangat penting karena dijelaskan secar rinci dalam Al-Quran, berbeda dengan ilmu lain yang hanya dibahas secara umum dalam Al-Qur’an. Berikut terjemahan dari Surah An-nisa yang membahas tentang pembagian waris tersebut.

“Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. SesungguhnyaAllah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (an-Nisa’: 11)

“Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” (an-Nisa’: 12)

“Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: ‘Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meningal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (an-Nisa’: 176)

Selain dalam Al-Quran, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga menyatakan betapa pentingnya ilmu faraid (ilmu hukum waris) dalam Islam. Dijelaskan bahwa ilmu ini merupakan ilmu yang sangat mudah untuk dilupakan dan diremehkan. Selain itu ilmu ini adalah salah satu ilmu yang paling utama (ilmu primer) dan yang paling pertama akan dicabut di muka bumi, sehingga sangat penting untuk dipelajari. Hadist-hadist tersebut antara lain:

1. Abdullah bin Amr bin Al-Ash –radhiyallahu ‘anhu- berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ilmu itu ada tiga, selain yang tiga hanya bersifat tambahan (sekunder), yaitu ayat-ayat muhakkamah (yang jelas ketentuannya), sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dilaksanakan, dan ilmu faraid.” (HR Ibnu Majah)

2. Ibnu Mas’ud –radhiyallahu ‘anhu- berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat), sedang ilmu itu akan diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan, mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan pembagian hak waris) mereka.” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim)

3. Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang lain, karena sesungguhnya, ilmu faraid setengahnya ilmu; ia akan dilupakan, dan ia ilmu pertama yang akan diangkat dari umatku.” (HR Ibnu Majah dan Ad-Darquthni)

4. Dalam riwayat lain disebutkan, “Pelajarilah ilmu faraid, karena ia termasuk bagian dari agamamu dan setengah dari ilmu. Ilmu ini adalah yang pertama kali akan dicabut dari umatku.” (HR Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Terdapat pula riwayat dari Sahabat dan para Ulama tentang pentingnya ilmu faraid.

Umar bin Khattab –radhiyallahu ‘anhu- telah berkata, “Pelajarilah ilmu faraid, karena ia sesungguhnya termasuk bagian dari agama kalian.” Kemudian Amirul Mukminin berkata lagi, “Jika kalian berbicara, bicaralah dengan ilmu faraid, dan jika kalian bermain-main, bermain-mainlah dengan satu lemparan.” Kemudian Amirul Mukminin berkata kembali, “Pelajarilah ilmu faraid, ilmu nahwu, dan ilmu hadits sebagaimana kalian mempelajari Al-Qur`an.”

Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- berkomentar tentang ayat Al-Qur`an yang berbunyi, “…Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfaal: 73), menurut beliau makna ayat di atas adalah jika kita tidak melaksanakan pembagian harta warits sesuai yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Abu Musa Al-Asy’ari –radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur`an dan tidak cakap (pandai) di dalam ilmu faraid, adalah seperti mantel yang tidak bertudung kepala.”

Al-Futuhiy dalam syarahnya atas buku ‘Ala Muntaha Al-Iradah, dan Al-Butuhiy dalam syarahnya atas buku Al-Iqna` : “..Mempelajari satu masalah dalam ilmu faraidh mempunyai ratusan kebajikan, sedangkan selainnya hanya sepuluh kebajikan…”

Oleh karea itu ilmu Faraid menjadi sangat penting untuk dipelajari oleh umat islam.

 

B. PENGERTIAN WARIS DAN ILMU FARAID

Waris berasal dari bahasa arab al miirats yang berarti “berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain”, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Makna dari waris tersebut bukan hanya menyangkut barang tetapi juga yang bukan barang misalnya ilmu. Hal ini sebagaimana terlihat salah satunya dalam hadits yang berbunyi “Ulama adalah ahli waris para nabi”. Sementara menurut istilah yang diterangkan oleh para ulama fiqih, al-miirats berarti berpindahnya hak kepemilikan dari orang yang meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup, baik yang ditinggalkan itu berupa harta (uang), tanah, atau apa saja yang berupa hak milik legal secara syar’i.

Ilmu yang mempelajari tentang waris dikenal dengan nama ilmu faraid. Faraid berasal dari kata dalam bahasa Arab Faraidh yang merupakan bentuk jamak dari al-faridhah yang bermaknasesuatu yang diwajibkan, atau pembagian yang telah ditentukan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Dari segi istilah, ilmu faraid adalah ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli warits berdasarkan syariat Islam.

C. UNSUR WARIS, DAN PENGHALANG MENJADI AHLI WARIS

Ada tiga unsur dalam melakukan waris yaitu:

  1. Pewaris

Pewaris adalah seseorang yang telah meninggal dan meninggalkan sesuatu untuk keluarga yang masih hidup. Berdasarkan asas ijbari pewaris tidak berhak menentukan siapa yang berhak mendapat warisan, berapa banyak, dan bagaimana cara mengalihkannya. Sebab, semuanya telah diatur oleh Allah dan secara pasti yang wajib dilaksanakan.

  1. Harta warisan atau harta peninggalan

Harta warisan atau harta peninggalan adalah Segala sesuatu yang ditinggalkan oleh pewaris yang sepenuhnya milik pewaris. Sedangkan benda yang sepenuhnya bukan milik pewaris tidak dapat tidak dapat dialihkan menjadi milik ahli waris. Mengenai hutang ahli waris tidak berhak membayar hutang-hutang pewaris dengan harta pribadinya jika hutang- hutang melebihi harta yang diwariskan, namun orang muslim sering membayar hutang-hutang pewaris hingga semuanya sah.

  1. Ahli waris

Ahli waris merupakan orang yang berhak mendapat harta peninggalan dari pewaris atau orang yang sudah meninggal. Disamping karena hubungan darah dan perkawinan ada beberapa syarat agar seseorang dapat menjadi ahli waris yaitu:

a) Masih hidup saat pewaris meninggal

b) Tidak ada sebab-sebab yang menghalanginya menjadi ahli waris

c) Tidak tertutup ahli waris yang utama

poin b) menunjukkan bahwa ada sesuatu hal yang dapat menghalangi atau menggugurkan hak seseorang untuk menjadi ahli waris. Ada 4 yang dapat menggugurkan seseorang untuk memperoleh hak waris yaitu:

  1. Budak.

Semua budak tidak dapat memperoleh waris meskipun dari saudara sendiri. Hal itu disebabkan segala sesuatu yang dimiliki oleh budak adalah menjadi milik tuannya, oleh karena itu budak tidak mendapat warisan karena tidak mempunyai hak milik

  1. Pembunuhan

Seseorang ahli waris tidak dapat menjadi ahli waris apabila ia membunuh si pewaris. Ini sesua dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berbunyi “Tidaklah seorang pembunuh berhak mewarisi harta orang yang dibunuhnya. “

  1. Berbeda Agama

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berbunyi “Tidaklah berhak seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak pula orang kafir mewarisi muslim.” (Bukhari dan Muslim)

  1. Perbedaan antara al-mahrum dan al-mahjub

Mahjub adalah hilangnya hak waris seorang ahli waris disebabkan adanya ahli waris yang lebih dekat kekerabatannya atau lebih kuat kedudukannya. Sebagai contoh, adanya kakek bersamaan dengan adanya ayah, atau saudara seayah dengan adanya saudara kandung. Jika terjadi hal demikian, maka kakek tidak mendapatkan bagian warisannya dikarenakan adanya ahli waris yang lebih dekat kekerabatannya dengan pewaris, yaitu ayah. Begitu juga halnya dengan saudara seayah, ia tidak memperoleh bagian disebabkan adanya saudara kandung pewaris. Maka kakek dan saudara seayah dalam hal ini disebut dengan istilah mahjub.

Untuk lebih memperjelas gambaran tersebut, saya sertakan contoh kasus dari keduanya.

Contoh Pertama

Seorang suami meninggal dunia dan meninggalkan seorang istri, saudara kandung, dan anak –dalam hal ini, anak kita misalkan sebagai pembunuh. Maka pembagiannya sebagai berikut: istri mendapat bagian seperempat harta yang ada, karena pewaris dianggap tidak memiliki anak. Kemudian sisanya, yaitu tiga per empat harta yang ada, menjadi hak saudara kandung sebagai ‘ashabah

Dalam hal ini anak tidak mendapatkan bagian disebabkan ia sebagai ahli waris yang mahrum. Kalau saja anak itu tidak membunuh pewaris, maka bagian istri seperdelapan, sedangkan saudara kandung tidak mendapatkan bagian disebabkan sebagai ahli waris yang mahjub dengan adanya anak pewaris. Jadi, sisa harta yang ada, yaitu 7/8, menjadi hak sang anak sebagai ‘ashabah.

Contoh Kedua

Seseorang meninggal dunia dan meninggalkan ayah, ibu, serta saudara kandung. Maka saudara kandung tidak mendapatkan warisan dikarenakan ter- mahjub oleh adanya ahli waris yang lebih dekat dan kuat dibandingkan mereka, yaitu ayah pewaris. ()

 

  1. ‘ASH-HABUL FURUDH

‘Ash-habul Furudh adalah golongan utama penerima waris. Golongan ini adalah ahli waris yang diterangkan secara jelas dan tegas beserta bagian-bagiannya dalam Al-Quran. Golongan ini dapat dibagi berdasarkan jatah pembagiannya yang terdiri dari ½, ¼, 1/8, 1/3, 2/3, dan 1/6 bagian.

  1. ‘Ash-habul Furudh yang mendapat setengah bagian
    1. Suami apabila pewaris tidak mempunyai anak
    2. Anak perempuan apabila pewaris tidak mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan tersebut merupakan anak tunggal
    3. Cucu perempuan keturunan anak laki-laki, apabila ia anak tunggal, dan tidak ada anak dari pewaris (sudah meninggal)
    4. Saudara kandung perempuan, apabila ia merupakan saudara tunggal dan pewaris tidak ada keturunan dan ayah ke atas (sudah meningal).
    5. Saudara perempuan seayah apabila ia merupakan anak tunggal dan pewaris tidak mempunyai (sudah meninggal) keturunan, ayah keatas dan saudara kandung.
    6. ‘Ash-habul Furudh yang mendapatkan seperempat bagian
      1. Suami, apabila pewaris mempunyai anak atau cucu dari anak laki-lakinya
      2. Istri, apabila pewaris tidak mempunyai anak baik dari istri tersebut maupun dari istri lainnya.
      3. ‘Ash-habul Furudh yang mendapatkan seperdelapan bagian

Yaitu Istri, apabila suami mempunyai anak cucu.

  1. Ash-habul Furudh yang mendapatkan dua pertiga bagian.

a. Dua anak perempuan (kandung) atau lebih, jika tidak punya saudara laki-laki.

b. Dua orang cucu perempuan keturunan anak laki-laki atau lebih. Apabila tidak punya saudara laki-laki, dan si pewaris tidak mempunyai anak kandung (telah meninggal)

c. Dua orang saudara kandung perempuan atau lebih, apabila tidak mempunyai saudara laki-laki sebagai ‘asabah, dan pewaris tidak punya keturunan dan tidak punya ayah ke atas (telah meninggal)

d. Dua orang saudara perempuan seayah atau lebih. Apabila tidak mempunyai saudara laki-laki, dan pewaris tidak mempunyai keturunan, ayah ke atas, dan saudara kandung.

5. Ash-habul Furudh yang mendapatkan sepertiga bagian

a. Ibu

b. Dua orang saudara seibu apabila pewaris tidak punya keturunan dan tidak mempunyai saudara sekandung, seayah, maupun seibu.

6. Ash-habul Furudh yang mendapatkan seperenam bagian

a. Ayah, jika pewaris mempunyai keturunan.

b. Kakek dari ayah, bila pewaris mempunyai anak ataupun cucu laki-laki dari keturunan anak tetapi tidak mempunyai ayah (meninggal)

c. Bapak, bila jenazah mempunyai anak atau anak dari laki-laki

d. Nenek yang shahih atau ibunya ibu/ibunya ayah.

e. Cucu perempuan dari anak laki-laki (seorang atau lebih) bila bersama seorang anak perempuan. Bila anak perempuan lebih dari satu maka cucu perempuan tidak mendapat harta warisan.

f. Saudara perempuan sebapak (seorang atau lebih), bila beserta saudara perempuan seibu sebapak. Bila saudara seibu sebapak lebih dari satu, maka saudara perempuan sebapak tidak mendapat warisan.

g. Saudara laki-laki atau perempuan seibu, bila ia mewarisi sendirian

  1. ‘ASHABAH

‘Ashabah menurut istilah para fuqaha ialah ahli waris yang tidak disebutkan banyaknya bagian di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan tegas. Sedangkan pengertian ‘ashabah yang sangat masyhur di kalangan ulama faraid ialah orang yang menguasai harta waris karena ia menjadi ahli waris tunggal. Selain itu, ia juga menerima seluruh sisa harta warisan setelah ashhabul furudh menerima dan mengambil bagian masing-masing.

‘Ashabah terbagi dua yaitu: ‘ashabah nasabiyah (karena nasab) dan ‘ashabah sababiyah (karena sebab). Jenis ‘ashabah yang kedua ini disebabkan memerdekakan budak. Oleh sebab itu, seorang tuan (pemilik budak) dapat menjadi ahli waris bekas budak yang dimerdekakannya apabila budak tersebut tidak mempunyai keturunan.

Sedangkan ‘ashabah nasabiyah terbagi tiga yaitu: 
1. ‘ashabah bin nafs (nasabnya tidak tercampur unsur wanita), 
2. ‘ashabah bil ghair (menjadi ‘ashabah karena yang lain)
3. ‘ashabah ma’al ghair (menjadi ‘ashabah bersama-sama dengan yang lain).

‘Ashabah bin nafs

‘Ashabah bin nafs, yaitu laki-laki yang nasabnya kepada pewaris tidak tercampuri kaum wanita, mempunyai empat arah, yaitu:

1. Arah anak, mencakup seluruh laki-laki keturunan anak laki-laki mulai cucu, cicit, dan seterusnya.

2. Arah bapak, mencakup ayah, kakek, dan seterusnya, yang pasti hanya dari pihak laki-laki, misalnya ayah dari bapak, ayah dari kakak, dan seterusnya.

3. Arah saudara laki-laki, mencakup saudara kandung laki-laki, saudara laki-laki seayah, anak laki-laki keturunan saudara kandung laki-laki, anak laki-laki keturunan saudara laki-laki seayah, dan seterusnya. Arah ini hanya terbatas pada saudara kandung laki-laki dan yang seayah, termasuk keturunan mereka, namun hanya yang laki-laki. Adapun saudara laki-laki yang seibu tidak termasuk ‘ashabah disebabkan mereka termasuk ashhabul furudh.

4. Arah paman, mencakup paman (saudara laki-laki ayah) kandung maupun yang seayah, termasuk keturunan mereka, dan seterusnya.

Keempat arah ‘ashabah bin nafs tersebut kekuatannya sesuai urutan di atas. Arah anak lebih didahulukan (lebih kuat) daripada arah ayah, dan arah ayah lebih kuat daripada arah saudara.

Telah dielaskan bahwa ‘ashabah bi nafsihi mempunyai empat arah, dan derajat kekuatan hak warisnya sesuai urutannya. Bila salah satunya secara tunggal (sendirian) menjadi ahli waris seorang yang meninggal dunia, maka ia berhak mengambil seluruh warisan yang ada. Namun bila ternyata pewaris mempunyai ahli waris dari ashhabul furudh, maka sebagai ‘ashabah mendapat sisa harta setelah dibagikan kepada ashhabul furudh. Dan bila setelah dibagikan kepada ashhabul furudh ternyata tidak ada sisanya, maka para ‘ashabah pun tidak mendapat bagian. Sebagai misal, seorang istri wafat dan meninggalkan suami, saudara kandung perempuan, saudara laki-laki seayah.

F. HIKMAH HUKUM WARIS

1. Mencegah terjadinya konflik akibat perebutan harta warisan

2. Mencapai rasa keadilan bagi para penerima waris

INGIN MENDALAMI LEBI LANJUT TENTANG HUKUM WARIS / FARAID Silahkan hubungi ;
CP. Muhammad Milhan Nidjat (Darul Aytam)
+62 813 1552 3566SMS
Center Majelis Al-Mawarits
SMS Center Majelis Al-Mawarits
+62 877 70 50 60 40

Image

PENTINGNYA

NASIHAT BUAT PARA MUSLIMAH

mother-and-daughters-read-quran

Wahai saudariku muslimah………

Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:

” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114). Wahai saudariku muslimah………

Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:

” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114). Artinya:

Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)

Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.

“عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18) Artinya:

Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

1) Bacalah Al qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي

Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:

dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.

HR.abu daud dan attirmidzi

2) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “

Dari Abu hurairah radiallahu ‘anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan.”

(HR.Muslim dan Abu Dawud)

3) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط كلابس ثوبي زور “.

Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (muttafaq alaihi)

4) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala, disetiap waktu dan keadaanmu. Allah ta’ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191). Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (Ali imran:191).

5) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, dimana Beliau bersabda:

” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون “.

“sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.”

(HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)

6) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:

” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.

” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.”

(muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)

8) jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.

9) berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.Alah Ta’ala berfirman:

” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”

(QS.Al-Hujurat:11)

10) jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:

: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 204). Artinya: “dan apabila dibacakan Alqur’an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat”. Qs.al a’raf :204

11) bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Didalam hadits Mu’adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم ” ( رواه الترمذي).

“engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka.”

(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)

12- berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

13- jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala. Allah ‘azza wajalla berfirman:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191) Artinya: “(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring” (QS.ali ‘imran :191)

14- jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:

” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.

“maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu.

kitab: mausu’ah al-mar’ah al-muslimah

 

ALKITAB SENDIRI BICARA TENTANG TRINITAS

ALLAH LAH TUHAN SATU-SATU NYA,TIADA YANG LAIN LAGI.
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An Nahl: 36) “Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (QS At Taubah: 31) “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)” (QS Az Zumar: 2-3) “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus” (QS Al Bayinah: 5)
TAURAT DAN KITAB PARA NABI:ALLAH SATU-SATU NYA TUHAN,TIADA YANG LAIN LAGI.
(4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!(5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.(6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,(7) haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.(8) Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,(9) dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.(Ulangan 6:4-9) (35) Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.(Ulangan 4:35) (39) Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.(40) Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.”(Ulangan 4:39-40) (1) Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:(2) Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.(3) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.(Keluaran 20:1-3) (9) Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,(Yesaya 46:9) (5) Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,(6) supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,(7) yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.(Yesaya 5-7) (28) Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.(29) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.(Yesaya 40:28-29) (6) Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.(7) Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!(8) Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!”(Yesaya 44:6-8) (12) Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa.(Hubakuk 1:12)
YESUS BERKATA:TUHAN ALLAH KITA,TUHAN ITU ESA.
(28) Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”(29) Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.(MARKUS 12:28-29)
SYAHADAT YESUS
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR, dan mengenal YESUS KRISTUS YANG ENGKAU UTUS.
YESUS BERKATA:HANYA ALLAH YANG BERHAK DI SEMBAH,BUKAN YANG LAIN.
(8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,(9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”(10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(Matius 4:8-10)
PARA PENYEMBAH YESUS AKAN DI TOLAK DI HARI AKHIR.
(21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”(Matius 7:21-23)
PERJANJIAN BARU:ALLAH LAH TUHAN SEBENAR NYA,TIADA YANG LAIN.
(16) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.(YOHANES 13:16) (28) Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.(YOHANES 14:28) (4) Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?(MATIUS 19:4) (32) Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.”(MARKUS 13:32) (17) Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”(YOHANES 20:17) (24) Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.(YOHANES 14:24) (9) Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.(MATIUS 23:9) (17) Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.(1 TIMOTIUS 1:17)

MENJAWAB KEBOHONGAN SAMUEL BENNY TENTANG KESAKSIAN Ahmad Qoni’ Rizki”

KEBOHONGAN PERTAMA.

Tulisan yang mengatasnamakan “KESAKSIAN” Ahmad Qoni’ Rizki” adalah BOHONG.
Fakta kebohongan ini terungkap karena orang yang bernama Ahmad Qoni’ Rizki membantah secara tegas kesaksian yang mencatut namanya yang kini tersebar luas.

berikut penegasannya :
Ahmad Qoni’ Rizqi

 itu ya yang ada di akun milik samuel benny? Atau sudah ada dan menyebar di akun2 lain? jujur kaget banget waktu teman saya mengabari bahwa nama saya dipakai PIHAK KRISTEN untuk “cerita fiksi kesaksian”.SAYA BERSAKSI bahwa saya tidak pernah memberi kesaksian seperti itu. PIHAK KRISTEN/MISSIONARIS memanfaatkannya supaya ORANG PERCAYA DAN TERPEROSOK ke dalam ajarannya. PADAHAL ITU KESAKSIAN PALSU. Perlu anda ketahui, saya sejak beberapa tahun lalu tergabung dalam grup diskusi agama. Mungkin dari situ pihak kristen memanfaatkan nama-nama untuk dijadikan kesaksian.==
Bisa anda simpulkan, bagaimana tindaktanduk pihak kristen dalam melancarkan misi kristenisasi di negeri ini, apapun dihalalkan.
Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak pernah memberi kesaksian itu.
13 Maret pukul 14:53

Pernyataan tersebut menanggapi klarifikasi dari seorang facebooker yang menggunakan nick “Mariam Netanyahu” , untuk lebih jelasnya akan saya sertakan screenshot pernyataannyaKesaksian Ahmad Qoni Rizki

KEBOHONGAN KEDUA

1.Beberapa ayat Al Qur’an yang secara jelas dan lugas menegaskan bahwa siapapun yang mempertuhankan Isa ibn Maryam ,ia telah Kafir

QS Al Maidah 17

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Qs Al Maidah 72

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.Demikian juga Siapapun dia berkeyakinan dengan ketuhanan Trinitas maka ia telah kafir

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّا إِلَـٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

2.Dari masa kenabian sampai kini, Umat Islam yang meyakini kebenaran Al Qur’an dan Hadist, tidak ada satupun kelompok yang memahami Isa Ibn Maryam, memposisikan sebagai Tuhan dengan mengacu ayat ayat Al-Qur’an maupun hadist yang dikutip

Jadi kalau mereka mengutip ayat Al Qur’an maupun Hadist untuk dijadikan pembenaran Agama Kristen, Ketuhanan Yesus,Konsep Ketuhanan Trinitas,maka jelas itu adalah TINDAKAN PEMERKOSAAN ayat ayat Al Qur’an dan hadist.

dan jika mau bersikap obyektif, berdasarkan FAKTA TAK TERBANTAHKAN, banyak dari kalangan internal kristen yang meyakini kebenaran alkitab,mereka menolak ketuhanan Yesus. dan keyakinan ini dianggap bertentangan dengan ajaran alkitab, dan kelompok kristen yang mempertuhankan yesus dianggap sebagai kelompok kristen bid’at..

KEBOHONGAN KETIGA

Tulisan yang diklaim sebagai Kesaksian “Ahmad Qoni’ Rizki” sesungguhnya hanyalah Copypastedari buku yang berjudul Islam bertanya Kristen menjawab ,karya orang yang bernama Paulus.M, untuk lebih jelasnya kami sampaikan screenshot dari Paulus.M yang dicopas olehSamuel Bennycopas dari tulisan paulusSelain kami perlu menyampaikan tentang kebohongan kesaksian tersebut, kami juga penting sekali mereferensikan beberapa usaha muslim dalam menepis upaya para misionaris yang menghalalkan segala cara.

1. Jawaban khusus terkait kesaksian bohong ini sudah dilakukan oleh seorang muslim yang menggunakan nickname “kristolog”, dan karyanya bisa didownload di sini :

2.Secara subtansial ‘konten” dari kesaksian tersebut tidak ada hal yang baru, materinya sudah sangat basi, karena sudah banyak dibahas dan ditanggapi oleh muslim.
untuk lebih jelasnya kami akan mereferensikan beberapa karya muslim yang sudah membantah ‘pola misionaris pemerkosa ayat dan hadist tersebut”

Pertama Buku Pendeta Menghujat Mualaf meralat karya : Bp Insan Mokoginta ,
Bagian 1- Bagian 2Bagian 3Bagian 4Bagian 5 – Bagian 6 – bagian 7 –Bagian 8

Kedua,Jawaban untuk Misionaris Pencatut Qur’an dan Hadist

Ketiga , Buku Nabi Isa As di dalam Al Qur’an dan Alkitab ,Karya Abu rifqah
Bagian 1 – Bagian 2 – Bagian 3 – Bagian 4 – Bagian 5 – Bagian 6 – Bagian 7 – Bagian 8 – Bagian 9 – Bagian 10 – Bagian 11

Selain itu,Penulis juga pernah membahas baik dalam bentuk artikel ataupun dialog dengan seorang kristian yang berlatar belakang sarjana theologi, hal tersebut bisa diakses di sini

bag 1 :
http://amor.muslim-menjawab.com/2012/10/tanggapan-untuk-misionaris-pemerkosa.html

bag 2 :
http://amor.muslim-menjawab.com/2012/10/tanggapan-untuk-misionaris-pemerkosa_9.html

bag 3 :
http://amor.muslim-menjawab.com/2012/10/tanggapan-untuk-misionaris-pemerkosa-al.html

Sedangkan referensi dialog/ debat real dengan misionaris dan berlatar belakang sarjana Theologi

khusus dialog hanya berdasarkan perpekstif islam ,semoga dialog saya dengan Amosart 2009 ini bisa bermanfaat :

Bagian 1

http://amor.muslim-menjawab.com/2011/09/dialog-dengan-theolog-kristen-tentang.html

Bagian 2

http://amor.muslim-menjawab.com/2011/09/dialog-dengan-theolog-kristen-tentang_18.html