DOA

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

“Aku memohon keampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang Tiada Tuhan Melainkan Dia, Yang Maha Hidup dan Kekal, dan aku bertaubat kepadaNya”

ماَ أَعْظَمُ مَا نَذْنَبُ فِيْ حَقِّكَ، وَمَا أَوْسَعُ مَا تَغْفِرْ لَنَا! مَا أَعْظَمُ نِعَمِكَ عَلَيْنَا، وَمَا أَكْثَرُ كُفْرَانَنَا بِهَا! مَا أَعْظَمُ اجْتِرَاءَنَا عَلَيْكَ، وَمَا أَعْظَمُ حِلْمِكَ عَلَيْنَا!

“Betapa besarnya dosa kami terhadap-Mu dan betapa luasnya keampunanMu terhadap kami! Betapa besarnya nikmat-Mu terhadap kami dan betapa kufurnya kami dengannya! Betapa besarnya kebiadapan kami terhadapMu dan betapa besarnya kasih sayangMu terhadap kami hamba-Mu

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

“Aku memohon keampunan dengan Allah Yang Maha Agong, Yang Tiada Tuhan Melainkan Dia, Yang Maha Hidup dan Kekal, dan aku bertaubat kepadaNya

ماَ أَعْظَمُ مَا نَذْنَبُ فِيْ حَقِّكَ، وَمَا أَوْسَعُ مَا تَغْفِرْ لَنَا! مَا أَعْظَمُ نِعَمِكَ عَلَيْنَا، وَمَا أَكْثَرُ كُفْرَانَنَا بِهَا! مَا أَعْظَمُ اجْتِرَاءَنَا عَلَيْكَ، وَمَا أَعْظَمُ حِلْمِكَ عَلَيْنَا!

“Betapa besarnya dosa kami terhadapMu dan betapa luasnya keampunanMu terhadap kami, Betapa besarnya nikmatMu terhadap kami dan betapa kufurnya kami dengannya, Betapa besarnya kebiadapan kami terhadapMu dan betapa besarnya kasih sayangMu terhadap kami,

Iklan

SABAR dan SYUKUR

Setiap insan yang hidup di muka bumi ini pasti pernah mengalami suka dan duka. tidak ada  insan yg diberi duka sepanjang hidup karena ada kala kemanisan hidup menghampirinya. Demikian pula sebalik tidak ada insan yang terus merasa suka karena mesti suatu ketika duka menyapanya. Bila demikian tidaklah salah pepatah yang mengatakan “Kehidupan ini ibarat roda yg berputar” terkadang di atas terkadang di bawah. Terkadang bangun dan sukses terkadang jatuh dan bangkrut kadang kalah kadang menang kadang susah kadang bahagia kadang suka dan kadang duka Begitulah kehidupan di dunia ini kesengsaraan dapat berganti bahagia namun kebahagian tidaklah kekal.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِيْنَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Ketahuilah sesungguh kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan perhiasan dan bermegah-megah di antara kalian serta berbangga-bangga dalam banyak harta dan anak seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian lihat warna kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras/pedih dan ada pula ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Kehidupan dunia itu tidak lain kecuali hanya kesenangan yang menipu.”
Suka duka pun suatu kemestian yang dialami sepasang suami istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga karena kesempitan atau kelapangan kesulitan atau kemudahan datang silih berganti. Ketika diperoleh apa yang didamba mereka bersuka. Tatkala luput apa yg diinginkan atau hilang apa yg dicintai mereka berduka.
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengimani takdir-Nya sudah semesti suka dan duka itu dihadapi dengan syukur dan sabar. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan dua sifat ini di dlm firman-Nya:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّاٍر شَكُوْرٍ

“Sesungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi tiap orang yg banyak bersabar lagi bersyukur.”
Qatadah rahimahullahu menafsirkan ayat di atas dgn mengatakan “Dia adalah hamba yang
hamba yang bila diberi bersyukur dan bila diuji bersabar…

Rasulullah Muhammad  Shalallahu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan bahwa mukmin yang sabar atas musibah/duka yg menimpa dan bersyukur atas ni’mat/suka yang diterima akan mendapatkan kebaikan. Kabar gembira ini tersampaikan kepada kita lewat sahabat beliau yg mulia Shuhaib Ar-Rumi radhiyallahu ‘anhu. Shuhaib berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ لَهُ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkara adalah kebaikan baginya. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan ia bersabar maka yg demikian itu baik baginya.”
Ketika menjelaskan hadits di atas Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu menyatakan bahwa tiap manusia tidak lepas dari ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan takdir-Nya. Bisa jadi ia dalam kelapangan dan bisa jadi dalam kesempitan. Dalam hal ini manusia terbagi dua: mukmin dan selain mukmin.

Seorang mukmin senantiasa dalam kebaikan pada tiap keadaan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan baginya. Bila ditimpa kesusahan ia bersabar dan menanti datang kelapangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta mengharapkan pahala maka ia pun meraih pahala orang2 yg bersabar. Bila mendapatkan kelapangan berupa ni’mat agama seperti ilmu dan amal shalih ataupun ni’mat dunia berupa harta anak dan istri ia bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn taat kepada-Nya krn yg nama bersyukur tidak sebatas mengucapkan “Aku bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Adapun selain mukmin mendapat kesempitan ataupun kelapangan sama saja bagi krn ia selalu berada dlm kejelekan. Bila ditimpa kesempitan/kesusahan ia berkeluh kesah mencaci maki dan mencela Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila mendapat kelapangan ia tidak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Dzat yg telah memberikan ni’mat.

HIKMAH KEUTAMAAN SEDEKAH

Just giving once
But you telling everyone you meet
Just giving once
You’re always talking about it
Just giving once
Act as doing good thing is your habit
Just giving once
Everybody has known what you did
Just giving once

When you give with your right hand
Don’t let even your left hand
Know the good thing that you did

When you give something, don’t tell anyone
When you give something, keep that with you
When you give something, just you and لله
Who known the good thing that you did 

Sedekah itu perintah, banyak sekali ayat dalam alquran yang mengandung suruhan untuk bersedekah, di antaranya,
“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 254)

لله Menyuburkan Sedekah
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (Al-Baqarah: 276)

Yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.

Mengapuskan Dosa dan Kesalahan


Sabda رسول الله صلى الله عليه و سلم:

“Bersedekahlah kalian, meski hanya dengan sebiji kurma. Sebab, seekah dapat emmenuhi kebutuhan orang yang kelaparan dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air mampu memadamkan api.” (HR Ahmad dan Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’)

Mendapatkan Naungan di Mahsyar


Sabda رسول الله صلى الله عليه و سلم:
“Sesungguhnya, sedekah akan memadamkan panasnya kubur dari pelakunya dan seorang muki\min kelak pada hari kiamat akan bernaung di bawah naungan sedekahnya.”

Semoga setelah membaca beberapa alasan mengapa kita mesti sedekah, tentunya harus memotivasi kita agar terus ataupun agar mulai bersedekah. Tapi, saya lagi gak punya uang, gimana mau sedekah? Hehe, nyantai saja, sedekah enggak sebatas dengan uang atau materi, tapi bisa juga dengan hal lain,
رسول الله صلى الله عليه و سلم bersabda:
“Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban bersedekah pada setiap hari ketika matahari terbit. Engkau berlaku adil antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seorang dengan cara menangkatnya naik ke atas kendaraannya atau engkau angkatkan barang-barangya ke atas kendaraan adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan duri di jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari)

 

KISAH KALUNG FATHIMAH AZZAHRA

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang DIA kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah 261)

 

Suatu ketika setelah menunaikan shalat berjamaah dan berkumpul dalam majelis ilmunya Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam kedatangan tamu seorang musafir yang telah kehabisan bekal. karena di rumah beliau tidak ada sesuatu yang layak diberikan, maka beliau minta tolong sahabat Bilal agar mengantar tamu itu kerumah putri Beliau, yaitu Fathimah Azzahra Radiyallahu Anha.

Dirumah  Fathimah Azzahra Radiyallahu Anha, rupanya juga tidak ada sesuatu yang layak dimakan. Tetapi dengan keimanan dan keyakinan yang penuh kepada Allah Azza Wa Jalla dan ketaatannya kepada Ayahandanya Muhammad  Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam Maka dengan senang hati, tulus dan ikhlas, Fathimah memberinya kalung warisan dari sang Ibunda Khadijah Ummul Mukminin,  Fathimah berkata: “Ambillah kalung ini dan juallah, mudah-mudahan harganya cukup untuk memenuhi keperluanmu”.

Oleh si tamu, kalung itu dijual ke Ammar bin Yasir, salah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam….                        Berapa hendak kamu jual kalung itu?” tanya Ammar bin Yasir. “aku akan menjualnya dengan roti dan daging, sekedar untuk mengenyangkan perutku, sebuah baju penutup tubuhku dan uang satu dinar untuk menemui istriku” kata si tamu tadi.

Ammar berkata: “Baiklah, aku membeli kalung itu dengan harga 20 dinar, ditambah 200 dirham, ditambah sebuah baju, serta seekor unta agar engkau dapat menemui istrimu”.

Setelah itu Ammar berkata pada budaknya, Asham: “Wahai Asham, pergilah sekarang menghadap Rasulullah , katakan bahwa aku menghadiahkan kalung ini dan juga engkau kepadanya. jadi mulai hari ini kamu bukan budakku lagi tetapi budak Rasulullah . Ternyata, Rasulullah pun berbuat sebagaimana  Ammar. Beliau menghadiahkan kalung itu dan juga Asham kepada putri kesayangannya Sayyidah Fathimah Azzahra.

Fathimah Azzhra begitu berbahagia menerima hadiah dari ayahandanya, sekalipun dia tahu bahwa kalung ini semula memang miliknya. Dia sadar, ternyata kebaikannya yang hanya sekedar memberi kalung mendapat balasan berlebih dari ALLAH Arrazaq sang Maha Pemberi Rizqi. Lalu dia berkata kepada Asham: “Wahai Asham, engkau sekarang bebas dari perbudakan dan menjadi manusia merdeka, aku melakukan semua ini karena ALLAH Azza Wa Jalla semata”.

Mendengar perkataan Fathimah Azzahra, Asham tertawa gembira.  Fathimah pun menjadi heran dan bertanya; ” Wahai Asham, mengapa engkau tertawa seperti itu?”, Aku tertawa karena kagum dan takjub akan berkah dari sedekahmu dengan kalung itu. Ia telah mengenyangkan orang yang lapar, Ia telah menutup tubuh orang yang telanjang, Ia telah memenuhi hajat seorang yang fakir dan akhirnya ia telah membebaskan seorang budak”, jawab Asham.

Mudah-mudahan kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua, bahwa kedermawanan adalah akhlaq yang mulia, seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah dan Putrinya Fathimah Azzahra yang begitu mulia.

BERBAGI DISAAT SULIT DAN SEMPIT

—————————————————————————————
Majelis Darul Aytam,
HIKMAH
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (Q.S. Al-Hasyr[59] : 9)
Kalau kita sadari, sepertinya saat ini, sesungguhnya Allah sedang memberikan Tarbiyah bagi ummat islam di negeri ini. Apa tarbiyah itu adalah disaat keadaan ekonomi kita sedang begitu SULIT, SUSAH, SEMPIT, kita juga sedang mengalami SULIT, SUSAH, SEMPIT dan MALAS untuk berbagi menyisihkan rizqi kita kepada mereka yang fakir dan miskin, yang sudah PASTI SANGAT SULIT, SUSAH dan SEMPIT….Pertanyaan adakah kita melihat dengan Mata hati, Nurani kita mana yang lebih SULIT SUSAH dan SEMPIT yang sesungguhnya?
Inilah ujian keimanan kita.Coba bandingkan dengan Kisah-KIsah Utama dal Sirah Nabawiyah, Bagaimana Rasulullah menghibur dan meyantuni anak yatim yang menangis karena tidak memilki baju disaat Hari raya Aidil Fitri, Bagaimana Fatimah Azzahra bersedekah dengan meninfaqkan Kalung warisan sang Ibunda Khadijah Radiyallahu Anha bagi pengemis yang meminta makan kepada Rasulullah. Karena Rasulullah tidak mempunyai uang dan makanan maka beliau meminta pengemis itu kerumah Syaidina Ali Ibn Abi Thalib dan Fatimah Azzahra atau Kisah Sedekah Para Sahabat saat perang Tabuk…Sungguh mereka semua bisadan mau berbagi disaat mereka SUSAH, SULIT dan SEMPIT kepada Orang yang memerlukan itu…Kenapa ? Karena Mereka Yakin balasan Allah Yang Berlipat ganda…
Bismillahirrahmanirrahim
Alif Lam Mim. Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa , yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka. (QS Al Baqarah 1-3)

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang DIA kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah 261)

Allah berfirman, “Siapa yang sibuk dengan Al Quran dan zikir dari meminta padaKU , akan Aku beri sebaik baik pemberianKU kepada orang orang yang minta dan kelebihan kalam Allah SWT atas kalam lain seperti kelebihan Allah atas makhluknya (HR Atturmudzi)

Disampaikan Abi Zakky Setiawan, Dalam Majelis Darul Aytam                 29 Maret 2012

Mari membantu Rumah Yatim Darul Aytam dan Kegiatan dakwah sosial lainnya

salurkan Zakat, Infaq dan Shadaqah Anda ke :
Rekening Rekening Bank Mandiri 1570003191518 an Drs.SETIAWAN S. BACKRIE Q.q Yayasan Darul Aytam,Rekening BCA : 7650412197an Drs.SETIAWAN S.BACKRIE Q.q Yayasan Darul Aytam

Insya Allah Donasi amal infaq dan shadaqah Anda demi tercapainya tujuan bersama menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini. Allah lah yang Maha Kaya yang akan membalas kebaikan dan keikhlasan Anda baik balasan di dunia maupun di akhirat

NABI MUHAMMAD SAW TELAH DIDISEBUTKAN NAMANYA DALAM ALKITAB

Hikwo mametaqqim wakullwo mahamadim zeh 
dwodi wazeh rei benwot yerusalaim” (Bahasa Hebrew* )

“Kata-katanya adalah semanis kata-kata, dia adalah pemilik sifat-sifat yang terpuji. 
Inilah kekasihku, inilah sahabatku, O puteri-puteri Yerussalem”
(Terjemahan Bahasa Inggris : Versi King James)

Al Quran menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW disebutkan didalam Injil dan Zabur (Alkitab), oleh karena itu sayapun mencari didalam Alkitab tetapi tidak menemukan nama beliau. Akhirnya kemudian saya menyadari bahwa nama beliau disebutkan didalam naskah Hebrew yang asli seperti yang dikutip diatas dari The Song of Solomon (yang merupakan sebuah buku Alkitab)

ALASAN KENAPA SAYA TIDAK MENEMUKAN NAMA BELIAU
DIDALAM ALKITAB BERBAHASA INGGRIS

a

Dalam Alkitab Hebrew, kata Muhammad SAW disebutkan dengan kata Mahamadim, yang merupakan nama utusan Allah SWT yang penutup dan terakhir, jika anda menghilangkan kata “im” dari kata Mahamadim, maka akan menjadi kata Mahamd, karena “im” digunakan untuk bentuk jamak dalam bahasa Hebrew.
Ketika kita menterjemahkan suatu kalimat kedalam suatu bahasa, kita tidak ikut menterjemahkan kata benda / Noun (nama) , contohnya ketika kita mengatakan dalam bahasa Inggris “Mr. Black is coming (Tuan Black datang)” maka kita tidak akan menterjemahkannya dalam bahasa Urdu menjadi “Mr. Kala aa rha hai” tapi kita akan mengatakan “Mr. Black aa rha hai” oleh karena itu Mr. Black akan tetap menunjukkan Mr. Black juga dalam bahasa Urdu.
Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa Nabi Muhammad SAW disebut didalam Bahasa Hebrew sebagai Mahamadim, tetapi kemudian kaum terpelajar kristen menterjemahkan Mahamadim menjadi “pemilik sifat-sifat yang terpuji” yang mana mereka tidak punya hak sama sekali untuk merubahnya. 
Dan sekarang seluruh umat kristiani membaca Alkitab tetapi mereka tidak menemukan adanya “Nabi Islam” dalam Alkitab tersebut. Kemudian saya kembali terkejut ketika membaca ayat yang sama dalam terjemahan bahasa Urdu di internet yang menuliskan “
Haan aye yroshilam ki Aourto! Usska munh tamaam se sheereen angez hai, 
wo mera mahboob hai, wo meri pyari hai”

dalam terjemahaan tersebut saya bahkan tidak menemukan sama sekali nama Nabi Muhammad SAW disebutkan, bahkan tidak juga ditemukan terjemahaan bagi kata Mahamadim dalam Alkitab berbahasa inggris.

Terjemahan Bahasa Inggris :-

“Kata-katanya adalah semanis kata-kata, dia adalah pemilik sifat-sifat yang terpuji. Inilah kekasihku, inilah sahabatku, O puteri-puteri Yerussalem”

Jika anda mengetahui Bahasa Urdu silahkan cek terjemahaan ini, Apakah ini terjemahaan yang tepat??

Terjemahan Bahasa Urdu :-

“Haan aye yroshilam ki Aourto! Usska munh tamaam se sheereen angez hai, wo mera mahboob hai, wo meri pyari hai”

Preposisi yang digunakan dalam terjemahaan Bahasa urdu ini menggambarkan feminim yang menunjukkan seolah-olah Sulaiman AS (dalam Bahasa Inggris disebut Solomon) sedang membicarakan beberapa wanita cantik. Namun dalam terjemahaan bahasa Inggris preposisi tersebut digunakan sebagai penggambaran maskulin. Membingungkan!!!………….. Mari kita lihat apa yang dikatakan dalam kutipan bahasa Hebrew? Bahasa hebrew bagi preposisi tersebut adalah “ZEHDUDI”. Jika kita memisah kata tersebut menjadi “ZEH-DUDI”, dimana “ZEH” berarti “ini” (bagi laki-laki) dan “DUDI” berarti “kekasihku” maka terjemahaannya akan menjadi “inilah kekasihku”, dari satu contoh ini kita bisa melihat bahwa inilah yang disebutkan didalam Firman Tuhan.
TERJEMAHAAN YANG BENAR ADALAH
Kata-katanya adalah semanis kata-kata, dialah Muhammad SAW. Inilah kekasihku, inilah sahabatku, O puteri-puteri Yerussalem”

Note: * Bahasa Hebrew dalam bahasa Indonesia sering juga disebut bahasa Ibrani

BERSEDEKAH BAGI ORANGTUA YANG SUDAH MENINGGAL

Berbakti kepada kedua orang tua adalah hal yang sangat penting di dalam agama Islam.Al-Quran memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua setelah tauhid kepada Allah Swt.

Allah Swt. berfirman:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra’ : 23-24).

Abdullah bin Mas’ud Ra. meriwayatkan. Aku bertanya kepada Rasulullah Saw., “Amalan apakah yang dicintai oleh Allah? Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berbakti kepada kedua orang tidak hanya dibatasi pada waktu mereka masih hidup, tetapi masih dapat dilakukan setelah mereka meninggal dunia, di antaranya adalah dengan mendoakannya. Doa dan sedekah yang sudah anda niatkan untuk orang tua sudah benar.

Setelah meninggal dunia pahala orang tua (dari amalannya sendiri) terputus kecuali dari tiga hal. Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila seorang anak adam meninggal dunia terputuslah semua amalnya kecuali tiga hal yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya.” Hadits ini tentang terputusnya pahala dari amalan diri seseorang apabila yang bersangkutan telah meninggal dunia. Tidak ada keterangan bahwa pahala dari amalan orang lain (yang diniatkan untuk orangtuanya) ikut terputus.

Salah satunya adalah pahala sedekah yang diniatkan untuk kedua orang tua.

عَنِ اْبنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمِى تُوَفِيَتْ أَفَيَنْفَعُهَا أَنْ اَتَصَدَّقَ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنَّ لِى مِحْزفًا اُشْهِدُكَ إَِنِى تَصَدَّقْتُ بِهِاعَنْهَا (رواه البخارى والترمذي وأبو داود والنسائى)

Sahabat Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa seseorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad Saw. Dia berkata; “Ibu saya meninggal, Apakah ada manfaatnya apabila saya bersedekah untuk ibu saya?” Rasulullah menjawab, “Ya berguna bagi ibumu.” Orang itu berkata lagi, “Saya mempunyai sebuah kebun dan engkau Rasulullah aku jadikan saksi, bahwa aku telah menyedekahkan kebun itu untuk ibu saya.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i)

Sedekah untuk keluarga yang meninggal itu juga dikuatkan dengan Hadits Rasulullah Saw. dari Siti ‘Aisyah Ra.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِ صلى الله عليه وسلم اِنَّ اُمِّى اُفْتُلِيَتْ (مَاتَتْ فُجْأَةً) وَأَرَا هَالَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا ؟ قَالَ : نَعَمْ. متفق عليه

“Dari Siti ‘Aisyah Ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW: “Ibu saya mati mendadak, dan saya yakin seandainya dia bisa bicara, dia bersedekah, apakah ibu saya mendapat pahala, seandainya saya bersedekah untuk ibu saya? Rasulullah menjawab, “ya ada pahala bagi ibumu.”(HR Bukhari dan Muslim).

Adapun mengirim pahala bacaan Al-Quran untuk kedua orang tua, dalam hal ini Al-Quran tidak menjelaskannya. Demikian pula dalam hadits, dan para sahabat pun tidak mencontohkan hal tersebut. Inilah pendapat yang kuat. Dengan kata lain, apabila hal tersebut dibolehkan pasti dilakukan oleh para salafus shaleh, karena ibadah itu tidak bisa diqiaskan dengan hal lain, kecuali ada nash yang menyebutkan baik dari Al-Quran maupun Hadits.

Tetapi sebagian ulama berpendapat: boleh mengirimkan pahala bacaan Al-Quran karena hal itu termasuk amal shaleh, dengan mengqiaskannya dengan sedekah dan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Abu Usaid Malik Bin Rabi’ah As-Sa’idi Ra. meriwayatkan, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw., tiba-tiba datang seorang laki-laki dari Bani Salamah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang dapat aku lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?” Beliau menjawab, “Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan janji keduanya setelah mereka tiada, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya)

Kesimpulan

Setelah orang tua meninggal dunia banyak amalan yang bisa kita lakukan untuk berbakti kepada keduanya, di antara lain:

1. Mendoakannya

Mendoakan agar mereka diampuni, dirahmati, diberi kemuliaan disisi-Nya, dan dilapangkan di alam kubur.

2. Menunaikan janjinya

Apabila kita pernah mendengar orang tua mempunyai janji atau niat untuk melakukan suatu kebajikan, namun belum terlaksana karena maut menjemputnya, kita sebagai anaknya dianjurkan untuk merealisasikan niat baiknya itu. Misalnya, mereka pernah berniat mendirikan panti asuhan, sebelum niat baik ini terwujud, Allah swt. memanggilnya, sebagai wujud bakti anak terhadap orang tua adalah merealisasikan niat baiknya tersebut.

3. Menjalin silaturrahim

Sebagai makhluk sosial orang tua kita pasti memiliki sejumlah kerabat, wujud bakti kepada mereka adalah dengan menyambung silaturrahim dengan orang-orang yang biasa bersilaturrahim dengannya, terutama silaturrahim dengan kerabat dekat orang tua.

Kesimpulan: Berbakti kepada kedua orang tua bisa kita lakukan ketika mereka masih hidup atau sudah meninggal dunia. Setelah mereka meninggal dunia kita bisa mendoakannya, menunaikan janjinya dan menjalin silaturrahim dengan orang kerabat orang tua. Wallahu Ta’ala A’lam.

BERHASILNYA GERAKAN PEMURTADAN UMMAT ISLAM DI INDONESIA

Sejarah dahulu telah mencatat bahwa kemenangan partai agama (Kristen) pada pemilihan di Belanda tahun 1901 merubah wajah politik di sana. Partai Liberal –yang telah menguasai politik selama 50 tahun– kehilangan kekuasaannya; sedangkan golongan agama semakin kuat dan membawa pemerintahan ke prisnsip Kristen. Pidato tahunan raja pada bulan September 1901 –yang menggambarkan jiwa Kristen –menyatakan mempunyai kewajiban etis dan tanggung jawab moral kepada rakyat  Hindia Belanda (Nusantara), yakni memberikan bantuan lebih banyak kepada penyebaran agama Kristen. Dukungan terhadap kristenisasi Hindia Belanda dipertegas, sejalan dengan politik hutang budi yang dicanangkan.   Snouck Horgronje Contoh Nyata Snouck Hurgrunje bermaksud menukar Islam dengan kebudayaan Eropa, sehingga upaya kepentingan politik dan agama  (Kristen) menjadi gampang.

   “To bring about a cultural  unity string enough to void the difference of religious denomination from its political and social significance.”Menjadikan ikatan kesatuan budaya dapat melenyapkan perbedaan agama dari kepentingan politik dan kemasyarakatan)

 

    Munculnya para orientalis Belanda itu perlu disimak pula latar belakang politik penjajah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad. Dr Aqib Suminto menggambarkan strategi penjajah Belanda, di antaranya diungkapkan sebagai berikut:

    Usaha Belanda untuk mengkonsolidasi kekuatannya mendapat perlawanan dari raja-raja Islam, dan di tingkat desa, dari para guru serta ulama Islam. Meskipun Belanda berhasil mengontrol sebagian besar daerah Nusantara yang ditaklukkannya, namun Islam tetap melebarkan sayapnya; bahkan sejak abad ke-19 Islam mendapatkan daya dorong, berkat semakin meningkatnya hubungan dengan Timur Tengah.

Kebijaksanaan pemerintah Hindia Belanda dalam menangani masalah Islam ini, sering disebut dengan istilah Islam Politiek, dimana Prof Snouck Hurgronje dipandang sebagai peletak dasarnya. Sebelum itu kebijaksanaan pemerintah Hindia Belanda terhadap Islam hanya berdasarkan rasa takut dan tidak mau ikut campur, karena Belanda belum banyak menguasai masalah Islam.   Berkat pengalamannya di Timur Tengah dan Aceh, Snouck Hurgronje, sarjana sastra Smith yang mempunyai andil sangat besar dalam penyelesaian perang Aceh ini kemudian berhasil menemukan suatu pola dasar bagi kebijaksanaan menghadapi Islam di Indonesia.

Saat ini di antara gegap gempita aksi politik di Indonesia, usaha-usaha pemurtadan terus gencar dilakukan. Sayangnya umat Islam seakan terlena, dan sebagian menganggap kasus pemurtadan hanya isu belaka. Gerakan kristenisasi yang dilakukan secara massif oleh para misionaris terus menyabar dengan berbagai modus, nekat dan ugal-ugalan. Maraknya aksi pemurtadan adalah alarm penting agar umat Islam meningkatkan kewaspadaan dan memerangi segala bentuk gerakan pemurtadan akidah. 

Sayang memang kondisi umat yang tidak fokus membentengi akidah dan melawan gerakan pemurtadan. Salah satu penyebabnya adalah gerakan deradikalisasi dan isu teroris. Dua isu ini telah memandulkan perjuangan dan dakwah umat Islam. Dalam praktiknya, banyak fakta dan data tentang realita gerakan pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen, dari cara yang santun sampai cara yang arogan. Untuk memperdalam hal ini, Suciati, Kontributor majalah Sabili di Solo mewawancara Ustadzah Dewi Purnamawati, daiyah yang konsen dengan gerakan anti pemurtadan. Berikut petikannya: Benarkah kristenisasi hanya sekadar isu? Kalau hanya sekadar isu lihat bagaimana pendapat-pendapat para pemuka Kristen yang nayat-nyata menjadikan Indonesia sebagai lahan subur kristenisasi. Dr Berkhof misalnya. Ia mengatakan, “Indonesia adalah daerah pekabaran Injil yang diberkati Tuhan”. Boleh kita simpulkan bahwa Indonesia adalah suatu daerah pekabaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit firman Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah 13 juta lebih. Jadi tugas zending gereja-gereja muda di benua ini masih amat luas dan berat. Bukan saja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu, yang perlu mendengar kabar kesukaan, tetapi juga kaum Muslimin yang besar yang merupakan benteng agama yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan- pahlawan Injil.

Apalagi bukan saja rakyat jelata, lapisan bawah yang harus ditaklukkan untuk Kristus, tetapi juga dan terutama para pemimpin masyarakat, kaum cendekiawan, golongan atas dan tengah.” Begitu juga dengan Pendeta Yosias Leindert Lengkong, “Al-Qur`an sangat berguna untuk misi pekabaran Injil”. Tujuan utama menyelidiki referensi-referensi al-Qur’an yang menyaksikan tentang Alkitab ialah: agar kita dapat mengenal serta mengerti dan memanfaatkan potensi ayat-ayat al-Qur’an yang berguna bagi kepentingan membagikan berkat Injil kepada kaum Muslim yang kita cintai. Kesaksian al-Qur`an sangat berguna untuk dijadikan jembatan atau sarana misi pekabaran Injil Alkitabiah” (makalah Pendeta Josias Lendert Lengkong pada seminar “Studi Paralelisasi Kristen dan Islam” di hotel Mandarin Jakarta tanggal 15 Agustus 1997). Sebenarnya konsep tentang perlunya Kristenisasi kepada umat Islam masih sangat banyak. Tapi statemen Berkof dan Lengkong cukuplah untuk mewakili konsep kristenisasi di Indonesia. Sejak kapan kristenisasi terjadi di Indonesia? Jika dilihat dari sejarahnya, kristenisasi merupakan satu mata rantai yang panjang. Ia tidak hanya terjadi saat ini saja. Tapi, sudah terjadi sejak lama, tepatnya sejak zaman penjajahan di Nusantara. Gerakan pendangkalan akidah umat ini terus terjadi hingga saat ini. Bahkan gerakannya kian hari kian nyata dan berbahaya. Kabarnya, di Solo kristenisasi juga gencar. Benarkah? Salah satu ciri kristenisasi adalah dilakukan secara massif. Seperti halnya di daerah lainnya, di Solo kristenisasi dengan berbagai variannya juga menyebar secara luas di berbagai level masyarakat. Pola dan kristenisasi cukup variatif disesuaikan dengan obyek sasarannya. Untuk kalangan pedesaan tak terpelajar misalnya, kristenisasi dilakukan dengan pembagian mie instant. Namun untuk kalangan berpendidikan modelnya harta, kedudukan, bahkan wanita.Namun temanya tetap sama, yaitu memanfaatkan kelemahan umat Islam, baik ekonomi hingga akidahnya. Apa sarana kristenisasi saat ini? Secara substansi tidak berubah, hanya sarananya saja yang berubah menyesuaikan kondisi saat ini. Salah satu pola kristenisasi saat ini menyasar anak-anak muda dan pelajar, melalui penididikan agama dan ekonomi.

pengelabuan melalui buku- buku yang menyerupai Islam? Meskipun ada persoalan yang terselubung dan tidak tampak, rendahnya akidah dan ekonomi umat Islam menjadi masalah berat. Saat ini berkembang pemikiran semua agama bagus. Kaum misionaris juga memanfaat hal ini untuk merusak pemikiran umat sehingga mereka ragu dengan kebenaran Islam. Kristen seperti musang berbulu domba menggemboskan dan pengelabuan anak-anak muda.Pola ini merupakan pelacuran akidah atas nama pluralisme. Di kalangan Islam sendiri hal ini terjadi.

Pelacuran akidah memutarbalikkan fakta dalam bentuk pluralisme agama dengan konsteks kerukunan beragama. Apakah ini hanya fenomena elit? Fenomena ini tidak hanya terjadi di tingkat elit saja. Setiap orang Kristen merasa menjadi komponen amanat penggenap agung. Mereka merasa menjadi pekerja- pekerja kristus. Mereka memiliki tugas mulia menyelamatkan domba-domba sesat. Berarti pengelabuan umat terus terjadi Sampai saat ini masih berjalan dan kian hari kian massif. Sayangnya, pemerintah dan hukum tidak mau buka mata.

Mereka mengetahui pemurtadan terjadi, namun dengan alasan menjaga kerukunan mereka mengabaikannya. Itulah sebabnya, hingga kini praktik penyebaran buku-buku pemurtadan untuk mengelabui umat masih beredar. Setiap gereja di Indonesia memiliki misi kristenisasi hanya aturan main satu gereja dengan gereja lain berbeda. Namun, tujuannya tetap sama mendangkalkan akidah umat lainnya, khususnya kaum Muslimin. Apa target kristenisasi? Setiap gerakan tentu memiliki target yang akan dicapai. Di mata mereka, Indonesia adalah lahan subur kristenisasi. Karena itu, umat Islam yang mayoritas di negeri ini menjadi target utama pemurtadan.

Tujuannya adalah untuk pelipatgandaan umat Kristen dan melemahkan posisi kaum Muslimin. Peraturan yang dibuat pemerintah hanya di atas kertas saja? Ya di atas kertas. Karena itu kasus kristenisasi tergantung masyaraat dan pemerintah. Masyarakat kita kebanyakan belum paham dengan adanya kristenisasi. Karena itu, tidak sedikit dari masyarakat merasa diuntungkan dengan berdirinya banyak gereja di sekitar mereka. Karena berdirinya gereja baru di sekitar kampung atau daerah mereka memberi peluang perekonomian baru, seperti parkir, pembagian sembako, tukang kebun dan lainnya. Tapi, mereka tidak menyadari jika akidah mereka terancam. Mereka berkelit Kristenisasi karena ada Islamisasi. Benarkah? Isu islamisasi dilontarkan untuk menyimpangkan fakta sebenarnya yaitu kristenisasi. Sebab mereka melakukan kristenisasi dengan terselubung. Kristenisasi adalah usaha pemaksaan orang lain masuk ke agama mereka. Islamisasi bukan memaksa orang lain pindah agama. Mereka berpandangan selain agama Kristen, semua orang adalah domba sesat.

Itulah sebabnya mereka menjaring sebanyak-banyaknya domba sesat. Menjaring orang lewat pendidikan dan pembabtisan massal. Upaya apa untuk membendungnya? Cara menghadapi kristenisasi adalah dengan menunjukkan kesesatan mereka kepada umat. Sehingga kaum Muslimin mengetahui ajaran Islam dan cara musuh untuk memurtadkannya. Contohnya, tentang Natal. Para ustadz harus menjelaskan kepada umat tentang kesesatan Natal sebagaimana fatwa MUI. Tapi pembinaan kepada umat tidak berjalan sebagaimana mestinya Benar. Tapi kita tidak perlu risau. Usaha harus terus dilakukan untuk membentengi akidah umat agar mereka kuat menghadapi bujuk rayu musuh-musuhnya. Selain itu, kita juga harus terus mengupayakan terbentuknya persatuan dan kesatuan umat Muslim, khususnya di Indonesia.

Perlu tidak mengundang pemimpin mereka (Kristen), untuk meminta pertanggungjawaban? Ya sangat penting. Seluruh ulama perlu mempertegas dan menyampaikan kritikan kepada kalangan gereja. Umat perlu membeberkan cara-cara bohong mereka kepada publik. Cara mereka menyebarkan agama dengan ayat palsu. Padahal Tuhan sendiri tidak pernah menyuruh manusia menjadi Kristen. Inilah keberanian kaum Salibis menjual ayat tersebut padahal ayat tersebut palsu. Mereka juga sering berlepas tangan Berlepas tangan adalah salah satu taktik mereka. Ibarat pepatah, lempar batu sembunyi tangan. Kalau mereka jujur seharusnya mereka berani menghukum anggotanya yang menyebarkan Kristen dengan cara-cara memalukan. Tapi kenyataanya mereka tidak pernah menghukum anggotanya.

Inilah kristenisasi berkedok penipuan dan pengelabuan umat. Sayangnya, pemerintah menutup mata fakta adanya kristenisasi. Pemerintah seharusnya sadar dan mau berubah sebab jika tidak jangan salahkan jika umat bertindak. Tapi umat Islam sendiri terpecah-pecah? Persatuan terus sedang dibangun umat. Umat semestinya sadar bahwa musuh-musuh Islamlah yang membuat mereka terpecah belah. Sutradara perpecahan umat adalah mereka. Umat Islam harus bersatu dan kristenisasi adalah musuh yang harus dihadapi secara bersama-sama seluruh komponen umat. Umat Kristen tak pernah puas Istilah Kristen baru muncul setelah Yesus tidak ada. Jadi ada pengaburan sejarah oleh mereka sendiri. Dibawalah dokumen sejarah Indonesia ke Belanda. Saat ini, jika orang mau tahu sejarah Indonesia harus ke Leiden dulu.

Segala bahasa di Indonesia, ada semua. Subhanallah. Sejarah dikaburkan sehingga legalitasnya tidak ada. Dalam konteks Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha ESA. Esa itu kan satu, tetapi kenapa mereka menyembah Trinitas. Karena itu, negara harus mempertanyakan posisi Kristen di Indonesia agar tidak terjadi pengaburan sejarah. Kenapa ulama kecolongan? Tidak ada kata terlambat. Agar tidak perjadi pemurtadan yang lebih luas, hal ini perlu ditanyakan kepada ulam. Sebab, selama ini masih banyak ulama yang tidak tegas dalam menyampaikan masalah kristenisasi. Padahal surat al-Baqarah ayat 120 ditegaskan dengan jelas hal ini. Bagaimana secara politik? Saat ini mereka berprinsip tidak perlu menjadi orang nomor satu. Cukup menjadi orang kedua. Tapi menentukan segalanya. Mereka hanya menjadi pemikir. Tidak secara formal, tapi mereka yang mengendalikan kita. Bagaimana membangun ukhuwah Islam di era politik? Semua komponen bangsa harus saling bahu membahu satu dengan lainnya. Sebab jika kita bertengkar maka yang bertepuk tangan adalah musuh-musuh Islam.

WAHAI HATIKU

Wahai HATI…
Ketahuilah olehmu…
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..
Allah Arrahman tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih..
Allah Arrazaq sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…
Allah AL Jami’i sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan sahabat-sahabatmu terlalu sibuk untuk menelephon…
Allah AL Bashieer selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…
Allah Al Khalik punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Allah Arraheem dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Allah Assami’i Al Basheer sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
Allah Assyakur telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Allah Al Malk Al Mulk telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Allah Arraheem sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…
Allah Subhanahu Wa’talla Maha Mengetahu keadaanmu .. …..

Yaa Muqallibal qulub tsabbit qalbi aladdin wa ala thaatiq

Wahai yang membolak-balik hati manusia tetapkanlah hati ini dalam agama dan ketaatan kepadamu….Yaa Allah jangan Engkau jauhkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk

TANDA-TANDA KEIKHLASAN

Orang-orang yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya dalam kondisi ada atau tidak ada orang yang memperhatikan adalah sama. Berikut diantara tanda-tanda orang yang ikhlas dalam beramal.

1. Ia tidak mencari popularitas dan tidak menonjolkan diri.

Karena ia sadar, sehebat apapun ketenaran disisi manusia tiada berarti di hadapan Allah andaikata tidak memiliki keikhlasan. Seorang hamba ahli ikhlas tidak sibuk menonjolkan diri, menyebut-nyebut amalnya, memamerkan hartanya, keilmuannya, kedudukannya, dan aneka topeng duniawi lainnya. Karena itu tiada berguna kalau Allah menghinakannya

2. Tidak rindu pujian dan tidak terkecoh pujian.

Baginya pujian hanyalah sangkaan orang pada kita, padahal kita tahu keadaan diri kita yang sebenarnya. Bagi seorang yang ikhlas, dipuji, dihargai, tidak dipuji, bahkan dicaci sama saja. Karena baginya pujian dari Allah-lah yang terpenting. Allah-lah tujuan dari segala amalnya.

3. Tidak silau dan cinta jabatan.

Allah tidak pernah menilai pangkat dan jabatan seseorang, namun yang dinilai adalah tanggung jawab terhadap amanah dari jabatannya. Maka hamba Allah yang ikhlas tidak bangga dan ujub karena jabatannya.

4. Tidak dipebudak Imbalan dan balas budi.

Seorang hamba ahli ikhlas sangat yakin kepada janji dan jaminan Allah, baginya mustahil Allah memungkiri janji-janji-Nya. Bagi seorang hamba yang ikhlas, rezekinya adalah ketika ia berbuat sesuatu bukan ketika mendapatkan sesuatu. Balasannya cukup dari Allah saja, yang pasti, tidak akan meleset, dan tidak akan salah perhitungan-Nya.

5. Tidak mudah kecewa.

Seorang yang ikhlas yakin benar bahwa apa yang diniatkan dengan baik, lalu terjadi atau tidak yang ia niatkan itu, semuanya pasti telah dilihat dan dinilai oleh Allah SWT.

6. Tidak Membedakan Amal Besar dan Amal Kecil.

Seorang hamba yang ikhlas tidak peduli amal itu kecil dalam pandangan manusia atau tidak, ada yang menyaksikan atau tidak. Karena dihadapan Allah tidak ada satupun amal yang remeh andaikata dilakukan dengan tulus sepenuh hati karena Allah semata.

7. Tidak fanatik golongan.

Seorang muslim yang ikhlas sangat sadar bahwa tujuan dari perjuangan hidupnya adalah Allah SWT, maka yang akan dibela pun adalah kepentingan yang diridhoi oleh Allah. Tidak tegantung perasaan pribadi. Selama apa yang diperjuangkan adalah untuk membela agama Islam, maka ia pun akan turut membela.

8. Ringan, lahab dan Nikmat dalam Beramal.

Keikhlasan adalah buah keyakinan yang mendalam dari seorang hamba Allah sehingga perbuatan apapun yang disukai oleh Allah, dapat membuatnya bertambah dekat dengan Allah, akan menjadi program kesehariannya. Semua dilakukan dengan ringan, lahab, dan nikmat.

9. Tidak egois karena selalu mementingkan kepentingan bersama.

Orang yang ikhlas tidak pernah keberatan dengan keberadaan orang lain yang lebih pandai, lebih sholeh, lebih bermutu darinya. Meski menurut pandangan manusia ia akan tesaingi dengan keberadaan orang yang melebihi dirinya, namun orang yang ikhlas beramal bukan untuk mencari popularitas. Baginya yang terpenting adalah maju bersama demi kepentingan bersama.

10. Tidak Membeda-bedakan dalam pergaulan.

Seorang yang ikhlas tidak akan membeda-bedakan teman.Tegur sapanya tidak akan terbatas pada orang tertentu, senyumnya tidak akan terbatas pada yang dikenalnya, dan pintunya selalu terbuka untuk siapa saja. Subhanallah, demikian luhurnya tanda-tanda seorang hamba yang ikhlas.

Apakah tanda-tanda tesebut ada dalam diri kita ? Bersyukurlah bagi hamba yang dalam dirinya telah dilingkupi tanda-tanda keikhlasan. Wallahu a’lam bish shawab….InsyaAllah Aamin….